
\*\*\*
Di sebuah gudang yang cukup besar, Coki dan banyak anak buahnya sedang beroperasi memproduksi obat terlarang. Tiba-tiba ada seorang anak buahnya yang mangabari jika Arka tidak masuk ke dalam jebakan mereka.
Kemudian Coki langsung mengabari Jack perihal tersebut sehingga Jack pun merasa marah karena tidak berhasil menjebak Arka masuk ke perangkap yang sudah mereka siapkan yaitu bentrok dengan polisi.
"Baj*ngan! Dia lolos dari rencanaku membunuhnya," umpat Jack.
"Bos, aku akan buat rencana untuk menyingkirkan Arka dalam waktu yang dekat," saran Coki, namun Jack menolak rencana tersebut dan memikirkan hal lain.
"Kamu fokus saja pada pengiriman barang kita ke luar negeri, masalah Arka... Aku punya senjata yang ampuh untuk menghancurkannya," kata Jack dengan tatapan jahat.
Beralih ke gedung tempat tinggal Sania dan Arka. Kini Nino segera menemui Keyla saat mengetahui mereka sudah pulang dan tiba di rumah. Nino terus membujuk Keyla untuk membiarkan Arka dan Sania bertemu.
"Kenapa kau menariku keluar?," tanya Keyla kesal saat mereka tiba di lantai bawah. "Apa kamu di suruh oleh Arka?," lanjutnya. "Benar... Aku sengaja membawamu kesini agar Sania tidak dengar, Keyla, aku mohon... Tolong izinkan Arka menemui Sania, ok? Aku sudah tidak tahan melihat Arka yang selalu galau kau tau?."
"Aku adalah sahabat Sania dan sangat mendukung Sania, jika dia tidak mau bertemu, aku harus apa hah?."
"Ok, ok... Aku mengerti, tapi apakah kita harus terpisah juga seperti ini? Mereka yang bertengkar tapi kau dan aku juga tinggal terpisah... Apa-apaan ini?," protes Nino.
Keyla tersenyum karena senang mendengar perkataan Nino yang terlihat merindukannya. Lalu ia berpikir sejenak dan berkata, "Lalu apa yang harus kita lakukan pada Santi? Jika tidak segera menyingkirkannya, Arka dan Sania cepat atau lambat akan terus bertengkar karenanya."
Nino mangut-mangut seolah mengerti lalu Keyla berkata lagi tentang dirinya yang tidak habis pikir pada sikap setiap pria yang selalu menyukai di dekati para gadis.
Mendengar hal itu Nino menjelaskan jika dirinya berbeda dengan pria yang Keyla maksud, karena sudah lama ini gadis yang paling di sukai Nino adalah Keyla dan tidak ada gadis lain di hidupnya.
Keyla merasa tersanjung dengan godaan Nino yang membuatnya berbunga-bunga. Tapi ia merasa kesal kembali saat Nino mengungkit Arka yang mengatakan jika Arka selama ini sudah mencoba menghindari Santi dan tidak pernah ke rumah lamanya lagi.
__ADS_1
Nino juga menjelaskan jika Arka dan Santi pernah berhubungan satu malam dan Arka tidak mungkin langsung mencampakkannya mengingat Arka adalah laki-laki yang menghargai wanita.
Keyla merasa membenarkan apa yang di katakan Nino itu, tapi ia berpikir kembali jika benar Arka menghindari Santi, kenapa dia selalu memakan makanan yang selalu Santi antarkan padanya dan menghiraukan setiap perhatian Santi?.
"A ha ha ha... Sebenarnya makanan itu tidak Arka makan, tapi semua makanan itu masuk ke dalam perutku," kata Nino sambil cengengesan.
"Keyla, apa kamu tidak bisa lihat betapa Arka sangat menderita? Semenjak Sania mencoba bunuh diri dia sudah tidak pernah tersenyum lagi... Dia sudah menjadi seorang yang sangat berubah."
Keyla berpikir sejenak dan berkata, "Kurasa dia benar-benar berubah... Hei! Tapi kenapa kamu memakan makanan gadis itu, hah?!."
"Aku... Perutku ~...."
Jekuk!
Wkwkwk... Keyla meninjau perut Nino hingga ia memekik lalu pergi meninggalkan Nino. "Aw!... Kenapa akhirnya selalu jadi salahku?... Aw...!." Dan Nino pun pergi ke arah berbeda.
"Benarkah? Apa Sania sudah memaafkan aku?," tanya Arka bersemangat saat Nino menemuinya di kantor dan membahas pertemuannya dengan Keyla.
"Aku tau, Sania memang tidak ingin bertemu denganku," ucap Arka dengan nada yang sangat bersedih.
"Hei, jangan bersikap seperti itu... Itu sangat menjijikkan...! Lebih baik kau simpan kata-katamu untuk Sania nanti... Jika Keyla dan aku ada di pihakmu, maka tenanglah dan tunggu saja kabar baiknya...."
Selain itu Nino juga mengatakan agar Arka meninggalkan Santi, karena jika ia masih bersama Santi maka dia tidak akan pernah bisa mendapatkan Sania kembali. Dan semua itu di pahami dan di setujui Arka.
Pada malam harinya, Arka pergi ke rumah lamanya untuk menemui Santi. Tidak seperti biasa, kini Arka datang ke rumahnya itu dengan membunyikan bel terlebih dahulu.
Santi, yang sedang merenung di kamar seketika menjadi sangat senang saat mendengar bel berbunyi dan langsung beranggapan jika itu adalah Arka.
__ADS_1
Lalu ia segera berlari dan membuka pintu, dan benar saja yang datang itu adalah Arka. "Arka?," sapa Santi dengan senyumnya, namun Arka nampak serius dan tidak menampakkan senyumnya sedikitpun.
"Sudah lama kamu tidak datang, aku kira aku bermimpi lagi... Kalau begitu aku akan buatkan sup ayam untukmu, awalnya aku akan mengantarkannya besok tapi kamu datang sekarang jadi bisa langsung di cicipi selagi hangat," kata Santi panjang lebar sambil hendak masuk ke rumah.
"Santi, tunggu... Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu."
Melihat ekspresi Arka yang serius, Santi merasa ada sesuatu yang tidak akan berkenan di hatinya, lalu ia mempersilahkan Arka untuk masuk terlebih dahulu dan mengatakan jika ada yang ingin dia tunjukan untuknya.
Dengan terpaksa Arka pun mengikuti Santi masuk ke rumah. Tidak lama, Santi keluar dari kamarnya dan memberikan buku piano milik Arka yang sudah dia perbaiki. "Aku tau kamu sangat menghargai buku ini, jadi aku susun kembali bagian-bagian yang robeknya."
Arka mengambil buku itu tanpa ekspresi dan berkata, "Santi, aku tau dengan mengatakan ini akan membuatmu terluka, tapi aku rasa tidak ada cara lain... Dengar... Aku tidak ingin kamu melakukan semua ini untukku, aku tidak pantas untukmu."
Santi hanya menunduk karena sudah tau pasti apa yang akan di katakan Arka itu. "Aku tidak ingin kamu terus melakukan hal yang akan membuatku merasa berat."
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu tiba-tiba saja mengatakan hal ini? Apakah karena Sania? Apakah dia masih marah padaku? Kalau begitu, aku akan bicara padanya," tanya Santi dengan air mata yang sudah berlinang di pelupuk matanya.
"Tidak ada hubungannya dengan Sania, sebenarnya... Walaupun Sania tidak memaafkanku, walaupun dia tidak ingin kembali padaku? Aku tidak akan bisa menerimamu... Santi, aku rasa sudah membuat kesalahan sehingga kamu salah paham padaku, aku sangat minta maaf padamu dan berhentilah mengunjungiku."
Santi menangis sambil menunduk dan tidak bisa berkata-kata. "Aku ada urusan dan harus pergi," kata Arka sambil beranjak pergi. Santi mengejar dan terus memanggil Arka namun Arka tidak menoleh dan terus pergi meninggalkan Santi yang menangis pilu.
Semenjak Sania kembali ke rumah, ia belum mengizinkan Arka menemuinya sampai saat ini. Sania masih merasa belum siap bertemu dengan Arka entah dengan rasa kecewanya atau perasaan lainnya.
Hingga satu minggu kemudian...
"Nino, aku sangat berterima kasih padamu, juga katakan pada Keyla jika aku sangat berterima kasih padanya atas semua usaha yang sudah dia lakukan," ucap Arka.
Ya, berkat usaha Keyla dan Nino, hari ini Arka akan bertemu dengan Sania tanpa sepengetahuannya dan memberikan sebuah surprice di tempat yang sudah Keyla dan Nino siapkan. Arka merasa beruntung mempunyai sahabat yang selalu mendukungnya, hingga di saat dia berada di titik lemah pun para sahabatnya itu selalu memberinya dukungan.
__ADS_1
Bersambung...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸