Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 30


__ADS_3

Sania merasa terkejut dan panik ketika mendapat kabar dari Nino bahwa Arka sedang dirawat di klinik karena terluka. Dia segera memutuskan untuk pergi ke klinik untuk melihat langsung keadaan Arka di temani Keyla.


Sesampainya di klinik, Sania membuka pintu dengan terburu-buru memasuki ruang perawatan di mana Arka sedang beristirahat.


Sania merasa sedih dan terharu ketika melihat Arka terbaring di tempat tidur dengan perban yang terbalut di pahanya dan berdarah. Arka terlihat lelah dan memejamkan mata, tidak sadarkan diri. Sania menitikan air mata ketika melihat kondisi Arka yang begitu rapuh.


"Arka...."


"Jangan hawatir... Dia baik-baik saja," kata Kenzi.


"Tapi dia keluar banyak darah...," lanjut Sania.


Sania segera mendekati Arka dan memegang tangannya yang terasa dingin. Dia merasa sedih dan takut kehilangan Arka. Sania merasakan denyut jantung Arka yang lemah dan dia merasa perlu untuk memberikan dukungan dan cinta kepada Arka selama proses pemulihannya.


"Arka... aku di sini. Aku tidak akan pergi ke mana-mana dan akan selalu bersamamu," ucap Sania dengan suara lembut sambil mengusap tangan Arka.


"Hei! Kenapa dia tidak di bawa ke rumah sakit besar saja! Klinik ini payah! Dia akan mati jika disini!, " Teriak Keyla menatap Nino dengan kesal.


"Hei! Apa kau bodoh! Jack akan menyergap kita di rumah sakit!," balas teriak Nino.


"Kenapa! Kita ada Pak Tedi, bukan?!," jawab Keyla tidak mau kalah.


"Om Tedi tidak akan selamanya berada di sisi Arka, kau sangat bodoh sekali!."


Keyla dan Nino trus berdebat hingga akhirnya Tedi datang dan melerai mereka berdua. "Sudahlah... Arka baik-baik saja, pembuluh darahnya tidak terpotong, jika malam ini dia tidak mengalami demam, maka dia akan cepat sembuh."


Kemudian Tedi menyuruh Nino dan Keyla untuk mengambil resep obat di apotek, awalnya mereka protes tapi pada akhirnya berangkat juga sambil ngedumel.


Setelah dua bocah itu pergi, Sania berkata pada Tedi, jika ia meminta membayar obat dan biaya perawatan Arka dahulu, karena saat ini dia tidak membawa uang, dan hal itu tidak di permasalahkan oleh Tedi karena dia memang wali Arka.


"Sania, entah apa yang harus aku katakan padamu, kamu rela meninggalkan rumah dan orang tuamu hanya untuk hidup menderita bersama Arka, kenapa?," tanya Tedi.


"Om Tedi, lebih baik sekarang kita fokus dulu pada penyembuhan Arka, apa khabar kita akan tetap merawatnya disini?," ucap Kenzi.

__ADS_1


"Besok, setelah dia bangun... Kita akan membawanya pulang, Arka bisa sembunyi dariku, jadi aku pikir Jack pun tidak bisa menemukannya di rumah."


Kemudian Tedi memberi nasihat kepada Sania, jika Sania sangat mengkhawatirkan keadaan Arka, maka cobalah dia berpikir untuk perasaan orang tuanya yang juga sama mengkhawatirkan Sania. Setelah mendengar perkataan Tedi, Sania pun merenung lalu memegang tangan Arka lebih kuat dan membelainya.


Sania menghabiskan sepanjang hari di samping Arka, memberikan dukungan dan semangat untuk membantunya sembuh. Meskipun Sania merasa sedih, dia mencoba tetap kuat dan mendukung Arka dalam masa-masa sulit ini. Dia berjanji untuk selalu bersamanya selama proses pemulihannya dan membantunya melewati masa sulit ini.


Esok harinya...


Arka akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Meskipun sudah diberikan perawatan medis yang cukup, kondisi Arka masih terlihat lemah.


Sania merasa senang dan lega melihat Arka pulang ke rumah, namun juga merasa khawatir dengan kondisi Arka yang masih lemah. Sania membantu Arka untuk berjalan menuju tempat tidur dan memberikan minum serta obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter. Setelah minum obat, Arka pun tidur dan istirahat kembali.


Sania terus memberikan dukungan dan perhatian kepada Arka selama proses pemulihannya di rumah. Dia membantunya untuk makan, minum dan beristirahat dengan cukup, serta selalu memastikan bahwa Arka merasa nyaman.


"Sania, kamu mau makan apa? Biar aku belikan," tanya Kenzi.


"Tidak usah, aku tidak lapar... Em, belikan saja untuk Keyla, dia juga belum makan," jawab Sania, saat melihat Keyla dan Nino tertidur di kursi rumahnya.


"Aku juga akan membeli makanan untukmu," jawab Kenzi lagi, kemudian pergi ke warung nasi.


Saat Kenzi berjalan keluar rumah, dia terus memikirkan kedekatan Sania dan Arka dan merasa tidak nyaman dan cemburu, lalu berkata pada dirinya sendiri, "Ayolah Kenzi! Apa yang kamu pikirkan?!."


Kenzi menggerutui dirinya sendiri karena sudah berpikir macam-macam tentang Sania, lalu secara kebetulan dia melihat orang tua Sania sedang mencari alamat rumah Arka. Kenzi segera bersembunyi dan menelpon Sania lalu menyuruh Sania untuk bersembunyi agar tidak din temukan orang tuanya.


Namun, Sania mengatakan, bahwa dia lebih baik menemui orang tuanya sekarang, karena cepat atau lambat mereka harus bertemu juga. Sania memutuskan akan bicara pada orang tuanya perihal dirinya dan Arka. Mendengar hal itu, Kenzi tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya memberi dukungan saja terhadap Sania.


"Ayah, aku pikir ini tempatnya, Pak Tedi mengatakan jika alamatnya berada di sini," ucap ibunya Sania.


Lalu ayah dan ibu Sania hendak naik ke atas menuju rumah sewa Sania, namun saat di depan lift Sania sudah ada menunggu mereka. Sebelum mereka menemui Sania, ibu Sania mewanti-wanti ayahnya agar bersikap lembut dan tidak bicara dengan emosi, kemudian mereka menghampiri Sania yang sudah merasa tegang.


"Sania... Ibu sudah bicara dengan ayahmu, kamu tidak akan kami kirim ke luar negeri dan akan membiarkanmu belajar di Indonesia saja, jadi yuk pulang ke rumah, Nak...," seru ibu Sania.


"Ibu... Aku tidak bisa pulang sekarang," jawab Sania.

__ADS_1


"Sania, kamu tidak bisa hidup dengan baik bersama pria itu kan... Lihatlah dirimu sekarang, ibu sangat sedih melihatmu, ke apa bisa berandal kecil itu menghukummu seperti ini."


"Ibu... Tidak seperti itu... Arka sangat baiknya padaku, dia selalu menjagaku," jawab Sania.


Merasa bujukan ibunya tidak berhasil, akhirnya ayah Sania yang sedari tadi diam dan memperhatikan saja, kini mulai angkat bicara dan menarik paksa Sania agar ikut pulang, namun Sania mencoba melepaskan tangannya dan berikukuh tidak ingin ikut bersama mereka.


"Suamiku... Jangan seperti ini, kamu sudah berjanji akan membujuknya dengan baik," kata ibu Sania.


"Dia sudah tidak mendengarkan kita jika bicara baik-baik, kita harus segera membawanya pulang!."


"Ayah, jangan paksa aku, aku tidak mau pulang!."


Plakkkkk!


Tamparan ayahnya mendarat lagi di pipi Sania sambil mengatakan, jika Sania tidak mau pulang tidak masalah, tapi dia akan membuat hidup Arka kesulitan dan akan menuntutnya atas penculikan gadis di bawah umur.


Lalu Sania berkata, jika ia akan tetap hidup bersama Arka dan jika ayahnya tetap ingin Sania pulang, maka dia akan ikut pulang, tapi dengan keadaan Sania yang sudah tidak bernyawa.


Mendengar hal itu ayah Sania semakin murka dan kecewa pada putrinya, karena putri yang selama belasan tahun ini dia urus dan lindungi, kini dia memutuskan meninggalkan orang tuanya hanya demi pria yang di cintainya.


"Sania, teganya kamu bicara seperti itu terhadap ayahmu, cepat minta maaf... Ayo kita pulang, Sania...," bujuk ibunya lagi sambil menangis.


Namun Sania malah berlutut dan memohon pada orang tuanya, "Maafkan aku karena sudah menjadi anak yang tidak berbakti, tapi aku sudah membuat keputusan, jadi lupakanlah aku dan jangan mencatiku lagi..."


Merasa sudah tidak tahan terhadap sikap putrinya itu, kemudian ayah Sania menyerah dan berkata, jika kini Sania bukanlah anggota keluarga mereka dan tidak ada hubungan apa-apa lagi, lalu membawa ibu Sania pergi dari hadapan Sania.


Ibu Sania terus memanggil putrinya itu agar berubah pikiran, namun Sania hanya menangis melihat kepergian orang tuanya. Kenzi yang sedari tadi berada disana menghampiri Sania dan berlutut mengimbangi posisi Sania, lalu memintanya untuk berdiri dan pergi dari sana.


Namun Sania malah terus menangis dan bersandar di bahu Kenzi. Dia terus mengatai dirinya bukanlah anak yang berbakti dan dia juga tidak ingin berbuat seperti itu hiks hiks hiks... Kenzi mencoba menenangkan Sania dan tetap membiarkannya menangis dan melepas kesedihannya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Bersambung...

__ADS_1


Lanjut next episode... πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


__ADS_2