
\*\*\*
Malam itu, Arka dan Santi menghabiskan setengah malam di atas gedung itu berdua sambil memandang pemandangan kota yang berkerlipan karena cahaya lampu. Santi juga berkata, jika mereka sudah menemukan Maya, ia akan mengajaknya ke tempat itu juga agar bisa menyaksikan keindahan yang sedang ia lihat sekarang.
Saat Santi asyik bicara, Arka hanya menatap kosong ke depan dengan pikiran yang begelayut di kepalanya. Santi mencoba meminta pendapat Arka namun tidak mendapat respon.
"Arka, apa kamu ada masalah? Bisa ceritakan padaku?."
Arka menoleh dan berpikir sejenak. "Bolehkah aku bercerita?," ucapnya. "Tentu saja," jawab Santi.
"Masa dahulu... Ada seorang pemuda yang sangat nakal dan menyukai seorang gadis manis... Namun, saat mereka berhasil bersatu... Ternyata banyak ketidak cocokkan antara mereka...." Arka terus bercerita dan Santi pun menyimaknya dengan terkesan.
Singkat cerita...
"... Pemuda itu selalu berpikir, jika gadis itu akhirnya bersama dengan sahabatnya, apakah dia akan jauh lebih bahagia...?," lanjut Arka sembari terus memikirkannya.
Santi merasa memahami dan terkesima. "Wah... Bagus sekali ceritanya, gadis itu sangat beruntung... Aku merasa iri padanya karena di cintai oleh dua laki-laki yang hebat...."
Arka merasa tertarik saat mendengar kesan Santi dan mencoba bertanya tentang pendapatnya. "Santi, jika gadis itu dirimu, siapa yang akan kamu pilih? Dan menurutmu gadis itu harus bersama siapa?."
Santi berpikir sejenak lalu berkata, "Tentu aku akan memilih lelaki yang pertama dan sangat dia cintai... Tapi, nampaknya dia lebih cocok dengan laki-laki yang kedua... Karena lelaki itu suka membaca dan si gadis suka bermain piano... Mereka terlihat cocok dan serasi."
Melihat ekspresi Arka yang tiba-tiba muram, Santi pun meminta maaf jika ia salah bicara namun Arka tidak menghiraukannya dan segera mengajak Santi pulang karena sudah larut malam.
Arka berjalan di depan Santi yang mengekor di belakang dan menatap punggungnya dengan tersenyum.
"Dia terlihat sangat tinggi, dan bayangannya menutupi bayanganku... Sepertinya dia bisa melindungiku... dengannya, aku tidak menakuti apapun...," batin Santi.
Lalu langkah Arka tiba-tiba terhenti dan segera mengajak Santi untuk bersembunyi di balik mobil yang terparkir. Saat itu, Arka melihat kebersamaan Jack dan Siska yang berjalan berdua dengan mesra.
__ADS_1
Arka segera membawa Santi masuk ke mobil agar tidak terlihat oleh Jack. "Memangnya mereka berdua siapa?," tanya Santi saat sudah berada di dalam mobil. "Bukan siapa-siapa, itu bukan urusanmu," jawab Arka sambil menerima telepon dari seseorang.
"Hallo? Ada apa?."
Arka terdiam sejenak dan mendengarkan perkataan orang yang menelponnya itu lalu segera menutup telponnya dan melihat ke arah Santi dengan tatapan rasa bersalah.
"Kita menemukan Maya," kata Arka dan Santi pun merasa sangat senang dan bersemangat. Kemudian Arka melajukan mobilnya ke suatu tempat.
Saat Arka dan Santi tiba di tempat tujuan mereka, nampak disana Nino dan Keyla juga beberapa anak buahnya sudah berada disana terlebih dahulu. Keyla menatap tidak suka saat Arka datang dengan menuntun tangan Santi namun tidak menggertaknya karena merasa ini bukan waktu yang tepat.
"Nino, bagaimana?," tanya Arka yang langsung berhamburan dan segera melepas tangan Santi. Nampak wajah Nino yang merasa kecewa saat memperlihatkan kondisi Maya yang sudah tergeletak menjadi mayat.
"Dia tidak tertolong, dia menggunakan obat secara berlebihan sehingga over dosis," ucap Nino.
"Maya! Mayaa...! Tidak mungkin! Huuu hu hu hu... Hiks hiks... Maya...! Santi menangis histeris saat melihat tubuh Maya yang sudah terkujur kaku. Arka mencoba menenangkan Santi yang sangat bersedih dan merasa kehilangan.
Santi terus menangis dan bersandar di pelukan Arka. Keyla juga merasa bersedih dan merasakan kehilangan yang Santi rasakan, tapi ia benar-benar terkejut melihat pemandangan di depannya sekarang.
"Jack sudah keterlaluan!," emosional Nino begitupun dengan Arka yang merasa lebih marah pada Jack. Lalu Arka menyuruh Nino untuk membongkar semua rahasia Jack atas penghianatannya terhadap Remon agar Remon bisa memberi tindakan pada Jack.
Beralih ke kediaman Jack. Coki yang baru tiba di rumah bos nya itu langsung mengabari jika Arka sudah mengetahui rahasia bisnis ilegal juga rencana jebakan untuk Remon dan sudah melaporkannya pada Remon.
Mendengar kabar itu, Jack langsung menghubungi Siska dan menyuruhnya untuk melakukan hal yang sudah dia minta, yaitu menyimpan barang bukti atas semua bisnis ilegalnya yang di atas namakan Remon.
Jack menyuruh Siska meletakkan buku catatan itu di tempat yang akan mudah di temukan polisi saat penggerebegan. Awalnya Siska merasa ragu, haruskah ia melakukan penghianatan besar itu pada suaminya sendiri.
Namun, setelah berpikir lagi, jika ia tidak melakukannya maka Remon akan mengetahui perselingkuhannya dengan Jack dan akan membunuhnya. Maka dengan berat hati, Siska pun menuntaskan tugas yang di berikan Jack padanya.
"Suamiku... Maafkan aku," kata Siska sembari meninggalkan kediaman Remon dengan beberapa koper di bawanya hendak kabur.
__ADS_1
Benar saja, dalam hitungan satu malam kabar bisnis ilegal itu sudah sampai ke polisi dan akan menangkap Remon. Tedi, yang baru tiba di kantor polisi untuk bertugas merasa tertarik untuk ikut melakukan penggerebegan dan penangkapan Remon.
Terlebih ini menyangkut kasus penyelundupan manusia yang sedang Arka dkk ingin selesaikan. Siapa tau ini akan lebih membantu mereka.
~
Saat pagi hari...
Di rumah Arka yang lama, nampak Santi masih menangis meratapi kepergian Maya yang tiba-tiba dan meninggal secara mengenaskan.
"Maya sudah mempunyai pacar, dan mereka sebenarnya akan menikah saat tabungan mereka terkumpul... Tapi aku sudah menghancurkan semuanya dengan mengajak Maya pergi hingga berakhir seperti ini hiks hiks hiks...."
Keyla merasa tersentuh saat melihat kesedihan yang Santi rasakan lalu memberinya minim agar lebih tenang.
" Santi, ini semua bukan salahmu... Tidak ada hubungannya denganmu, tenanglah..., "seru Arka. "Benar! Tidak ada hubungannya denganmu, semua ini adalah salah jakarta si brengsek itu!," timpal Nino.
"Biarkan dia menangis... Dia menghancurkan kebahagiaan sahabatnya, tidak ada yang bisa memperbaikinya apapun usahamu... Bagaimana dia tidak sedih," tutur Keyla, yang nampak menyesali sesuatu juga.
Kemudian Arka mengatakan jika ia tidak akan membiarkan kematian Maya ini menjadikan sia-sia. Ia berani akan membuat Jack semakin membayar semua kejahatannya.
Tiba-tiba Nino mendapat panggilan dari seseorang yang mengatakan jika rumah Remon kini disergap polisi karena laporan bisnis narkoba dan penyelundupan manusia.
Arka langsung mencemaskan Remon dan bertanya tentang keberadaannya dan Nino pun mengatakan jika Remon kini aman karena Roy berhasil membawanya ke suatu tempat yang aman.
Arka segera mengajak Nino untuk mengecek situasi dan hendak pergi dari sana. "Arka?," tetiba Santi memanggilnya dan menghentikan langkah Arka lalu menoleh dan berkata pada Santi secara lembut bahwa semua yang akan baik-baik saja.
Keyla yang berada di antara keduanya dan menyaksikan hal itu merasa keheranan dengan sikap Arka pada Santi juga sebaliknya. Lalu ia pun turut pergi dari sana.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Bersambung...