
\*\*\*
Menempuh perjalanan selama satu jam, kini Arka dan Santi sudah sampai di tempat Maya di makamkan. Kemudian Santi segera menuntaskan keperluannya disana sedangkan Arka menunggu Santi tidak jauh dari tempat Santi berada.
Secara kebetulan, Coki dan beberapa anak buahnya juga berada di tempat tidak jauh dari pemakaman. Mereka disana sedang bertransaksi obat terlarang yang lalu melihat keberadaan Arka.
Pada awalnya, Coki ingin melarikan diri karena takut menghadapi Arka. Tapi setelah di pikir lagi, mungkin ada kesempatan untuk menyerang Arka menimbang mereka memiliki banyak orang di banding Arka yang terlihat hanya sendiri.
"Bos, ternyata Arka bersama seorang perempuan."
"Benarkah?." Coki melangkah lebih dekat untuk melihat situasi. "Ha ha... Ternyata dia mengganti kekasihnya dengan mudah."
Saat ini, Arka merasa ingin buang air kecil dan hendak mencari toilet. Lalu pada saat Santi sudah berada di sampingnya, Arka menyuruh Santi untuk menunggunya di dalam mobil dan mengatakan akan segera kembali.
Tidak berselang lama, setelah Arka pergi tiba-tiba ada seorang pria yang mengetuk kaca mobil Arka. "Ada apa?," tanya Santi polos. "Nona, Anda di minta bos Arka untuk menemuinya di sebelah sana karena ada satu urusan."
"Aku?." Pria itupun mengangguk.
Saat Arka tiba di mobil, ia terkejut karena mendapati pintu mobilnya terbuka dan Santi tidak berada di sana. "Santi! Santi?." Arka merasa cemas karena Santi menghilang begitu saja dan tidak bisa menemukannya di sekitar tempat itu.
Dan ternyata, Santi di culik oleh Coki dan kini ia di bawa ke markas Jack. "Lepaskan aku!," teriak Santi yang di giring kasar. "Diam kau ja*ang!," teriak Coki. "Bos, lihatlah... Aku dapatkan umpan yang manjur ha ha ha...," lanjutnya.
"Apa dia pacar baru Arka?," tanya Jack sambil menelisik penampilan Santi. "Aku rasa begitu Bos, Dia adalah gadis yang kabur saat kita selundupkan dan di ambil Arka secara mati-matian, jika bukan pacarnya untuk apa Arka melakukan hal itu."
"Aku bukan pacarnya! Aku hanya di kasiahani olehnya!."
"Ha ha ha... Kalau begitu, kau sangat kasihan...." Jack mengendus aroma Santi dan menikmatinya. "Kau terlihat mirip dengan mantan kekasihnya, aku rasa kau harus di per*osa juga."
"Apa yang ingin kau lakukan!." Sekeras apapun Santi berteriak, Jack hanya mengacuhkan teriakan Santi dan menyuruh Coki menyusun rencana menjebak Arka.
__ADS_1
Kini Arka duduk di rumah lamanya dengan gelisah, hingga Nino dan Keyla tiba disana dan bertanya tentang keberadaan Santi yang masih belum di temukan.
Keyla merasa lebih khawatir karena dengan begitu kepulangan Santi akan jadi terhambat lagi. Lalu ia berpikir jika mungkin Santi sengaja menghilang karena tidak ingin kembali ke kampungnya, tapi Arka mengelaknya karena Santi sudah berjanji padanya dan setuju akan pulang.
Di tengah kecemasan mereka tiba-tiba ponsel Arka berdering dan pada saat mengangkatnya ia langsung mendengar suara Santi yang berteriak agar tidak menghiraukannya karena itu adalah jebakan untuknya.
"Santi! Kamu dimana?."
"Arka, kenapa kamu selalu apes dan wanitamu selalu jatuh ke tanganku?."
"Jack! ternyata ini ulahmu!."
"Menurutmu, apa yang harus aku lakukan padanya? Apa aku suruh anak buahku untuk memper*osanya?."
"Jangan lakukan apapun padanya, jika tidak! Aku tidak akan pernah membiarkanmu lolos!."
"Oh... Arka marah... Aku tidak takut... A ha ha ha...."
Tidak berpikir lama Arka langsung menyetujuinya meskipun Nino mencegahnya. "Arka! Kamu jangan gegabah! Syarat apa yang di katakan Jack itu?." Meskipun Nino bertanya beberapa kali namun Arka tidak berniat memberitahu Nino tentang syaratnya.
"Apa? Arka akan keluar dari geng dan membiarkan Jack jadi pemimpin?."
Sania sangat terkejut saat Nino mengabarinya tentang rencana Arka. Nino dan Keyla yang duduk di kursi rumah Sania merasa gugup karena mereka takut salah menyampaikan kabar.
"Benar Sania, dan itu akan di bahas pada rapat nanti," jawab Nino. "Sebenarnya apa yang terjadi sehingga Arka memutuskan hal itu?," tanya Sania lagi.
Nino dan Keyla nampak gugup dan mengatakan jika mereka juga tidak tau alasan pasti Arka melakukannya. Lalu Sania berpikir mungkin alasan Arka adalah karena sesuatu yang sudah menimpa dirinya dan dia hendak menemuimu Arka, tapi Kenzi mencegahnya.
"Sania, sudahlah... Ini mungkin sudah keputusan Arka, bukankah ini lebih baik jika Arka meninggalkan dunia hitam yang berbahaya dan menjalani kehidupan biasa saja?," seru Kenzi.
__ADS_1
"Aku tau... Jika Arka ingin keluar dari geng, aku sangat mendukungnya, tapi firasatku mengatakan tidak sesederhana itu, pasti ada alasan lain... Sebenarnya ada apa? Katakan sejujurnya, aku akan menerimanya," tutur Sania.
Namun, sekeras apapun Sania meminta jawaban, keyla dan Nino hanya terdiam karena memang mereka tidak tau pasti. Melihat kedua temannya semakin gugup terlebih Keyla yang terus memainkan jemarinya, Sania tidak bisa terus memaksakan kehendaknya, dan akhirnya Kenzi, Nino dan Keyla pulang.
Di sisi lain, kini Coki dan Santi berada di dalam mobil berdua yang melaju menuju ke suatu tempat. "Kamu tenang saja, jika Arka sudah mengundurkan diri dari geng, maka kamu akan segera terbebas," ucap Coki, namun Santi tidak menghiraukannya dan hanya berpaling muka.
"Aku tidak menyangka jika kamu sepenting itu untuk Arka...." lanjut Coki sambil sesekali menyentuh wajah Santi. "Kamu ternyata cantik juga... Jika urusan ini selesai kamu akan bebas tanpa tergores sedikitpun, tapi sebelum itu...."
Coki mulai bersikap kurang ajar dan melecehkan Santi dengan menyentuh pahanya. Santi terus menghindar agar dirinya tidak disentuh tapi Coki malah semakin tertantang dan terus berusaha membuka rok yang di pakai Santi.
Merasa terancam, Santi pun melakukan pemberontakan sehingga mobil yang di kendarai mereka oleng dan akhirnya menabrak tiang listrik di jalan raya.
"Arrrggghhh!."
Keduanya menjerit sesaat hingga akhirnya Coki tidak sadarkan diri karena kepalanya terbentur ke stang. Beruntung dengan Santi, meskipun kepalanya terbentur juga tapi Santi bisa bertahan dan keluar dari mobil.
Lalu ia berjalan sempoyongan dan mencari jalan agar bisa sampai di rumah sambil bergumam memanggil-manggil nama Arka. Sebelum sampai rumah, Santi melihat sebuah telpon umum dan menghubungi Arka juga Nino terlebih dahulu sehingga kini Nino dan Keyla sudah stanby di rumah lama Arka.
Saat tiba di rumah, Santi langsung di sambut oleh Nino juga Keyla yang merasa khawatir padanya. "Santi! Santi! Apa kamu baik-baik saja?."
"Nino, apa Arka baik-baik saja? Dia tidak terhasut oleh Jack bukan?." Meskipun dalam keadaan lemah, yang di pikirkan Santi hanyalah Arka.
Tidak lama berselang, Arka pun tiba dengan sangat panik. "Santi, kamu tidak apa-apa?," tanya Arka cemas. Santi tersenyum saat melihat kedatangan Arka, namun ia langsung tidak sadarkan diri
dan terjatuh di pelukan Arka. Lalu Arka langsung menggendong dan membawa Santi ke klinik agar mendapat perawatan.
"Lihatlah! Sekarang dia punya cukup alasan agar tidak pergi," ucap Keyla sambil berlari menyusul Arka. "Sudahlah, kamu terlalu banyak bicara...," jawab Nino yang juga ikut menyusul.
Bersambung...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸