Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 89 - Selalu ada benalu


__ADS_3

\*\*\*


Arka dan Nino bersiap-siap untuk masuk ke mobil mereka menuju tempat yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Mereka berdua berada di depan mobil, siap untuk memulai perjalanan mereka. Namun, tanpa mereka sadari, Santi yang putus asa ingin bertemu Arka melihat mereka dari kejauhan.


"Arka? Dia mau kemana?," gumam Santi.


Kemudian Santi memutuskan untuk mengikutinya dengan naik taksi. Dalam keadaan tergesa-gesa, Santi menghentikan taksi yang sedang lewat dan memberi tahu sopir taksi untuk mengikuti mobil yang dikendarai Arka.


Santi duduk di belakang taksi dengan hati yang berdebar-debar. Dia tidak tahu persis apa yang akan dia katakan kepada Arka, tapi dia merasa itu adalah kesempatan terakhir baginya untuk menyampaikan perasaannya. Meskipun ragu dan cemas, Santi tetap mempertahankan tekadnya.


Taksi terus melaju mengikuti mobil Arka, memasuki jalan-jalan yang ramai. Santi berusaha menjaga pandangan tetap fokus pada mobil yang diikuti.


Setelah beberapa waktu, mobil yang dikendarai Arka akhirnya tiba di tujuan yang sudah mereka rencanakan. Arka dan Nino turun dari mobil, masih tidak menyadari keberadaan Santi yang mengikutinya.


Santi merasa ragu-ragu saat melihat Arka turun dari mobil. Meskipun dia ingin bertemu, larangan yang diucapkan Arka masih menghantuinya. Dia tahu bahwa Arka telah membuat keputusan itu dengan alasan tertentu, dan dia harus menghormati keputusan tersebut.


Dengan hati yang berat, Santi memilih untuk berdiam diri di tempat yang tidak terlihat oleh Arka.


Santi duduk di tempat tersembunyi, memperhatikan Arka dari kejauhan. Dia melihat Arka berbicara dengan Nino, yang mungkin membahas hal-hal yang penting. Hatinya terasa berat, karena dia tidak bisa ikut terlibat dalam percakapan tersebut.


"Apakah aku harus menemuinya atau tidak ya?," kata Santi yang bicara pada dirinya sendiri.


Ketika Santi sedang sibuk dengan keraguannya, tiba-tiba ia terkejut saat melihat Sania mendekati tempat Arka berada. "Sania?."


Hatinya berdebar-debar karena tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia memperhatikan dengan cemas bagaimana jika Sania dan Arka sampai bertemu?, apakah mereka akan berbicara, ataukah Sania hanya melewati tempat itu tanpa melihat ke arah Arka?.


Sementara di dalam restoran yang berada di hotel itu. "Arka, semuanya sudah siap dengan sangat romantis dan semua hidangan akan di sajikan jika Sania sudah duduk di meja ini... Ha ha ha... Ingat, kamu harus bicara dengan baik dan jangan emosi," ucap Nino yang merasa sangat senang atas rencananya dan Keyla itu.

__ADS_1


"Ini adalah kesempatan terakhirmu untuk mendapatkan Sania, jangan kau sia-siakan usaha kami, ok! Ini sudah sore, aku akan lihat apakah mereka sudah ada di depan atau belum... Kamu duduk manis disini ya dan tunggu Sania."


Arka pun duduk manis menuruti Nino dan merapikan penampilannya lagi. Dia merasa gerogi setelah lama tidak bertemu dengan Sania, tambatan hatinya itu.


"Tara... Akhirnya kita sampai," ucap Keyla saat mereka sudah sampai di depan hotel tempat yang sudah di rencanakan. Bertepatan dengan Nino yang juga keluar dan menjemput mereka.


"Akhirnya kalian sampai juga, Sania maafkan kami berdua karena sudah membuat rencana ini tanpa seizinmu," ucap Nino.


Sania tidak terlalu terkejut dengan kejutan ini karena Keyla sudah memberitahu Sania saat perjalanan menuju kesana. "Sudah sudah...! Sania... Kamu harus menyelesaikan makan malam kalian dengan senang-senang, ok! Aku akan mengantarmu sampai sini saja karena aku juga akan kencan dengan Nino," ucap Keyla menyemangati Sania.


"Keyla...."


"Semangat!," ucap Keyla dan Nino berbarengan dan mereka pun beranjak pergi.


Sania menarik nafasnya dalam-dalam sebelum masuk ke dalam restoran dan bersiap melangkah. Namun, satu hal yang tidak terduga terjadi.


"Sania...."


"Kenapa kamu bisa ada disini?," tanya Sania.


"Sania... Aku tau, aku sudah sangat melukai hatimu, tapi apakah aku salah jika aku mencintai seseorang? Apa aku salah berjuang untuk orang yang aku cintai?," tanya Santi namun Sania memalingkan wajahnya dan merespon tidak suka pada sikap Santi saat ini.


"Jika kau menemuiku hanya untuk bertanya seperti ini, maka lebih baik kamu bertanya langsung pada Arka daripada bertanya padaku, mengerti?."


"Arka tidak ingin menemuiku oleh karena itu aku mendatangimu... Dia merasa bersalah padamu jadi dia menolakku, tapi kamu lebih memahami masalah kalian dari pada dia, setidaknya kamu menyadari jika kalian bertengkar dan sering bermasalah sebelum aku datang di kehidupan kalian."


Santi terus berbicara tanpa memberi Sania waktu untuk menjawabnya. Bahkan Santi berkata, jika Sania bukan yang terbaik untuk Arka kenapa mereka tidak putus saja dan menyuruh Sania untuk mencari pasangan lain (Haduh... Benar-benar si Santi ini!).

__ADS_1


Kemudian Sania mendahului Santi yang akan bicara lagi dan membenarkan semua perkataan yang keluar dari mulut Santi yang mengatakan jika mereka sering bertengkar dan bermasalah.


Tapi Sania menegaskan dan percaya jika dirinya dan Arka masih saling mencintai, maka mereka akan bisa menyelesaikan setiap masalah yang mereka hadapi bersama-sama.


"Saat kamu hadir diantara kami, aku sempat berpikir jika cinta dan antara kami sudah hilang, itu sebabnya aku berbuat hal yang bodoh dengan mencoba bunuh diri... Tapi saat aku renungi, mungkin aku terlalu cepat menyerah."


"Tapi aku lebih membutuhkan Arka daripada kamu! Aku tidak punya orang tua di kampung halamanku, dan sahabatku satu-satunya pun meninggal di kota ini, Arka adalah satu-satunya orang yang tulus mencintaiku dan memperhatikan aku! Aku tidak ingin kehilangan dia...."


Sania menatap Santi dengan tidak percaya jika Santi akan berbuat hal semacam ini. "Sania, jika kamu mau menerimaku maka Arka juga tidak akan menolakku," ucap Santi lagi dengan air matanya yang sudah menumpukdi pelupuk mata.


Lalu, Sania pun menjelaskan lagi jika satu hubungan itu akan sempurna jika di jalani atas dasar cinta antara dua belah pihak. Sania pun berkata dengan melihat karakter Arka, jika ia tulus mencintai seseorang maka dia akan berjuang dan tidak akan ada yang menghentikan dia.


"Menurutku, sikap Arka padamu selama ini karena merasa iba bukan karena cinta," kata Sania dan Santi pun mulai merasa kesal.


"Aku tidak percaya jika aku bisa menyadarinya dalam waktu yang lama, aku sangat mencintainya dan harusnya aku tidak cepat menyerah...," kata Sania lagi dengan cairan bening yang hampir menetes dari matanya.


Santi merasa terpojok dan tidak tau harus bicara apa lagi, dia kukuh ingin mendapatkan Arka bagaimanapun caranya.


Lalu ia menggunakan satu jurus yang dia anggap jitu untuk melunakkan hati Sania.


Dengan penuh keyakinan Santi pun berkata, "Tapi... Saat ini aku sedang mengandung anaknya."


"Apa!." Teriak Arka dan Sania bersamaan. Arka yang baru keluar restoran bermaksud menjemput Sania merasa terkejut mendengar ucapan Santi. Begitupun dengan Sania yang juga mendengar hal itu sama terkejutnya dengan Arka. Akhirnya air matanya pun menetes tak tertahan.


"Apa katamu Santi? Kamu hamil?!," tanya Arka meyakinkan dan merasa tidak percaya. Lalu ia melihat ke arah Sania yang juga sedang menatapnya kecewa.


Arka langsung menunduk dan tidak berani menatap Sania. Dan saat itu Arka merasa sangat sangat sangat terpukul. Di saat kesempatan untuk memperbaiki hubungan antara mereka hampir berhasil, kini semuanya seakan hancur total. 😭😭😭

__ADS_1


Bersambung...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2