
Kondisi di rumah sakit sekarang, semua anggota geng Elang yang terluka mendapat perawatan dan diobati. Sementara itu, Sania juga telah sadar dari pingsannya dan luka di kepalanya telah ditangani dan di balut perban. Arka dan Keyla merawatnya dengan cermat, memastikan bahwa Sania mendapatkan perawatan yang memadai.
Sania pun sudah di perbolehkan pulang, dan kini mereka semua ada di ruang administrasi. Keyla memberi banyak perhatian pada Sania dan lukanya, namun tiba-tiba...
"Keyla! Aku sudah katakan padamu untuk menjaga Sania baik-baik!."
Teriakan Arka yang tiba-tiba seketika membuat semua orang yang berada disana merasa terkejut begitupun dengan Sania yang merasa bahwa semua itu adalah salahnya.
"Arka, jangan salahkan Keyla, aku sendiri yang ingin pergi dan melihatmu, jangan seret dia dalam masalah ini... Karena aku yang salah," tutur Sania.
Entah mengapa, saat ini Arka seperti sangat di kuasai oleh amarah apalagi saat mendengar perkataan Sania baru saja. Tidak di duga dan di sangka...
Plakkkkk!
Arka menampar Sania di hadapan semua orang yang menambah keterkejutan mereka, pasalnya selama ini Arka tidak pernah kasar pada Sania, maka sesuatu yang seperti mimpi saat Kenzi, Nino, Keyla juga anggota geng Elang melihat Arka melakukan kekasaran pada Sania.
"Apa kamu tau, kami nyaris saling membunuh karena hanya keinginanmu!," bentak Arka.
Sania membuka mulutnya sejenak karena dia juga sama sekali tidak menyangka kemudian berurai air mata. Sania melihat ke sekitar orang-orang yang melihatnya dan meminta maaf. Ia terus meminta maaf pada semua orang sambil mengatakan jika semua ini salahnya.
"Jika semua saudara-saudaraku mati apa permintaan maaafmu akan berguna? Hah!."
"Maafkan aku, a-ku sa-lah...." Sania terus berkata minta maaf dengan terbata-bata sambil menangis dan Keyla pun mencoba menenangkannya.
"Bukankah kamu berjanji akan tetap di dalam? Kenapa kamu tidak mendengarkanku! Kenapa?!," teriak Arka pada Sania dengan nada yang sangat tinggi.
"Cukup! Dia tidak seluruhnya bersalah! Berhenti terus memarahinya!," teriak Kenzi yang sudah tidak tahan melihat perlakuan Arka.
__ADS_1
"Apa kalian tidak lihat! Akibat keinginan kekasih ku ini semua saudara-saudara kita terluka! Apa yang akan aku katakan pada mereka?!," teriak Arka makin emosi.
"Sudah, sudahlah... Kalian berdua tenanglah jangan bertengkar," kata Nino menengahi.
"Apakah dengan menamparnya adalah solusi untuk semua ini?!," tanya Kenzi.
"Lalu aku harus apa? Apa aku harus sepertimu yang membawanya pergi dan menghilang seharian?!."
Akhirnya Arka meluapkan amarahnya pada Kenzi karena rasa cemburunya dan mengungkit kejadian dimana saat Kenzi membawa Sania seharian dan membawanya pulang saat pagi hari. Kenzi mencoba mencegah Arka untuk tidak mengungkitnya karena memang tidak ada yang dia sembunyikan dari Arka.
Melihat ketegangan yang terjadi pada Arka dan Kenzi, Sania pun terus meminta maaf dan mengangguk - anggukan kepalanya sehingga lukanya mengeluarkan darah kembali dan membuat Arka hawatir namun hanya membiarkan Keyla dan Nino merawatnya karena masih ada kemarahan dalam dirinya.
"Apakah kamu tau, dia terus berkompromi pada dirinya sendiri dan berusaha beradaptasi di duniamu, tapi apa yang kamu beri? Tamparan di wajahnya!," Kenzi bicara dengan sangat emosi lalu pergi dari hadapan Arka.
Nino yang berada di tengah-tengah sahabatnya itu merasa bingung dan harus melangkah kemana, pada akhirnya dia mengikuti Kenzi yang nampak marah saat pergi dan meninggalkan Arka yang nampak tersirat penyesalan.
"Kenzi! Tunggu!... Kita sudah bersaudara sejak kecil, apakah karena seorang gadis kalian harus bertengkar seperti ini?," tanya Nino yang berhasil mengejar Kenzi ke luar rumah sakit.
"Apa maksudmu? Apakah kita harus membiarkan Arka memukulnya seperti tadi?!."
"Bukan itu maksudku! Tadi banyak sekali anggota kita yang memperhatikan Arka, mereka ingin tau bagaimana Arka bisa menyelesaikan masalah ini... Kenzi, kamu lebih pintar, pasti kamu lebih paham."
"Saat kita bergabung ke geng, tujuan kita adalah ingin melindungi orang yang kita cintai, tapi sekarang! demi geng, kita memukul orang yang di lindungi, ini konyol sekali!."
Kemudian Kenzi hendak pergi dan menyuruh Nino untuk tidak mencegahnya jika ia masih menganggapnya saudara. Kenzi merasa butuh waktu dan ingin menyendiri dahulu. Meskipun Nino berteriak dan mengingatkan sumpah saudara mereka dahulu, Kenzi tetap pergi dan tidak menghiraukannya.
Kenzi menyusuri jalanan kota dengan motornya dan mengingat saat mereka bertiga bersumpah untuk menjadi saudara dan saling melindungi apapun yang terjadi, lalu mengingat kejadian akhir-akhir ini saat dirinya dan Arka sering bertengkar.
__ADS_1
Sedangkan Arka, kini dia berada di bar dengan botol minuman yang sudah banyak dia habiskan sehingga membuatnya mabuk berat dan nampak frustasi sambil meracu memanggil-manggil nama Sania. (Pemandangan yang sangat menyedihkan 🤧🤧🤧).
~
Saat keluar dari rumah sakit, keyla menasehati Sania tentang makanannya yang harus di jaga agar cepat pulih. Namun, di saat Keyla mengatakan akan mengantarnya pulang, Sania menolaknya karena dia merasa untuk saat ini dia tidak ingin bertemu dengan Arka dulu karena khawatir Arka masih emosi.
Mendengar itu, akhirnya Keyla pun menyarankan agar Sania ikut pulang ke rumahnya saja dan tinggal beberapa hari sampai Sania merasa tenang dan di setujui Sania.
Tanpa Sania dan Keyla sadari ada seseorang yang membuntuti mereka di belakang dan nampak menelpon seseorang,
"Bos Jack, gadis-gadis itu baru keluar dari rumah sakit, apa yang harus aku lakukan?."
"Ya, jangan bersikap halus pada mereka dan lakukan tanpa meninggalkan jejak."
Jack yang sedang asyik bermain judi nampaknya merencanakan sesuatu pada Sania dan Keyla. Remon yang berada disana juga merasa penasaran dengan apa yang akan di lakukan Jack saat ini, dan Jack hanya menjawab bahwa ada seseorang yang berhutang padanya tapi belum membayar jadi wajar jika istrinya bertanggung jawab atas hutang suaminya itu.
Benar-benar kurang ajar si Jack ini, bahkan dia menyembunyikan hal itu dari Remon, karena jika di ketahui olehnya otomatis Remon akan melarangnya untuk menyentuh orang-orang di sekitar Arka.
Di sisi lain, Nino membawa Arka pulang ke rumah dan membiarkannya istirahat. Arka yang masih ada kesadaran walaupun sedikit terus bertanya tentang Sania, lalu Nino pun memberitahunya jika Sania malam ini akan tinggal bersama Keyla di rumahnya.
"Tidak, jaraknya jauh dan terlalu berbahaya, aku akan menjemputnya," ucap Arka hendak berdiri sambil sempoyongan. Namun Nino mencegahnya dan berkata, "Hei! Tenanglah... Bagaimana kamu akan menjemputnya sedangkan kamu saja mabuk berat."
"Nino, aku sangat mencintai Sania... Aku tidak ingin kehilangan dia... Kenapa aku sangat bodoh dan memukulnya....."
Arka terus meracu karena menyesal dan ingin bertemu dengan Sania, lalu ia merasa kesal karena semua gara-gara Coki yang memulai keributan dan Arka pun hendak berdiri tapi malah muntah di sembarangan sehingga membuat Nino terpaksa mengurusnya sendiri.
Bersambung...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸