Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 48


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian...


Hari itu, Keyla memulai sesi pelatihan pertama dengan Sania dengan berlatih meninju dan bela diri. Namun, setelah beberapa menit mengamati Sania, Keyla merasa agak kesal. "Sania, kenapa kamu melakukan gerakan seperti menari?." tanyanya.


Sania mengangkat alisnya, kebingungan. "Apa yang salah?," tanyanya.


"Kamu harus berlatih tinju, bukan menari," kata Keyla, masih agak kesal.


Sania merasa sedikit tersinggung. "Maaf, aku belum pernah belajar tinju sebelumnya. Aku tidak tahu harus melakukan gerakan apa," katanya.


Keyla merasa sedikit menyesal karena telah memarahi Sania. "Tidak apa-apa," katanya dengan lembut. "Aku akan membantumu belajar. Tetapi, kamu harus benar-benar fokus dan serius. Bela diri adalah hal yang serius."


Sania mengangguk setuju dan mulai memperbaiki gerakannya. Meski Sania masih sedikit canggung, namun Keyla tetap memuji usahanya dan memberikan koreksi yang diperlukan.


Keyla memberikan pengajaran yang berbeda pada Sania. Ia mengajarkan teknik-teknik yang tepat untuk digunakan ketika Sania berhadapan dengan lawan perempuan dan laki-laki. Keyla juga menjelaskan bahwa memahami perbedaan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kemampuan bertarung Sania.


Sania terlihat sangat antusias belajar dari Keyla. Ia dengan tekun mempraktikkan setiap teknik yang diajarkan dan terus berlatih hingga ia benar-benar menguasai teknik tersebut.


~


Di sebuah kamar yang berada di spa terlihat Jack dan Siska selesai berselingkuh. Jack agak menyesal karena Siska ingin cepat-cepat pergi dari sana. Namun, Siska mengatakan jika ia harus segera pergi karena dia takut Remon curiga padanya.


Sementara di luar tempat itu, Kenzi masih setia memantau pergerakan mereka. Selama beberapa hari ini Kenzi memang sengaja mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan dua orang yang tidak tau balas budi itu. Oleh karena itu Kenzi belum menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Arka lagi, terlebih masih ada satu perasaan yang masih mengganjal di hatinya.


Berpindah ke rumah Arka, kini Keyla sedang memijat tangan Sania karena merasa pegal-pegal setelah berlatih bela diri seharian. Arka yang hendak pergi keluar pun melihatnya dan tersenyum.


"Arka." Sania segera memanggil dan menghampiri Arka saat kekasih hatinya itu akan pergi dan Arka pun menoleh dan menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Arka, apa kamu mau keluar?."


"Ya, aku dan Nino akan melihat situasi toko."


"Apakah aku bisa ikut bersamamu?," tanya Sania penuh harap.


"Tidak bisa, di luar terlalu berbahaya."


"Kenapa tidak bisa, bukankah tempat karaoke itu aman? Keyla juga berkata seperti itu," tutur Sania, lalu Arka melihat Keyla seolah menanyakan sesuatu, namun Keyla hanya melihat ke sembarang arah karena takut kena salah.


"Sania, dengar... Bukan apa-apa aku hanya hawatir terjadi sesuatu padamu."


"Alah... Kan di samping Sania ada tuan Arka yang selalu melindunginya, jadi tidak akan ada yang berani menggangu Sania, benar tidak?," ucap Keyla dan di angguki Sania.


Setelah beberapa pertimbangan karena Sania dan Keyla terus merayu, akhirnya Arka mengizinkan Sania untuk ikut bersamanya tapi hanya untuk kali ini saja. Sania dan Keyla pun merasa senang karena ini akan menjadi satu pengalaman untuk Sania sebagai kekasih Arka yang dihormati di kalangan geng nya.


Beberapa saat, akhirnya mereka berempat sampai di tempat karaoke kekuasaan Arka. Mereka di sambut hormat oleh para karyawan yang berada disana, sementara Sania dan Keyla mengikuti mereka di belakangnya.


Semua orang merasa tidak nyaman dengan situasi yang mereka lihat itu, akhirnya Kenzi memulai percakapan,


"Sania, kenapa kamu berada disini?." Sania hendak menjawab namun Arka terlebih dahulu menjawabnya, "Dia terus meminta ikut untuk melihat duniaku, jadi aku membawanya." Kenzi mengangguk.


"Jo, sediakan satu kamar pribadi berukuran besar, karena aku membawa beberapa temanku," lanjut Arka pada salah seorang karyawan yang berada disana, namun tatapan Arka masih tertuju pada Kenzi yang masih melihat ke arah Sania. Dan saat menyadari jika Arka sedang menatapnya, Kenzi pun hendak pamit undur diri karena ada beberapa hal yang harus dia kerjakan.


"Kenzi, sudah lama sejak terakhir kita bersama, ayo bernyanyi bersama," ajak Sania yang di ikuti oleh Keyla juga Nino, sedangkan Arka hanya diam dan acuh tak acuh. Cemburu oh cemburu xixixi...


Berkat bujukan dari teman-temannya itu akhirnya Kenzi ikut bergabung bersama mereka. Kini Nino dan Keyla sedang asyik bernyanyi berdua, sedangkan Arka, Sania dan Kenzi duduk berdekatan namun ada jarak antara Sania dan Kenzi.

__ADS_1


Sania yang duduk di tengah-tengah antara Arka dan Kenzi merasa tidak nyaman karena dua laki-laki yang di sampingnya itu terlihat tegang dan tidak saling bicara. Kemudian Sania duduk bergeser mendekati Kenzi dan bertanya, "Kenzi, lagu apa yang akan kamu nyanyikan?."


"Nanti saja, aku akan pilih sendiri," jawab Kenzi sambil tersenyum, namun saat Sania menoleh, dia melihat Arka yang melihat mereka tidak suka sehingga Sania bergeser kembali dan duduk di dekat Arka.


Setelah beberapa saat ketegangan antara Arka dan Kenzi akhirnya tercairkan saat Nino dan Keyla berdebat karena mereka hubungan mereka akhirnya di ketahui semua orang. Mereka becanda, tertawa dan melupakan penat di kehidupan mereka saat ini.


Arka pun memperlakukan Sania dengan sangat perhatian dan romantis sehingga membuat Sania tersipu malu dan kali ini Kenzi bersikap seolah tidak melihat mereka dan ikut bernyanyi bersama Nino dan Keyla.


Hingga beberapa saat kemudian, mereka dikejutkan oleh kedatangan Jo yang langsung masuk ke ruangan itu dan memberikan kabar jika ada salah satu anggota geng Elang yang mabuk dan membuat keributan di ruangan lain dan meminta Arka untuk menyelesaikannya karena orang itu sama sekali tidak mau berhenti.


"Sania, kamu tunggu disini dan jangan kemana-mana, aku akan segera kembali, ya?."


"Baiklah...."


Sania pun menatap kepergian Arka dengan penuh khawatir.


Saat Arka, Kenzi dan Nino tiba di ruangan yang terjadi keributan tadi, mereka melihat jika orang itu adalah Coki, ntah di sengaja atau tidak ia melakukan keributan itu. Arka mencoba menyelesaikan masalah itu dengan baik-baik namun Coki dan beberapa temannya malah ngeyel dan tidak mau pergi.


Suasana yang asalnya bersitegang antara pria-pria dewasa yang berasal dari geng yang sama itu berkahir dengan saling pukul dan serang sehingga terjadi keributan yang terdengar ke ruangan lain.


Sania dan Keyla yang menyadari situasi itu semakin kacau merasa penasaran dan khawatir. Lalu Sania berniat untuk melihat apa yang sedang terjadi namun di cegah oleh Keyla karena takut terjadi sesuatu pada Sania lagipula Arka sudah melarang mereka.


Namun, Sania tidak mengindahkan larangan Keyla karena kekhawatirannya dan tetap pergi melihat ke tempat Arka berada. Dan pada saat Sania membuka pintu ruangan itu, tiba-tiba seseorang memukul kepala Sania dengan sebuah botol sehingga berdarah dan pingsan.


"Arka! Arka, Sania...!," teriak Keyla, lalu Arka dan Kenzi segera berhambur merangkul Sania, "Sania!," Arka juga berteriak dan merasa sangat marah pada orang yang sudah memukul Sania.


Akhirnya perkelahian diantara anggota geng Elang itu tidak terelakkan dan saling melukai hingga beberapa diantara mereka tumbang dan dilarikan ke rumah sakit begitupun dengan Sania.

__ADS_1


Bersambung...


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2