Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 71 - Pertikaian terbuka kembali


__ADS_3

\*\*\*


Arka dan Nino berjalan dengan semangat yang tinggi, membawa bukti kecurangan yang dilakukan oleh Jack. Mereka merencanakan untuk menghadapinya dan membalas perbuatannya yang jahat.


Tiba-tiba, saat mereka berada di tengah perjalanan, ponsel Arka berdering. Arka segera mengangkat panggilan itu dan ternyata itu adalah panggilan dari Santi. Meskipun terkejut dengan panggilan tersebut, Arka tetap menerima panggilan dan mulai berbicara dengan Santi.


"Hallo, Santi, ada apa?."


Nino merasa sedikit risih dan bingung dengan sikap Arka yang terlalu perhatian pada Santi. Dia tidak habis pikir mengapa Arka bersikap sangat baik terhadap gadis yang mereka tolong itu. Tapi ia hanya membiarkan saja dan tidak berpikir lebih jauh.


"Arka... Aku dengar dari Nino jika dia akan segera menemukan kapal untuk membawaku pulang."


"Ya, benar... Akan lebih baik untukmu karena jika lebih lama berada disini, maka akan berbahaya," jawab Arka. Santi nampak berdiam diri mendengarkan perkataan Arka.


"Lagipula aku dan Nino sekarang ini agak sibuk jadi tidak bisa mengunjungimu," lanjut Arka. "Hallo, Santi?."


"Ya... Aku mendengarkanmu, Arka... Terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan untukku... Tapi, sebelum aku pergi, bisakah kita bertemu untuk terakhir kalinya? Aku akan buatkan masakan untukmu...."


Arka berpikir sejenak lalu berkata, "Baiklah... Malam ini aku kesana."


"Arka... Bisakah kamu mengajak Sania juga?aku ingin kalian datang berdua."


"Sania?... Ekhem... Baiklah, aku akan mencoba bicara dengannya."


Setelah selesai bicara, Arka pun segera menutup telepon dan langsung mendapat godaan dari Nino. "Wuaaah...! Santi dan Sania akan bertemu, bukankah itu pertemuan rival dengan mata yang berbinar penuh kebencian... Ha ha ha...."


"Kamu jangan bicara konyol seperti itu, jika Sania mendengarnya maka dia akan salah paham."


"Iya, ya... Aku tau dan hanya bercanda, ayolah kita pergi."


Sementara itu, kini Santi duduk sambil menangis dan mengatakan pada dirinya sendiri jika ia tidak bisa menyukai Arka karena Arka hanyalah penyelamat untuknya.

__ADS_1


Dan menekadkan dirinya untuk mengubur jauh-jauh perasaannya untuk Arka.


Arka dan Nino tiba di tempat pertemuan para ketua geng dengan harapan untuk mendapatkan dukungan dalam misi mereka untuk menyelamatkan Remon dan membongkar kecurangan yang dilakukan oleh Jack.


Namun, mereka terkejut saat menemukan Jack dan Coki telah tiba lebih dulu dan berhasil menguasai suara para ketua geng.


Arka dan Nino merasa frustasi dan marah melihat keadaan ini. Mereka menyadari bahwa misi mereka untuk membongkar kecurangan dan menyelamatkan Remon semakin sulit dengan dukungan para ketua geng yang justru berpihak pada Jack.


~


"Sania, kamu jangan khawatir... Mungkin tidak akan seburuk yang kita bayangkan," ucap Keyla yang mencoba menenangkan kekhawatiran Sania terhadap apa yang akan dilakukan Arka saat ini.


"Aku tau... Tapi, jika Arka mengungkap perselingkuhan Jack dengan Siska, maka Jack pun akan mengungkap semua yang terjadi padaku...," tutur Sania.


Setelah berpikir keras, akhirnya Kenzi yang juga berada di rumah Sania pun berkata jika masalah itu akan selesai hanya dengan dua cara. Cara yang pertama adalah dengan membunuh Jack agar rahasia Sania selama ini tidak terungkap.


Namun, Sania langsung menolak cara itu karena merasa bukanlah cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. Sania juga mengatakan jika selama ini ia tidak bisa membalas budi atas apa yang sudah di lakukan Kenzi demi melindunginya, dia tidak ingin sampai berhutang budi lagi padanya.


"Kenzi, itu cara yang lebih payah, apa kamu sudah gila? Kamu sudah menyerahkan diri dan masuk penjara karena ingin menyembunyikan hal ini dari Arka, sekarang kamu mau mengungkapkannya? Gila!."


Dengan kepribadian Keyla tentu saja dia akan bersikap seperti itu, tapi untuk Sania sendiri dia merasa bimbang dan memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Sania... Arka sudah lebih dewasa sekarang, aku yakin jika kita memberitahunya secara baik-baik, dia akan bisa menerima kenyataan itu," tutur Kenzi.


Tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan Arka dan Nino yang marah-marah karena emosi seperginya dari tempat pertemuan tadi.


Nino ribut mengumpat orang-orang yang dulu setia pada Remon tapi sekarang mereka malah berkhianat dan mendukung Jack.


"Kita sudah meremehkan Jack, tidak aku sangka, dia bisa membeli orang-orang dengan waktu yang sesingkat itu," ucap Arka. Sania melihat Arka yang begitu gusar dan merasa khawatir padanya.


Kenzi melihat ke arah Sania dan hendak bicara pada Arka, tapi Sania langsung mencegahnya sehingga membuat Arka merasa penasaran dan menatap Sania juga Kenzi bergantian dengan penuh tanya.

__ADS_1


"Ada apa? Katakanlah... Kenapa kamu bicara ragu-ragu?," tanya Arka dengan wajah seriusnya.


Ke empat orang disana merasa tegang dan bingung harus mengatakan apa, lalu Keyla berinisiatif dan berkata jika mereka berencana untuk merayakan kekalahan Jack.


Inisiatif yang kurang masuk akal sih, tapi Keyla berharap Arka tidak mencurigai sikap mereka. Tapi Arka tetaplah Arka, dia mempunyai insting jika ada sesuatu yang di sembunyikan darinya saat ini, tapi tidak memaksakan diri untuk mengetahuinya sekarang.


Sementara itu, kini Jack dan Coki sedang merayakan kemenangannya dan tertawa lepas. Lalu Coki berkata jika ia merasa heran karena Arka dan Nino tidak ikut jadi tersangka padahal mereka sudah menuliskan nama mereka di buku catatan itu dengan sangat jelas.


Jack hanya mengatakan jika ia sudah memikirkan hal itu, dan kemungkinan terbesarnya adalah Siska yang tidak ingin mengkhianati Remon sehingga tidak menuruti perintahnya.


Kemudian Jack menyuruh Coki untuk menghancurkan tempat hiburan juga tempat-tempat yang di kuasai Arka agar menariknya ke dalam perangkap yang sudah di siapkan Jack.


Dalam hitungan jam, beberapa klub dan hotel kekuasaan Arka telah di hancurkan oleh geng yang di kuasai Jack. Nampak kerusakan terjadi di setiap tempat dan tidak terelakkan.


"Kalian tidak apa-apa?." tanya Arka pada orang-orang bawahannya ketika tiba di salah satu tempat yang sudah rusak tersebut.


"Kami baik-baik saja, tuan," jawab salah satu anak buahnya yang nampak babak belur.


"Keterlaluan di Jack, ini sudah toko kita yang ketiga!," emosi Nino.


"Nino, kumpulkan semua orang kita karena aku akan membereskan Jack dan melenyapkannya!."


Nino pun segera menghubungi setiap anak buahnya untuk berkumpul dan menyiapkan senjata. Kini, Arka nampak sangat marah dan akan menyerang Jack.


Dengan perginya Remon, pertikaian antara Arka dan Jack yang telah lama terpendam akhirnya terbuka kembali. Kedua geng yang mereka pimpin terlibat dalam bentrokan sengit yang mengakibatkan pertumpahan darah dan kekacauan di sekitar kota.


Dalam perjalanan konflik ini, Arka dan Jack terus saling berhadapan dalam pertarungan fisik dan strategi. Keduanya bertekad untuk mengalahkan lawan dan memenangkan pertikaian ini.


Di samping itu, ada satu hal yang lebih bahaya dan tersembunyi dari jiwa seorang gadis yang lemah. Kini dia sedang menunggu kedatangan Arka untuk menemuinya terakhir kali dengan hidangan makanan yang sudah di persiapkan.


"Aku akan tetap menunggu, karena Arka mengatakan jika ia akan datang...."

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2