Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 35


__ADS_3

Saat tiba di markas Jack, Remon menyuruh anak buah Jack untuk segera melepaskan Nino.


"Nino, Kamu tidak apa-apa?."


Arka dan Kenzi membantu Nino yang berlumuran darah dan tidak berdaya untuk berdiri. Arka menatap Jack dengan sangat tajam dan menahan amarahnya. "Mereka ingin membakar rumahku!," ucap Nino.


"Jack! Apa yang kau lakukan!," Teriak Arka.


"Dia hanya bicara omong kosong! Aku tidak pernah menyuruh anak buah ku untuk membakar rumahmu, atau apapun itu!," jawab Jack, yakin.


"Lalu apa yang kau lakukan ini, kamu memukulinya hingga babak belur!," sambung Kenzi.


"Dia masuk ke markas ku dan tiba-tiba mengamuk tanpa alasan, anak buahku hanya memberinya sedikit pelajaran!."


Jack bersikeras bahwa dia tidak melakukan aksi pembakaran rumah Nino dan tidak tau sama sekali, lalu tiba-tiba Roy membawa kompan bekas minyak tanah dari satu tempat di markas Jack sehingga membuat semua orang tercengang dan meyakini jika Jack lah pelakunya.


Remon mencerca Jack karena sudah berani melawan perintahnya untuk tidak mengganggu Arka dan teman-temannya. Merasa terpojok, Jack pun melampiaskan kemarahannya pada Coki dan memukulinya karena sudah membuat onar dan berniat mengundang pertikaian antara dirinya dan Remon.


Sekeras apapun pukulan Jack, Coki tidak mengaku jika dia melakukannya. Coki hanya mengatakan hanya bercanda saja dengan menggertak mereka tapi tidak sampai berniat membakar rumah Nino.


"Jack, sudahlah! Sudah di ketahui jika anak buahmulah yang melakukannya, sekarang apa yang akan kau lakukan?," tanya Remon.


"Bos, aku rasa Coki hanya perlu meminta maaf saja, maka masalah ini selesai, kita tidak boleh menghukum anggota geng Elang di hadapan orang-orang asing itu!," jawab Jack sambil menunjuk Arka, Kenzi dan Nino.


"Hanya meminta maaf setelah kau mencoba membakar rumahnya?! Lalu aku akan memotong tanganmu dan aku hanya cukup meminta maaf padamu!!," teriak Arka.


"Apa yang aku katakan!," Jack tambah emosi saat mendengar ancaman Arka.

__ADS_1


"Jack! Diamlah! Jika mereka dari geng Elang, apa yang akan kamu lakukan?," tanya Remon sambil menunjuk wajahnya dan menuntut jawaban. Jack menatap tidak percaya dengan apa yang di katakan Remon tentang Arka yang akan jadi anggota geng Elang dan tidak bisa berkata-kata.


"Arka! Mulai sekarang, kamu jadi anak buahku, anggota dari geng Elang! Selama aku hidup, tidak akan ada yang berani menyentuhmu!."


Arka berpikir sejenak lalu mengiyakan perkataan Remon. Kemudian, Jack mencoba menolak dan mengatakan jika Arka tidak layak untuk menjadi anggota geng Elang dengan alasan sudah banyak dari anggota geng Elang yang Arka dan teman-temannya lukai.


Namun Remon tidak menghiraukan tolakan Jack dan mengatakan jika Arka dan dua temannya bisa membuktikan jika mereka layak menjadi anggota geng Elang dan suatu saat Jack dan anak buahnya akan berlutut dan meminta maaf saat melihat keberhasilan Arka menjadi anggota geng Elang.


Setelah itu, Remon mengajak


Arka, Kenzi dan Nino keluar dari markas Jack tanpa perkataan apa-apa lagi dari Jack, dia hanya menatap kesal kepergian ketiga pemuda yang selama ini sangat dia benci.


"Bos Jack, aku tidak memerintahkan mereka untuk menyulut api," ucap Coki.


"Ada orang yang sengaja menjebak kita, dan kita sudah masuk jebakannya," yakin Jack.


Di dalam mobil, Remon dan Roy sedang berbincang dan mengatakan jika usaha Roy sangat berhasil. Ternyata yang menjebak Jack adalah Remon sendiri karena ingin membuat Jack tidak berkutik dan tidak melakukan hal yang sudah di larangnya lagi, selain itu akhirnya Remon berhasil membuat Arka, Kenzi dan Nino bergabung dengannya.


Arka sedang duduk berhadapan dengan Sania dan mengatakan semua yang terjadi padanya dan Nino. Arka mengatakan jika dirinya dan Kenzi langsung membawa Nino ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.


Sania merasa bersedih dan khawatir karena Jack selalu saja menganggu mereka dan bertanya kapan akan berhenti. Lalu Arka bercerita jika Remon adalah bos mafia yang terkenal dan tidak ada yang berani melawannya. Oleh karena itu selama mereka bergabung dengan geng Elang, mereka akan aman dan baik-baik saja.


"Aku harap begitu... jadi, mulai sekarang aku tidak perlu membeli perban dan antiseptik lagi untukmu," ucap Sania merasa lega karena dengan begitu berarti Arka tidak akan berkelahi lagi. Setelah itu, Arka dan Sania saling berpelukan erat sebagai bentuk kasih sayang mereka.


Pagi harinya...


Arka dan Sania datang ke rumah sakit untuk menengok Nino yang sedang dirawat akibat luka-luka dari serangan pasukan keamanan yang bekerja untuk Jack. Kedua sahabatnya itu sangat khawatir dengan keadaan Nino dan ingin memberikan dukungan dan semangat kepadanya.

__ADS_1


Ketika mereka masuk ke kamar Nino, mereka melihat Nino yang di temani Kenzi dalam keadaan yang buruk, dengan wajah penuh lebab dan kepala berbalut perban.


"Nino, bagaimana kabarmu?" tanya Arka dengan lembut.


Nino tersenyum tipis. "Aku baik-baik saja, meski agak sakit, " jawabnya. "Kakak ipar... Maafkan aku karena setiap kali kamu harus melihatku babak belur," lanjut Nino pada Sania.


Sania mengangguk. "Kami sangat khawatir denganmu. Kami datang untuk menjengukmu, dan kami juga membawa seseorang yang juga peduli denganmu."


Sania keluar kamar sejenak dan membawa Keyla masuk.


"Keyla, ayo sapa Nino," ucap Sania.


"Hei! Kamu tidak apa-apa? Wajahmu sama seperti biasanya!," kata Keyla dengan nada malas.


"Keyla, kamu sudah berjanji tidak akan membuat keributan."


"Kenapa? Apa aku harus berbohong dan mengatakan jika dia tampan? Dia memang tidak tampan sama sekali," lanjut Keyla. Mendengar ocehan Keyla, Nino merasa geram dan menyuruhnya untuk keluar, jika tidak ia akan merasa semakin sakit katanya.


Tiba-tiba, Arka mendapat sebuah panggilan dan melihat Sania terlebih dahulu lalu mengangkat telpon tersebut. Kemudian Arka meminta Sania dan Keyla untuk keluar sejenak,


"Sania, ada sesuatu yang harus kami bicarakan," kata Arka, dan Sania pun mengangguk dengan sedikit heran dan segera keluar.


Setelah mereka tinggal bertiga di dalam ruangan, Nino meminta maaf karena sudah bertindak ceroboh. Lalu dia bertanya tentang kapan mereka akan bergabung dengan geng Elang. Tidak ingin membuat Nino hawatir, Arka berkata jika mereka akan bergabung hanya untuk waktu yang sebentar.


Namun, Nino cukup pintar dan mengatakan jangan memperlakukannya seperti anak kecil, karena dia mengerti jika mereka sudah bergabung dengan sebuah geng, maka mereka tidak akan bisa keluar masuk seperti di sekolah dan akan terjebak selamanya.


Cukup lama ketiga cogan itu berbincang di dalam membuat Sania merasa penasaran tentang apa yang mereka bicarakan. Namun, Sania tidak berani masuk dan mencari tau lebih. Sania mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2