
"Taruhannya 200 juta kan?," tanya Arka.
"Benar, Arka... Apa lebih baik kamu batalkan saja balapan ini, kami bisa membantu memberi uang untukmu, lagi pula sekarang aku sudah punya pekerjaan dan Nino juga pasti akan membantumu."
Kenzi menyarankan agar Arka tidak mengikuti balapan lagi, namun Arka menolaknya dan tidak ingin merepotkan kedua sahabatnya itu. Arka ingin berusaha mendapatkan uang dengan jerihnya sendiri demi membelikan sebuah piano untuk Sania.
Arka bersiap-siap untuk balapan di sirkuit yang biasa ia ikuti, namun tiba-tiba ia dihadang oleh Jack dan gengnya. Mereka menantang Arka untuk balapan satu lawan satu, tanpa aturan dan tanpa batas waktu.
"Arka, pantas saja taruhannya berlipat, ternyata dia sudah merencanakan semua ini," bisik Kenzi.
"Kita sudah disini, dan tidak boleh mundur," jawab Arka.
Arka merasa heran karena ia tidak pernah melihat Jack sebelumnya, namun ia tetap siap untuk menghadapi tantangan itu. Tanpa ragu, Arka menyetujui tantangan itu dan mereka berdua mempersiapkan diri untuk balapan.
"Kita mulai dari sini, ada terowongan dua blok dari sini, kita berputar disana dan kembali ke titik awal, yang pertama tiba, dia menang," tantang Jack, Arka hanya merespon cuek lalu memakai helmnya.
"Kudengar kau jago balapan, semoga kau masih hidup saat kembali," lanjut Jack, namun Arka masih bersikap cuek dan hanya menatap ke depan.
Kedua pembalap ini saling menatap dan terlihat persaingan yang kuat di antara mereka. Namun, Arka tetap tenang dan fokus pada persiapan balapan. Ia memeriksa setiap detail pada motornya, memastikan bahwa semuanya berjalan dengan lancar.
Setelah memeriksa motor dan memanaskan mesin, Arka dan Jack siap untuk memulai balapan. Semua orang yang hadir memenuhi sisi jalan yang sudah dipersiapkan sebagai tempat balapan, sambil berteriak-teriak dan memberikan semangat pada kedua pembalap.
Motor keduanya terdengar sangat bising ketika dihidupkan. Saat sudah siap, bendera satrter pun di kibarkan kemudian Arka dan Jack melesat dengan cepat di jalanan.
Ketika balapan dimulai, Arka dan Jack saling mengejar dengan kecepatan tinggi, melewati tikungan-tikungan tajam dan mengeksekusi trik-trik yang sulit. Pertarungan sengit terjadi antara keduanya, dan penonton yang hadir menjadi semakin terpukau dengan setiap detik yang berlalu.
Selama balapan berlangsung, Arka terlihat lebih unggul dibandingkan Jack. Arka berhasil mengendalikan motornya dengan baik dan mengambil jalur yang tepat, sementara Jack terlihat sedikit kesulitan dalam mengendalikan motornya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Arka berhasil memimpin balapan dengan cukup jauh dari Jack. Namun, Jack tidak menyerah begitu saja dan terus berusaha mengejar Arka.
Jack tetaplah Jack seorang gengster, sifat jahatnya telah melekat di dirinya. Saat tiba menuju jalan layang, Jack menendang motor Arka sehingga pindah ke jalur satu arah dan hampir bertabrakan dengan kendaraan yang melaju di depannya.
Tidittt! Tidit dittt...!!
Namun Arka berusaha menghindari setiap tabrakan yang akan terjadi sehingga hal itu terhindarkan karena kelihaian Arka mengendarai motor dan akhirnya Arka unggul kembali mendahului Jack.
Jack terlihat kesal sudah gagal mengalahkan Arka, tiba-tiba saat keluar dari terowongan, Jack mengeluarkan senjata api dan menembaki ban motor Arka yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga kecelakaan pun tidak terhindarkan dan Arka pun terjatuh sehingga berguling-guling.
Melihat rencananya berhasil, Jack menghentikan sepeda motornya sejenak dan tersenyum sinis, kemudian melajukan kembali motornya sehingga sampai di garis finish terlebih dahulu dan di sambut para penonton yang antusias.
"Horeee! Bos kita menang!," Teriak si Coki.
Saat mereka berteriak menyambut Jack yang menang karena kecurangan, Nino dan Kenzi merasa heran karena tidak biasanya Arka kalah dalamnya pertandingan. Lalu Kenzi mengatakan bahwa pasti ada sesuatu yang terjadi pada Arka, kemudian mengajak Nino untuk pergi mencarinya.
Saat Arka hendak membangunkan motornya dengan tertatih-tatih, munculah Kenzi dan Nino lalu berteriak, "Arka disana! Arka! Arka...!."
"Arka, kamu tidak apa-apa! Kenapa bisa begini?!," tanya Kenzi.
"Jack pastikan mengelabuimu bukan?!," sambung Nino.
"Dia menembak ban belakangku, jadi aku terjatuh."
"Sial! Dia menebakmu saat melaju dengan kecepatan tinggi! Dia sengaja ingin membunuhmu! Ayo kita kejar bedebah itu, dan kita balas!," Nino sangat emosi.
"Tenang dan berpikirlah! Mereka mempunyai senjata," cegah Kenzi.
"Kalau kita terus berpikir, dia akan segera pergi!," jawab Arka.
__ADS_1
"Merah akan membunuhnya kita!," jawab Kenzi lagi.
"Walaupun dia akan membunuhku! Aku tidak akan membiarkannya lolos!," jawab Arka seraya berteriak. Kemudian Arka naik motor Nino di ikuti Kenzi.
Saat Arka, Kenzi dan Nino sampai, Coki sedang mengoceh atas kemenangan bos nya itu. Dia membangga-banggakan Jack dan mencela Arka yang sudah kalah pertandingan. Kemudahan Arka berteriak jika pertandingan itu belum selesai.
Semua orang menoleh ke arah Arka seraya mentertawakannya karena mengira Arka emosi dan tidak menerima kelelahannya. Namun Arka menjelaskan jika Jack telah melakukan kecurangan dengan menembak ban motornya sehingga terjatuh. Karena seharusnya Arka lah yang menang.
"Ternyata kamu masih beruntung, kenapa? Kamu tidak menerima kekalahan ini?," kata Jack dengan angkuh.
"Ternyata begini cara main geng Elang! menipu dan main licik!," Teriak Arka.
"Itu semua terserah padaku, bahkan jika aku ingin aku bisa membunuhmu sekarang juga!," jawab Jack.
Mental seorang Jack bukannya merasa malu atau bersalah dia malah semakin menyombongkan dirinya dan menyuruh anak buahnya untuk memukuli mereka bertiga lalu melenggang pergi. Kini mereka sudah di kepung dan akan jadi sasaran empuk. Tapi sebelum itu, Arka segera mengendarai motor Nino dengan melesat cepat dan menabrak Jack sehingga terpental.
Di saat anak buah Jack fokus menolong bos nya itu, Arka, Kenzi dan Nino segera pergi meninggalkan tempat itu. Melihat kepergian mereka, Coki berteriak menyuruh mereka berhenti, namun teriakannya hanya di anggap angin berlalu.
"Kurang ajar kalian! Berani-beraninya mencelakakan bos kami!."
Coki kemudian membawa Jack ke rumah sakit untuk di rawat. Saat sedang menunggu di ruang ICU, Tiba-tiba seseorang yang berperawakan layaknya seorang gengster dan berkepala botak, datang mengunjungi Jack, dia itu Remon, bos mafia yang mempunyai banyak jaringan gengster dan terkenal di dunia hitam.
Coki dan semua orang yang berada disana menyambut dengan hormat kedatangan Remon. Kemudian Remon bertanya tentang siapa yang mencelakai Jack dan apa alasannya. Lalu Coki menjelaskan jika Arka pelakunya karena tidak mau menerima kekalahan balapan.
Setelah mendengar penjelasan Coki yang setengah-setengah, Remon meradang dan marah kepada Arka karena sudah berani mencelakai anak buahnya. Apalagi di saat semua orang disana meminta agar Remon membalas dendam untuk melenyapkan Arka. Kemudian Remon menyuruh Coki untuk mengumpulkan semua anggotanya dan menangkap Arka, Kenzi dan Nino.
Duh... Apa yang akan terjadi pada ketiga cogan itu ya...? 😱😱😱
Penasaran?? Ikutin terus ya episode selanjutnya... 😊
__ADS_1