Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 45


__ADS_3

Siang itu, Nino dan Kenzi sedang sibuk memilih jas untuk pesta malam nanti. Mereka berada di sebuah butik ternama dan memilih jas dengan hati-hati, memperhatikan setiap detail dan memastikan mereka terlihat sempurna untuk acara penting tersebut.


"Ha ha... Sempurna, aku terlihat sangat tampan bukan?," tanya Nino pada Kenzi sambil berlenggok dan bercermin di depan kaca yang besar.


"Aku tidak mengerti, apakah kita harus memakai baju seperti ini? Ini terlalu repot untukku," seru Kenzi sambil membenahi dirinya.


"Tentu harus, Roy mengatakan jika kita harus memakai baju yang rapi karena kita akan bertemu dengan orang-orang terhormat, selain untuk menghormati bos Remon siapa tau orang-orang yang hadir di pesta nanti akan lebih mengenal kita."


"Tak ku sangka ternyata kamu lebih ambisius... Dimana Arka?."


"Dia di depan, aku tidak tau dia sedang apa, sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian berdua? Kalian terlihat tegang sekali?."


"Tidak ada apa-apa di antara kami, kamu hanya berpikir berlebihan... Mungkin Arka sedang memikirkan om Tedi," jawab Kenzi.


Sementara itu, Arka duduk di sudut butik dengan wajah murung. Ia terlihat tidak peduli dengan pesta malam nanti dan lebih sibuk memikirkan Sania. Ia tidak dapat melepaskan diri dari bayangan Sania dan terus memikirkan tentang bagaimana kehidupannya akan berjalan tanpa wanita yang sangat dicintainya tersebut.


Nino dan Kenzi mencoba memancing pembicaraan dari Arka dan menanyakan mengenai acara malam nanti, namun Arka hanya menjawab dengan singkat dan terlihat tidak tertarik.


Nino dan Kenzi merasa sedikit khawatir dengan keadaan Arka dan mencoba mengalihkan perhatiannya dengan mengajak Arka untuk memilih jas juga.


Arka mengikuti mereka tetapi tetap terlihat tidak bersemangat. Ia hanya memilih jas dengan acuh tak acuh dan tetap sibuk dengan pikirannya tentang Sania dan rasa bersalahnya pada Tedi.


Saat sedang memilah milih, Tiba-tiba, pandangan Arka tertuju pada sebuah gaun cantik yang tergantung di rak sebelahnya. Gaun tersebut memiliki warna yang cocok untuk Sania dan ia yakin bahwa gaun tersebut akan membuat Sania terlihat cantik.


"Sania pasti sangat cantik saat memakai gaun ini...." batin Arka.


Tanpa pikir panjang, Arka melangkah dan menuju ke rak tersebut. Ia mengambil gaun itu dan membawanya ke kasir untuk membelinya. Nino dan Kenzi tersenyum mengerti dan memberikan dukungan untuk rencana Arka.


Setelah memilih jas dan membeli gaun, ketiganya pergi ke restoran terdekat untuk makan siang. Arka terlihat sedikit lebih bahagia setelah membeli gaun untuk Sania dan berharap bahwa hadiah tersebut akan membuat Sania merasa spesial dan teringat akan dirinya.

__ADS_1


Sore harinya, Nino dan Kenzi berada di bar milik Remon untuk beberapa tugas mereka. Kenzi sedang asyik berbincang dengan Nino juga seorang gadis yang di samping Nino. Seperti julukannya, Nino memang terkenal playboy maka dia tidak sungkan menggoda gadis tersebut.


Masih di tempat yang sama, keyla sedang asyik berkumpul bersama teman-temannya. Di tengah perbincangan mereka, salah satu teman Keyla mengatakan jika akhir-akhir ini dia tidak sering membahas Arka yang selalu di puja-pujanya, mereka menggoda Keyla dengan kemungkinan Keyla sudah punya gebetan baru.


Mendengar perkataan temannya itu, Keyla hanya tersenyum dan memikirkan laki-laki yang sering jadi teman bertengkarnya itu sambil tersipu malu. Dia tidak menolak kenyataan karena memang kini Nino berada dalam hatinya.


"Untuk apa kita mengejar seseorang yang bahkan tidak melihat kita, betul kan?." Di balas dengan anggukan dan dukungan dari teman-temannya. "Hah... Si bodoh itu, mungkin dia tidak tau kalau aku menyukainya... Sudahlah, aku ke toilet dulu."


Saat Keyla melangkah, dari kejauhan dia melihat keberadaan Nino yang sedang bersama gadis. Tiba-tiba saja darah Keyla menjadi mendidih dan segera menghampiri Nino dengan marah.


"Nino! Kamu brengsek!."


Plakkkkk!


Satu tamparan mendarat di pipi Nino yang merasa heran karena mendapat tamparan secara tiba-tiba tanpa alasan. Setelah itu, Keyla segera beranjak dari sana sambil menggerutu.


Di saat Nino berteriak protes Kenzi malah tertawa dan berkata, "Dia memang benar, apakah kamu tau cemburu itu apa?."


"Kalau dia cemburu kenapa menamparku?!," Nino berpikir sejenak sedangkan Kenzi hanya tersenyum dan meneguk minumannya. "Cemburu? Maksudmu dia menyukaiku?," tanya Nino dan Kenzi pun mengangguk.


"Tapi itu mustahil, bagaimana dia menyukaiku? dia selalu marah dan memukuli ku saat kami bertemu."


"Kamu tidak bisa melihat perasaannya di balik sikapnya yang dingin?," seru Kenzi dan Nino pun berpikir kembali lalu tersenyum seolah mengerti.


Di saat Nino merasa bahagia dengan kenyataan yang dia ketahui, tiba-tiba ada seorang pelayan yang memberitahu Nino jika Keyla kini sedang mabuk berat. Lalu Nino pun segera menghampiri Keyla yang sudah mabuk bersama teman lelakinya.


Nino merasa marah lalu mengajak Keyla pergi dari tempat itu namun Keyla menolaknya dan dia malah mengatai Nino. Setelah beberapa saat terjadilah keributan antara Nino dan pria yang bersama Keyla itu.


Namun seketika terhenti saat pria itu bertanya tentang status Nino dan Keyla, kemudian Nino pun langsung mengatakan jika dia adalah kekasih Keyla, lebih tepatnya calon kekasih Keyla. Mendengar perkataan Nino, hati Keyla menjadi luluh dan menyetujui pulang bersama Nino.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan pulang menuju rumah Keyla, kini mereka bertingkah tidak seperti biasanya. Keyla yang terlihat lebih pendiam dan Nino yang lebih tenang karena saling menyembunyikan perasaan mereka dan menjadi salah tingkah.


Akhirnya mereka sampai di depan rumah Keyla dan saling berpamitan, namun Nino merasa berat karena dia masih ingin bersama Keyla. Lalu Nino mengatakan jika yaa akan mengantar Keyla hingga masuk ke rumahnya yang berada di lantai atas dan di setujui Keyla.


"Terima kasih sudah mengantarku pulang."


"Sama-sama, aku pergi dulu, dah...."


Mereka saling melambaikan tangan namun Nino beberapa kali menoleh ke belakang seolah tidak mau memalingkan pandangannya dari Keyla hingga akhirnya masuk ke dalam lift.


Nino merasa bahagia dan tersenyum sendiri, dia tidak menyangka dirinya yang di kenal sebagai playboy cap kuda akan merasakan hal yang berbeda pada Keyla, mungkin itu cinta sejati pikirnya.


Ting!


Tiba-tiba Nino mendapat pesan lewat handphone-nya dan dia lihat itu adalah pesan dari Keyla yang berbunyi, "Aku tau jika aku sangat tidak tau malu, tapi sekarang aku ingin meciummu."


Mendapat pesan tersebut seolah membuat Nino memenangkan lotre dengan hadiah yang banyak. Dia segera bergegas kembali naik ke atas menuju rumah Keyla. Dan saat lift terbuka, terlihat Keyla sudah menunggunya di depan pintu rumah.


Dengan bahagia Nino tergesa-gesa menghampiri Keyla dan kini mereka saling menatap dan tersenyum. Tanpa menunda waktu lagi, akhirnya Nino mulai melancarkan aksinya yang sudah sangat lihai karena ini bukan pertama kali baginya.


Nino mencium Keyla secara agresif dan mendapat respon yang sama dari Keyla sehingga mereka saling menyecap dan menikmatinya. Suasana yang sepi membuat mereka dengan santai melakukannya dalam waktu yang cukup lama.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...


Lanjut next episode...


Tapi sebelumnya kasih dukungan dulu dong, biar author tambah semangat up nya.. πŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2