Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 32


__ADS_3

Di sebuah warnet yang ramai, Nino duduk di depan komputer dan sedang asyik bermain game online. Sementara itu, di sampingnya, Kenzi duduk di depan komputer lain dan sedang mencari informasi tentang piano.


Kenzi ingin membeli sebuah piano baru untuk Sania. Dia sedang mencari informasi tentang harga dan merek-merek piano yang terbaik. Dia memeriksa situs web dan forum musik untuk mendapatkan saran dan rekomendasi dari para ahli musik.


Sementara itu, Nino tidak terlalu memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Kenzi. Dia masih asyik dengan game yang sedang dimainkannya dan terus berkonsentrasi untuk memenangkan level tertinggi dalam game tersebut.


Setelah beberapa saat, Kenzi berhasil menemukan informasi yang dia butuhkan tentang piano. Dia mencatat beberapa merek dan model yang direkomendasikan oleh para ahli musik, dan juga mencatat harga-harga yang ditawarkan oleh toko musik online. Tapi dia mengernyitkan keningnya karena harga sebuah piano tidak semurah itu.


Setelah selesai mencari yang di butuhkan, Kenzi beranjak dan hendak pergi membeli rokok terlebih dahulu sedangkan Nino masih asyik bermain. Saat di pinggir jalan, langkah Kenzi terhenti saat ada sebuah mobil menghampirinya, dan ternyata itu mobilnya Remon. Kemudian Kenzi di ajak masuk ke dalam mobil itu dan berbincang sejenak.


Setelah bertemu dan berbincang dengan Remon, Kenzi menuju rumah Arka dan Sania meminggalkan Nino sendiri yang masih asyik di warnet.


Tok! Tok! Tok!


Sania sedang duduk di ruang tamu rumahnya bersama Arka ketika tiba-tiba ada ketukan di pintu. Dia bangkit dan membuka pintu, dan di depannya ternyata Kenzi yang datang berkunjung.


Sania menyambut Kenzi dengan senyuman dan mempersilakan dia masuk ke dalam rumahnya. Saat itu, Arka sedang sibuk melukis gambar piano di dinding ruang tamu. Kemudian Sania memanggil Arka yang lalu menghentikan pekerjaannya.


"Kenzi lihatlah... Arka membuatnya untukku, bagus kan?," tanya Sania dengan sangat senang.


"Tidak terlalu bagus juga," jawab Arka.


Kemudian Sania memerhatikan gambar piano dengan seksama dan mulai memeragakan seolah dia sedang memainkan piano dengan sangat mahir, sambil menekan gambar tuts piano.


Sania terlihat sangat bahagia dan tersenyum lebar saat memainkan piano, bahkan kadang-kadang dia menyanyikan beberapa lagu tanpa ada melodi yang benar-benar dikeluarkan dari piano. Arka dan Kenzi pun melihat dengan senang.


~


Kini, Arka dan Kenzi sedang duduk di kursi taman di dekat rumah Arka. Mereka sedang memberi makan burung-burung kecil yang datang berkumpul di sekitar mereka. Burung-burung itu terlihat sangat lucu saat mereka berterbangan kecil untuk mencari makanan yang diberikan oleh Arka dan Kenzi.


"Kenapa tiba-tiba kamu menelponku?," tanya Arka.


"Baru saja Remon menemuiku dan mengajak kita bertiga untuk bergabung dengan geng Elang," jawab Kenzi.

__ADS_1


"Lalu apa yang kamu katakan?."


"Aku hanya mengatakan jika hal itu mustahil, tapi dia berharap kita memikirkannya."


"Untuk apa kita memikirkannya, sudah jelas kita tidak akan bergabung dengan mereka. Om Tedi sudah berpesan, bagaimanapun kita berandal, kita tidak boleh sampai bergabung dengan mafia," jelas Arka, tegas.


"Aku hanya berpikir tentang Jack yang sudah kita singgung," lanjut Kenzi.


"Memangnya kenapa? Kita tidak takut padanya."


"Aku tidak takut padanya, tapi yang aku khawatirkan bukan kita target balas dendamnya, mungkin... Targetnya Sania."


Arka terperanjat saat mendengar perkataan Kenzi, lalu dia mengatakan jika bergabung dengan geng Elang pasti bukan jalan satu-satunya dan meminta Kenzi untuk mengatakan pendapatnya tentang jalan keluar lain. Namun Kenzi menjawab, jika ada jalan lain dia tidak akan membahasnya dengan Arka saat ini. Lalu Arka melempar makanan burung itu dengan emosi sehingga burung-burung terbang berhamburan.


~


Di markas geng Elang, terlihat Jack yang sedang memarahi anak buahnya karena sakit yang masih dia rasakan akibat di tabrak oleh Arka. Coki mencoba membujuk bos nya itu agar tidak marah lagi.


Jack yang memang sangat membenci Arka merasa tersulut dan emosi saat mendengar perkataan Coki. Lalu dia menyuruh Coki melakukan sesuatu pada Arka tapi jangan sampai membuat Remon yang Jack katakan sebagai lelaki tua, marah. Meskipun bos nya, Jack tidak menghormati Remon saat di belakangnya.


Mendapat persetujuan dari Jack, Coki mengutarakan ide gila nya yang membuat Jack merasa senang dan memujinya sebagai anak buah yang handal dan dapat di andalkan.


Pagi itu...


Nino sedang bicara di telepon sambil membantu ibunya beres-beres warung. Tiba-tiba dari arah belakang datang dua orang yang mengendarai motor menghampiri Nino dan menyalakan beberapa petasan sehingga mengenai Nino.


Duarrr! Duarrr Duarrr...!


"Aku kaget! Woi siapa yang melakukan ini! Berhenti!," Teriak Nino sambil mengejar dua orang tadi yang langsung melesat secepat kilat.


"Bedebah!."


Kemudian Nino menghubungi Kenzi dan memberi kejadian yang menimpanya baru saja. Nino memperingatkannya Kenzi agar berhati-hati dan di mengerti oleh Kenzi.

__ADS_1


Kenzi yang sedang bekerja di toko alat elektronik, tiba-tiba toko yang dia jaga di datangi dua orang yang tidak dia kenal dan langsung memukuli pemilik toko juga merusak sejumlah barang yang ada disana.


Kenzi hendak melawan namun pemilik toko di sandera preman-preman tersebut sehingga Kenzi tidak berkutik. Kenzi di ancam jika dia masih bekerja di toko itu maka mereka akan mengacau setiap hari kesana, setelah itu mereka pergi. Karena kejadian itu, akhirnya Kenzi di pecat dari pekerjaannya.


Keesokan harinya...


Nino mengetuk-getuk pintu rumah Arka dengan keras, namun saat pintu di buka terlihat Keyla yang langsung menutup pintunya kembali dan menguncinya tanpa membiarkan Nino masuk.


"Keyla, siapa itu?," tanya Sania yang sedang duduk berkumpul bersama Arka dan Kenzi.


"Bukan siapa-siapa, hanya anjing gila," jawabnya.


Arka dan Sania saling melirik dan tersenyum, lalu Sania mengatakan jika itu pasti Nino lalu berdiri dan membukakan pintu untuknya. Saat pintu terbuka, Nino langsung mendumel mengatai Keyla dengan sebutan perempuan sundal, namun Keyla seolah tidak mendengar dan hanya berpura-pura tidak melihat Nino.


"Keyla, Sania memerlukan sesuatu bisa kamu menemaninya ke minmarket?," ucap Arka.


"Oh, ya, tentu saja... Yuk Sania," Keyla menuntun Sania namun sebelumnya dia sengaja menabrak Nino terlebih dahulu dan membuatnya kesal. Arka dan Kenzi hanya menertawakan sikapnya itu.


Seakan mengerti maksud Arka, Keyla segera membawa Sania pergi dari sana agar tidak mendengarkan pembicaraan ketiga cogan itu. Sania yang merasa heran hanya menurut saja tanpa banyak bertanya.


"Nino, seberapa parah?," tanya Arka langsung pada pertanyaan inti karena sebelumnya Nino sudah mengatakan permasalahannya lewat telepon.


"Hari kemarin mereka menyalakan petasan dan hari ini mereka membuang kotoran yang banyak di warung ibuku, sepertinya sebentar lagi kami akan bangkrut," jawab Nino.


"Lalu kamu Kenzi, bagaimana?," tanya Arka lagi.


"Bosku memecatku dari pekerjaan."


Arka berpikir keras mengenai kejadian yang menimpa orang-orang di dekatnya itu. Dia mengkhawatirkan kejadian yang serupa akan menimpa Sania.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2