Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 15


__ADS_3

Hari itu...


Sania berjalan sendirian di halaman sekolah dengan langkah yang lambat, sambil memikirkan berbagai hal yang ada di kepalanya. Dia memandangi langit yang gelap karena mendung, dan berusaha menghilangkan perasaan sedih dan kekecewaannya yang masih terus menghantui dirinya.


Saat itulah dia melihat Kenzi datang menemuinya. Sesekali Sania mengambil nafas dalam-dalam berharap mendapat kabar tentang Arka.


"Sania, kamu baik-baik saja? Kamu dan Arka ~...."


"Kenzi, dimana Nino? Aku sudah lama tidak melihatnya."


Sania memotong dan mengalihkan pembicaraan Kenzi, berpura-pura tidak ingin membahas Arka karena dia merasa sangat sedih.


"Nino dan om Tedi sedang membantu Arka," jawab Kenzi.


Lalu Sania mengira jika Arka sedang bermasalah karena berkelahi lagi. Tapi Kenzi menyangkalnya dan mengatakan jika Arka sedang berkabung atas kematian neneknya. Sania merasa terkejut mendengar hal tersebut lalu meminta Kenzi untuk segera mengantarnya menemui Arka.


Awalnya Kenzi menolak, karena tidak semudah itu bolos dari sekolah apalagi untuk Sania yang tidak pernah nakal seperti dirinya yang keluar masuk tanpa izin. Tapi Sania mengatakan akan meminta izin dengan alasan sakit agar bisa di izinkan keluar. Dengan rencananya, akhirnya Sania mendapat izin dari kepala sekolah.


Sania menemui Kenzi yang sudah menunggunya di depan kantor dan bahagia karena sudah mendapat izin, tapi saat itu ketua osis yang mengejar-ngejar Sania melihat dan mendengar percakapan Sania dan Kenzi tentang alasan Sania yang di buat-buat.


Lalu ketua osis itu melaporkannya kepada kepala sekolah dan membuatnya kepala sekolah kecewa karena Sania sudah membohongi nya dengan alasan sakit tapi ternyata hanya untuk bolos bersama anak-anak yang selalu dia anggap berandal.


Sania naik motor Kenzi menuju tempat Arka berada. Saat di perjalanan Sania berpikir dalam hati,


"Bagaimana ini bisa terjadi... Arka... Dia pasti sangat bersedih. Dia ingin neneknya mengingatnya kembali, tapi sekarang nenek sudah meninggal."


Lalu Sania ingat sesuatu, "Kenzi, aku rasa Arka berada di tempat dia sering mengajakku untuk melihat pesawat terbang."

__ADS_1


"Kamu tau jalannya?... Baiklah, aku akan mengantarmu kesana. Pegangan yang erat."


Kenzi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya sampai di tempat landasan kapal terbang dan benar saja, di sana Arka berada.


Arka berdiri di dekat landasan pacu pesawat, menatap sedih pesawat yang sedang lepas landas. Dia merenung tentang kehidupannya yang berubah sejak kepergian ayahnya dan kematian neneknya. Arka merasa kesepian dan terasing dari lingkungannya, bahkan kehadiran Sania yang baru sebentar kini mereka harus terpisahkan.


Arka terus memikirkan Sania, gadis yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Dia merasa sedih dan terluka karena harus berpisah dengannya. Arka merenung tentang keputusannya untuk memutuskan hubungan dengan Sania, dan bertanya-tanya apakah dia telah membuat keputusan yang benar.


"Satu pemandangan yang indah saat melihat pesawat lepas landas."


Arka yang sedang terbawa dalam lamunannya tiba-tiba terkejut ketika melihat Sania muncul di hadapannya. Hatinya yang sedang hancur karena kehilangan nenek dan putus dari Sania terasa sedikit lega ketika melihat wajah Sania lalu berkata,


" Cita-cita ku sewaktu kecil ingin menjadi pilot seperti ayahku, itu adalah pekerjaan terhebat yang aku kagumi. Tapi, setelah kecelakaan pesawat yang menewaskan ayahku... Nenek tidak mengijinkan aku bergabung ke akademik militer."


Namun, air mata Arka langsung menetes begitu ia menceritakan tentang neneknya yang melarang Arka untuk menjadi seperti ayahnya. Karena neneknya tidak mau Arka mengalami kejadian yang sama seperti yang menimpanya ayahnya. Neneknya tidak mau keluarga satu-satunya lagi akan meninggalkannya juga.


Jadi neneknya berusaha bekerja keras menghidupi Arka meskipun hanya sebentar karena neneknya jatuh sakit dan mengalami amnesia. Bertahun-tahun Arka menunggu neneknya mengingat kembali tentangnya, tapi kini neneknya telah pergi untuk selamanya tanpa mengatakan apapun padanya.


Kenzi yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua, akhirnya berbalik arah dan membiarkan mereka berdua.


~


Setelah mendapat laporan dari ketua osis di kantor tadi, Kepala sekolah mendatangi rumah Sania untuk memberikan laporan kepada orang tua Sania tentang perilaku buruk Sania di sekolah.


Dia mengatakan bahwa Sania telah bolos beberapa kali dan memberikan alasan yang tidak masuk akal. Selain itu, nilai Sania juga telah menurun drastis dalam beberapa waktu terakhir. Orang tua Sania terkejut dan merasa kecewa dengan perilaku anak mereka.


Kepala sekolah juga menyarankan agar Sania tidak terlalu banyak bergaul dengan Arka karena perilaku Arka yang tidak baik di sekolah telah mempengaruhi Sania. Orang tua Sania menyetujui saran kepala sekolah dan berjanji untuk memperbaiki perilaku Sania di masa depan.

__ADS_1


Saat malam tiba, Arka mengantar Sania pulang ke rumahnya dan berpesan seperti biasa, Arka ingin Sania memainkan piano untuk di dengar Arka yang menunggu di bawah dan disetujui oleh Sania.


Namun, saat Sania masuk ke rumah, dia meliaht kedua orang tuanya sedang duduk menunggunya. Lalu Sania menyapa mereka tapi di balas dengan pertanyaan ayahnya yang bertanya Sania pulang dari mana.


Merasa terkejut, Sania lantas berbohong dan mengatakan jika dia dari rumah teman perempuannya. Tapi ayahnya terus bertanya kepada Sania dan setiap pertanyaan ayahnya itu di jawab secara tidak jujur oleh Sania sehingga membuat ayahnya marah, karena dia tau alasan Sania pergi dengan siapa.


"Kenapa kamu terus berbohong, Sania!."


"Ayah, neneknya Arka meninggal. Aku hanya membantunya."


"Apa hubungannya denganmu? Kamu bukan kerabatnya! Aku sudah mengatakan padamu beberapa kali, jauhi berandal itu! Kenapa kamu tidak mendengarkaku?!."


"Ayah, Arka tidak seperti itu...."


"Apa kamu ingin mengatakan jika di kantor polisi waktu itu aku berhalusinasi? Jelas-jelas dia itu seorang berandal kenapa kamu bergaul dengannya?!."


Ayah Sania terus memarahinya karena dalam waktu satu bulan ini, Sania sudah banyak berubah dan sering berbohong juga menentangnya. Juga nilai-nilai pelajarannya sangat turun drastis, dan semua itu karena pergaulannya dengan Arka.


Melihat amarah suaminya, Ibunya Sania mencoba menenangkan dan membela putrinya itu tapi malah kena marah juga dan menyalahkannya karena tidak menjaga dan mendidik putrinya dengan baik.


Mulai hari itu, ayahnya melarang Sania untuk keluar rumah dan menerima telpon tanpa seizinnya. Dan akan mengantar jemput sekolah Sania setiap hari. Sania mencoba membujuk ayahnya tapi tidak di dengarkan. Lalu ibunya menasehati Sania agar menurut saja agar ayahnya tidak semakin marah dan menyuruh Sania untuk berhenti bergaul dengan Arka.


Sania merasa sangat bersedih dan dia menoleh ke arah luar hawatir Arka mendengar kemarahan ayahnya itu.


Arka yang masih menunggu di luar merasa heran karena Sania belum juga memainkan piano, akhirnya dia memutuskan untuk pulang saja.


Cinta tanpa restu itu menyakitkan ya hu hu...

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...


__ADS_2