
\*\*\*
Empat tahun kemudian...
Di sebuah klub malam yang dikenal sebagai milik geng Elang, suasana menjadi kacau dan terjadi keributan yang melibatkan beberapa orang. Pertengkaran ini terjadi antara anggota geng Elang dengan sekelompok orang yang tidak dikenal.
"Panggil menejermu! Keluar! Klub malam macam apa ini! Akan aku hancurkan semuanya!," ucap salah satu pelanggan yang membuat kacau sambil melempar barang-barang di sekitar.
"Hallo, ini aku...! Terjadi kekacauan disini! kami perlu bantuanmu!," ucap sang menejer pada seseorang di telepon.
Beralih ke tempat lain...
Nampak seorang perempuan berdiri memandang pemandangan yang luas dan indah dengan melipat kedua tangannya di perut. Dalam setelan serba hitam yang anggun dan rambut panjang bergelombang mengenakan topi, dia tampak begitu menakjubkan dan misterius.
Dia itu Sania, dengan penampilan yang benar-benar berbeda dari biasanya, Sania memutuskan untuk menyeimbangi kehidupan Arka yang kini menjadi salah satu bos cabang geng Elang.
Penampilannya yang dulu dengan rambut lurus dan feminim kini berubah dan tampil lebih berani di tambah riasan di wajahnya yang awalnya polos. Dan kini dia menjadi nyonya yang di hormati oleh setiap bawahan Arka.
"Dimana Nino? Bukankah hari ini giliran dia berjaga?," tanya Sania pada bawahannya setelah melaporkan kejadian di klub malam.
"Nona Keyla datang untuk menemui tuan Nino jadi mereka... Jadi...."
"Aku mengerti, mereka bertengkar lagi... aku akan mengurus ini."
"Nona Sania, apakah aku harus memberitahu tuan Arka?."
"Tidak perlu, Arka sedang rapat dengan Bos Remon, dia tidak punya cukup waktu untuk itu, serahkan padaku."
__ADS_1
"Baik!."
Sania memasuki klub malam yang penuh kekacauan dengan niat kuat untuk membereskan situasi tersebut. Dengan sikap tenang dan penuh kebijaksanaan, Sania mencoba berbicara secara baik-baik kepada orang-orang yang terlibat dalam kekacauan tersebut.
Dia mencoba bernegosiasi dengan mereka, menawarkan solusi damai dan berusaha mengatasi masalah dengan cara yang saling menguntungkan. Namun, orang-orang yang mengacau tampak tidak mengindahkan kata-katanya dan tetap bersikeras dalam perilaku mereka yang merusak.
"Jangan bersikap kurang ajar pada nona Sania!," ucap salah seorang pengawal Sania.
"Oh... Jadi ini kekasih Arka, jangan kira aku akan takut pada orang yang bernama Arka, meskipun dia datang sendiri aku tidak takut!," teriak pengacau tersebut, lalu dia menghampiri Sania dengan menodongkan senjata api ke wajah Sania, "Gadis ini cantik juga... Bagaimana kalau kamu menukar kekacauan ini dengan tubuhmu? Ha ha ha...."
Sania menyadari bahwa pendekatan damai tidak berhasil, dan ia harus mengambil tindakan yang lebih tegas untuk menghentikan kekacauan tersebut. Dengan keberanian dan keahlian bela diri yang telah dipelajarinya, Sania mulai melibatkan diri dalam mengatasi situasi dengan tegas.
Dia menggunakan keterampilan bela diri untuk mempertahankan diri dan melindungi orang-orang yang ada di sekitarnya. Meskipun dia berusaha untuk tidak melukai orang lain, dia tetap bertekad untuk menghentikan tindakan merusak dan menciptakan keamanan bagi semua orang yang berada di klub tersebut.
Melalui perjuangan dan keteguhan hati, Sania berhasil mengendalikan situasi dan menumpahkan energinya untuk mengembalikan ketertiban. Dengan bantuan petugas keamanan dan bantuan dari pengawalnya, mereka berhasil mengatasi kekacauan dan membuat klub tersebut kembali aman.
~
Dalam keadaan yang tegang, mereka saling berbagi informasi dan pengamatan yang mereka miliki tentang kejadian tersebut. Mereka mencoba menghubungkan petunjuk dan mencari tahu apakah ada kemungkinan adanya konflik antara geng Elang dengan geng lain.
"Mereka akan aku datangi besok dan lihat apa yang akan aku lakukan pada mereka!," emosi Arka sambil memukulkan tangannya ke meja.
"Kamu tidak perlu melakukan itu, mereka melakukan semua itu karena kehabisan uang... Aku sudah memperingati mereka agar tidak berulah lagi," timpal Sania.
Namun Arka merasa kurang setuju, "Kamu terlalu baik tapi kamu akan membuat kita terlihat lemah," ucap Arka kesal. "Nino, bukankah semalam jadwalmu untuk berjaga? Kenapa tidak memberitahu?!," lanjut Arka.
"Maafkan aku Arka, semuanya kesalahanku," jawab Keyla, saat melihat Nino merasa bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Kalian berdua tidak pernah serius, bagaimana kalau tadi malam terjadi sesuatu pada Sania?," ucap Arka, lalu Sania mencoba menenangkan Arka dan mengatakan jika Nino dan Keyla tidak akan mengulanginya lagi. Dan kondisi pun tenang kembali.
Namun, setelah beberapa saat, Arka membahas tentang pekerjaannya lagi lalu meminta pendapat Sania dan Sania pun berkata dan mengutarakan pandangannya, tapi kali ini Arka juga tidak sependapat dengan Sania hingga terjadi perselisihan pendapat lagi.
Melihat ketegangan diantara sepasang kekasih itu, Nino dan Keyla merasa tidak nyaman dan saling sikut. Lalu Keyla mencoba mencairkannya dengan memberikan daging panggang yang sudah matang dan di berikan pada Arka.
Arka berpikir sejenak dan melihat pada sepotong daging yang siap makan itu dan menerimanya namun di simpan di piring kembali. Rupanya, Arka masih unek-unek tentang pendapat Sania apalagi di saat Keyla mencoba mendukung apa yang di utarakan Sania.
Lalu Nino berkata pada Keyla jika dia tidak usah ikut campur karena perempuan tidak terlalu tau masalah itu. Keyla pun merasa tersinggung dan akhirnya mereka berdua pun ribut. Lalu Arka beranjak dari sana sambil emosi sehingga menghentikan keributan Nino dan Keyla lalu menatap kepergian Arka juga Sania yang terlihat tidak nyaman.
Pada malam harinya, Sania mencoba menghampiri Arka yang sedang berdiri di balkon dan nampak masih emosi.
"Arka, dari tadi siang kamu belum makan apapun... Aku akan buatkan mi untukmu ya?," ucap Sania sambil menyentuh Arka yang membelakanginya, namun Arka menghindari sentuhan Sania.
"Arka, kenapa kamu marah padaku? aku tau kamu masih memikirkan hal itu, tentang kamu yang tidak sependapat dengan Jack... Ya, kamu bisa membuat keputusannya karena kamu bos nya dan tidak perlu melibatkan Jack."
"Aku memang emosional dan aku tidak sepertimu yang berwawasan dan selalu tenang."
"Arka... Ini bukan masalah pribadi, di pertemuan besok kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan, kenapa marah padaku?."
"Aku marah pada diriku sendiri! Ini menyangkut Jack, orang yang selalu ingin menghancurkan diriku dan orang yang menyebabkan Kenzi masuk penjara! Ya, aku mengingatkanmu kalau Kenzi di penjara karena Jack menyuruh anak buahnya untuk membunuhmu, jadi... Lain kali jika kamu bicara tentang moral, ingatlah pada orang-orang yang sudah berkorban untukmu," tutur Arka lalu segera pergi.
"Bagaimana mungkin aku tidak memikirkannya....," batin Sania.
Sania menatap kepergian Arka dengan berlinang air mata. Mendengar perkataan Arka barusan, seolah membuka luka lama yang selama ini dia rahasiakan dari Arka, karena sampai saat ini Arka tidak mengetahui alasan sebenarnya Kenzi membunuh anak buah Jack pada saat itu.
Entah berawal dari mana, hubungan antara Sania dan Arka kini terlihat goyah. Seringkali mereka bertengkar hanya karena masalah kecil dan silang pendapat.
__ADS_1
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
Bersambung...