Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 16


__ADS_3

Pagi harinya, Arka menjemput Sania di tempat biasa. Tapi saat Sania keluar rumah, ayahnya sudah stanby di mobil menunggu Sania untuk mengantarnya. Sania yang melihat keberadaan Arka lalu memberi isyarat pada Arka jika ia akan diantar oleh ayahnya dan menyuruh Arka untuk pergi sendiri, Arka pun mengerti dan segera sembunyi agar tidak terlihat oleh ayahnya Sania.


Saat Arka sampai dan masuk kelas, Nino menyambutnya dengan berbagai pertanyaan,


"Arka, bagaimana, apakah kamu sudah bertemu dengan Sania dan menjemputnya?."


"Sania di antar oleh ayahnya, jangankan bicara, bertemu pun tidak." Arka merasa kecewa, lalu duduk di bangku.


Kenzi merasa heran tentang kepala sekolah yang tiba-tiba saja menemui orang tua Sania dan melaporkan hubungan Arka dengan Sania. Lalu Arka menyuruh Kenzi untuk menyelidiki siapa orang di balik semua itu. Tapi sebelum itu di lakukan, Arka sudah terlebih dahulu di panggil ke kantor oleh Kepala sekolah.


Saat Arka masuk ke kantor, ia melihat ayah Sania yang sudah berada di sana dan menatap Arka tidak suka. Terlihat mereka sedang berbicara tentang Sania lalu terhenti saat kedatangan Arka.


Kepala sekolah mendekati Arka dan berkata jika orang tua Sania ingin bertemu dan bicara dengannya. Kepala sekolah berpesan agar Arka bersikap baik dan tidak kurang ajar dan di mengerti oleh Arka.


Ayah Sania melihat penampilan Arka dari atas sampai bawah dengan tatapan tidak suka, setelan yang tidak pantas bagi seorang siswa dengan kancing baju yang di biarkan terbuka, lengan baju yang di linting dan sebuah kalung yang pakai, jauh dari kata baik untuk kerapihan seorang siswa. Tatapan ayah Sania pada penampilannya membuat Arka merasa tidak nyaman sekaligus gerogi (ketemu calon mertua hi hi hi).


"Pada pertemuan sebelumnya di kantor polisi, aku merasa tidak perlu bicara denganmu. Tapi demi Sania, aku harus mengatakan satu hal padamu sebagai orang tuanya, siapa namamu?."


"Arka, namaku Arka," jawab Arka.


"Hm, nama hanyalah sebuah simbol, aku tidak peduli siapa namamu. Aku hanya ingin kamu menjauhi Sania, karena dia tidak boleh berteman dengan orang sepertimu karena itu yang terbaik untuknya, aku harap kamu mengerti. Dan, ini..., aku turut berduka cita atas kematian nenek mu."


Ayah Sania memberikan sebuah amplop untuk santunan atas kematian neneknya Arka, tapi Arka tidak mau menerimanya karena dia mengatakan jika ayahnya Sania bukanlah kerabatnya jadi tidak ada hak untuk Arka menerimanya. Kemudian Arka berpamitan dan undur diri dari hadapan ayahnya Sania.


Setelah keluar dari kantor, Arka berjalan lambat kemudian duduk di bangku halaman sekolah dan menatap kosong lapangan basket. Arka memikirkan semua yang ayah Sania katakan. Saat itu, tiba-tiba Sania berada tepat di belakang Arka dan memanggilnya.


Arka menoleh ke arah Sania tapi melarang Sania yang hendak mendekatinya.

__ADS_1


"Jangan mendekat! Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa kita berada di level yang berbeda. Kita tidak boleh bertemu lagi."


"Arka, apakah ayahku menemui dan mengatakan sesuatu padamu? Jika benar, aku minta maaf padamu."


"Tidak ada hubungannya dengan ayahmu," Arka memejamkan matanya lalu berkata lagi, "Aku hanya merasa lelah. Aku tidak ingin berteman lagi dengan murid baik dan perempuan sepertimu."


Arka berlalu begitu saja meninggalkan Sania yang sangat bersedih, lalu mereka berjalan berseberangan arah dengan kesedihan mereka.


Beberapa hari berlalu...


Jarak di antara Arka dan Sania semakin menjauh, bahkan saat pulang sekolah, Arka mengacuhkan panggilan Sania dan malah pergi dengan Keyla yang sedang menunggunya di depan gerbang sekolah. Arka sengaja melakukannya untuk menghindari Sania.


Kemudian Arka membonceng Keyla dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga nyaris menabrak setiap kendaraan yang berada di depannya. Beberapa kali Keyla meminta Arka untuk menghentikan motornya dan melaju secara perlahan saja, tapi Arka seolah tidak mendengar dan semakin melampiaskan amarahnya.


~


Lalu Kenzi menghampiri Sania dengan sepeda motornya, lalu bertanya tentang keadaannya yang dijawab Sania baik-baik saja. Kenzi mengajak Sania untuk mengantarnya pulang tapi Sania menolak dan mengatakan dia akan pulang naik bus saja. Sania berterima kasih atas perhatian Kenzi tapi dia segera naik bus yang baru saja tiba.


Kenzi termenung melihat kepergian Sania dengan berurai air mata, lalu dia berkata dalam hati, "Apa yang aku lakukan?."


Kenzi merasa heran pada dirinya sendiri.


Sore menjelang malam, Nino sedang belajar bersama dengan Kenzi di rumah Arka. Mereka sedang belajar bahasa Inggris karena Kenzi ingin membantu Nino meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.


Namun, Nino terus mengeluh dan mengatakan bahwa bahasa Inggris itu terlalu sulit baginya. Kenzi mencoba memberinya semangat dan mengajari Nino cara-cara mudah untuk memahami bahasa Inggris. Namun, Nino masih merasa kesulitan dan tidak percaya diri.


Saat Nino asyik bercanda dengan Kenzi, terlihat Arka keluar dari kamarnya hendak balapan, Nino sempat mengingatkan Arka agar tidak terlalu sering balapan dan keluar malam karena dua hari lagi mereka akan menghadapi ujian akhir sekolah, tapi Arka tidak menghiraukannya dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Nino memanggil Arka agar kembali, lalu Kenzi menyuruh Nino untuk membiarkan Arka pergi, karena dengan begitu akan sedikit mengurangi beban masalah yang Arka hadapi dengan Sania.


"Hadeuh... Aku sudah mengatakan, cari perempuan yang selevel dengan kita. Jangan berpacaran dengan perempuan tingkat atas seperti Sania. Begini kan jadinya." celetuk Nino, kemudian duduk di kursinya dan mengeluhkan lagi jika dia tidak akan lulus ujian akhir sekolah kali ini.


Satu hari berlalu...


Hari ujian pun tiba, di saat semua siswa sedang sibuk mengerjakan ujian, Arka malah tidur di mejanya. Lalu gurunya pun menghampiri dan membangunkan Arka agar segera mengerjakan ujiannya.


Arka tidak menghiraukannya dan sama sekali tidak tertarik untuk hal itu, kemudian dia melanjutkan tidurnya kembali, hingga jam ujian pertama selesai. Gairah hidupnya seakan semakin terkikis semenjak berpisah dengan Sania hingga membuatnya frustasi.


Saat jam istirahat pun, dia hanya duduk sendiri dan termenung membuat kedua sahabatnya ikut prihatin dan menemaninya.


"Halah.... Bos, apa kamu berusaha untuk mengosongkan semua jawaban ujianmu?," tanya Nino.


"Apa? Aku mengisi jawabannya kok. Kenapa? Kamu tidak bisa isi? Tenang saja paling kita tidak naik kelas ha ha," jawab Arka.


"Diamlah... Kamu jangan menyumpahiku seperti itu. Kalau aku tidak naik kelas, ibuku bisa membunuhku," rengek Nino.


"Tenang saja Arka, kita kan masih punya Kenzi, dia akan membantu kita bukan ha ha."


"Kita bertiga adalah siswa yang paling payah di sekolah ini, pasti mereka akan berusaha untuk mengeluarkan kita dari sini," pesimis Arka.


~


Waktu istirahat sudah habis, jam kedua ujian akan segera di laksanakan. Saat akan mulai mengisi, Nino memberi Arka secarik kertas yang berisi jawaban. Niat hati Nino ingin membantu Arka mengerjakan ujiannya dengan mudah karena Arka tidak belajar untuk ujian, tapi Arka tidak menggunakannya dan mencoba untuk mengisi sendiri.


Tapi hal itu terlihat oleh kepala sekolah yang sedang mengawasi dan menyangka Arka sengaja membawa contekan. Pada akhirnya, Arka di panggil ke kantor untuk di interogasi. Karena membawa contekan saat ujian adalah hal yang sangat di larang dan akan di kenai sanksi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2