Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 97 - So sweet


__ADS_3

Sekembalinya Arka dan Sania dari Swiss, Kenzi dan Nino segera mengunjungi dua sejoli yang sedang mesra-mesranya itu. Mereka menikmati malam bersama dengan barbequ dan minum-minum.


"Kalian ini pacaran di luar negeri sangat asyik sekali hingga lupa pada kami," seru Nino yang melangkah dengan kaki pincang akibat luka tembakan terakhir kali di pahanya yang menjadikan Nino harus berjalan seperti itu seumur hidupnya.


"Aku baru sadar jika selama ini aku sudah menyia-nyiakan waktu berhargaku untuk bersama Sania, tapi mulai saat ini aku akan selalu ada di samping dan melindunginya," ucap Arka yang langsung di dengar oleh Sania saat keluar dari rumah dengan beberapa makanan di tangannya.


Dengan sigap Kenzi segera membantu Sania yang nampak kerepotan saat membawanya sendiri." Sania, biar aku bantu," ucap Kenzi sambil mengambil beban itu daripada tangan Sania.


"Kenzi, kau juga harus segera menemukan tambatan hatimu agar kamu tidak sendirian lagi dan Arka tidak akan merasa terancam lagi ha ha ha...."


Celotehan Nino itu membuat mereka semua tertawa dan menghangatkan suasana malam itu. Saat sedang hangat-hangatnya, Sania tiba-tiba teringat pada Keyla yang juga dulu suka ikut bergabung dengan mereka hingga menjadikan dia merasa bersedih.


Hal itu di sadari Arka yang langsung memeluk Sania dan berbisik, "Sania, lihatlah... Kini Nino sedang baik-baik saja, jangan sampai dia merasakan lagi kehilangan Keyla dan bersedih, kita harus menghiburnya...."


Sania pun mengangguk dan menawarkan minum bersama yang lalu di sambut oleh kedua pria yang bersahabat dengan kekasihnya itu.


Chersss!!


Leguk Leguk Leguk.... Aahh...!

__ADS_1


"Rasanya kita sudah lama tidak berkumpul seperti ini," ucap Nino sembari meminum satu gelas minuman lagi. "Jika Keyla masih ada, dia akan lebih meramaikan suasana ini," lanjutnya dengan nada yang pilu dan penuh kesedihan.


Ya, meskipun tidak Sania pancing, tetap saja akhirnya Nino merasa sedih kembali saat mengingat mendiang Keyla.


Kemudian Arka dan Kenzi menghampiri Nino lalu menguatkannya. Mendapat perhatian dari kedua sahabatnya itu Nino pun menjadi ceria kembali.


Setelah itu mereka menikmati hidangan yang mereka buat sendiri. Kenzi nampak bersyukur saat melihat Arka dan Sania nampak romantis dan harmonis. Bahkan mereka tidak sungkan memperlihatkan kemesraan di hadapan dua laki-laki yang kini jomblo itu.


"Arka, apa kalian tidak sebaiknya menikah secara resmi saja?."


Pertanyaan tiba-tiba dari Kenzi membuat Sania dan Nino hampir tersedak namun berbeda dengan Arka yang nampak tenang dan menjawab dengan yakin,


"Cie Cie Cie...! So sweet a ha ha ha ha... Kalau begitu kapanpun waktunya, aku akan siap jadi pendamping pria cihuiii...!"


Nino nampak kegirangan mendengar perkataan terang-terangan dari Arka itu begitu juga dengan Sania yang saat ini sangat merasa bahagia dengan niatan Arka.


Di tengah kebahagiaan yang sedang mereka nikmati, kini nampak Santi sedang berjalan dengan menenteng sebuah tas menuju dermaga untuk naik kapal yang akan mengantarnya ke kampung halaman nya.


Namun tiba-tiba ia di kejutkan oleh kedatangan Jack yang menghadang perjalanannya. "Kau! Mau apa kau kemari?!."

__ADS_1


Dengan langkah pasti Jack mendekati Santi seraya mengejeknya. "Jadi begini nasib wanitanya Arka?... Ck ck ck... Sangat menyedihkan...!."


"Kau mau apa? Jangan ganggu aku!."


"Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu, aku hanya kebetulan lewat kesini dan melihat gadis cantik yang ternyata kamu," ucap Jack sambil menyentuh dagu Santi.


Santi merasa terancam saat itu dan segera berbalik untuk kabur namun langkahnya terhenti saat Jack mengoceh kembali, "Aku tidak tau jika wanita itu akan sangat menyedihkan jika di campakkan oleh kekasihnya! Maksudku cinta bertepuk sebelah tangan xi xi xi...."


"Kamu jangan bicara sembarangan! dan jangan pernah menggangu Arka lagi dengan mengancam menggunakan aku karena aku bukan siapa-siapa untuknya!."


"Ck ck ck... Apa kamu yakin tidak ada hubungan apapun?... Aku sarankan, jika kau sangat mencintai Arka, maka kamu tidak harus tunggu lama untuk menghubunginya saat ini untuk meminta bertemu dengannya terakhir kali bukan?."


Santi memalingkan wajahnya dan beranjak dari sana tanpa ada penghadangan lagi dari Jack yang kini menatap langkah Santi dan tersenyum jahat.


"Mungkin yang di katakan orang jahat itu benar, aku tidak bisa pergi tanpa melihatnya untuk terakhir kali paling tidak sampai aku naik kapal," batin Santi yang lalu mencari telepon umum di dekat sana.".


Bersambung...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2