
\*\*\*
Satu hari kemudian...
Di pagi yang cerah, Kenzi bertemu dengan Tedi di sebuah taman yang tenang dan asri. Mereka duduk di bangku taman, sambil menyeruput secangkir kopi, mereka mulai berdiskusi tentang penemuan buku catatan keuangan Remon yang ditemukan oleh Tedi.
Tedi memberikan informasi rinci kepada Kenzi mengenai apa yang ia temukan dalam buku catatan tersebut. Dia menjelaskan bagaimana buku itu mengungkapkan berbagai transaksi ilegal yang dilakukan oleh Remon.
"Disana terlihat jelas ada banyak komisi yang di dapatkan Arka dan Nino," kata Tedi. Kenzi pun melihat dan membaca sebagian besar yang memang nama Arka dan Nino tercatat sangat banyak disana.
"Om Tedi, Arka tidak mungkin melakukan hal seperti ini."
"Aku tau mereka tidak akan melakukan hal semacam itu, dan ini memang sebuah jebakan, jika tidak... Kenapa nama mereka di catat dengan sangat jelas di sana."
Kemudian Kenzi bertanya pada Tedi, apakah Tedi sengaja tidak melaporkan buku catatan itu karena sudah mengetahui hal ini. Dan Tedi pun menjawab tentu saja, karena jika dia tidak menyembunyikan catatan itu tentu saja dua pemuda yang dia sebut "bedebah" itu sudah masuk penjara sekarang.
Dengan perasaan seorang yang pernah merawat Arka sejak kecil, Tedi berpesan pada Kenzi untuk memperlihatkan catatan tersebut pada Arka agar bisa lebih waspada pada setiap jebakan yang akan datang padanya.
Tedi berkata, jika suatu saat jebakan seperti itu terjadi lagi pada Arka, dia sudah tidak bisa membantunya lagi. Dia merasa sudah kehilangan integritas selama beberapa tahun terakhir, karena selama ini dia tidak pernah melawan kantor.
Pada akhirnya dia memecahkan rekor itu demi melindungi Arka dan Tedi memutuskan akan pensiun dari pekerjaannya.
~
"Saat nanti bertemu dengan Santi, kamu harus menghiburnya ya, akan jauh lebih baik jika sesama wanita yang bicara."
"Baiklah, jangan cerewet seperti wanita tua!."
"Gadis gila, aku malas biacara denganmu."
__ADS_1
"Hei, kamu bicara dengan siapa?!."
Keyla dan Nino berada dalam mobil menuju ke tempat Santi. Mereka selalu bertengkar meskipun untuk hal yang kecil, tapi pertengkaran mereka tidak berlangsung lama karena dalam hitungan detik mereka selalu akur kembali.
Mendengar suara seseorang yang masuk ke rumah, Santi pun bergegas menemuinya dan mengira jika itu Arka. "Oh, ternyata kamu Nino...," ucapnya dengan nada sedikit kecewa.
"Kamu pasti lapar kan? Ini aku bawakan makanan untukmu,"seru Nino." Terima kasih Nino.... "
Sementara Nino bicara dengan Santi, Keyla menatap sinis penampilan Santi dari atas sampai bawah juga memperhatikan keadaan sekitar dengan melipatkan kedua tangannya di perut.
"Oh iya, Aku melihatmu saat terakhir kali, tapi aku hanya menangis jadi tidak berkenalan secara resmi denganmu, kamu pasti Keyla bukan?," tanya Santi.
"Ya." Keyla hanya menjawab singkat dan terkesan cuek. Nino memberi isyarat agar bersikap baik, tapi Keyla hanya menggertak kekasihnya itu.
"Silahkan duduk, aku akan mengambilkan air untuk kalian...." Santi pun pergi ke dapur meninggalkan Keyla dan Nino yang bertengkar kembali.
"Pantas saja kamu sering kemari, kenapa tidak memberitahuku sebelumnya!?," omel Keyla sambil menjewer telinga Nino. "Aw aw aw! Lepaskan! Apa yang kamu ributkan," ujar Nino. "Kami kesini hanya untuk membahas Maya," lanjutnya.
"Ini airnya." Santi memberikan minuman pada Nino yang lalu berterima kasih pada Santi. Lalu Santi meminta izin untuk memakan makanannya meskipun ia merasa tidak nyaman karena menyaksikan pertengkaran dua orang di hadapannya.
"Duduklah," ucap Nino. "Siapa bilang aku tidak akan duduk!," jawab Keyla masih dalam keadaan emosi. Ia duduk dan memperhatikan Santi yang sedang melahap makanannya.
Beberapa saat kemudian, Nino mengatakan pada Santi kalau mereka akan menemukan kapal untuk membawa Santi pulang kampung. Karena Santi sudah menemukan Maya, maka ia akan pulang dalam waktu beberapa hari lagi.
Mendengar hal itu, Santi merasa terkejut dan kecewa. Melihat ekspresi Santi yang nampak kurang berkenan, Nino pun bertanya apa ada suatu masalah. Santi menggelengkan kepalanya dan malah bertanya apakah Arka sudah mengetahui rencana itu.
Lalu Keyla menjawab pertanyaan Santi. "Apa hubungannya dengan Arka? Santi kamu adalah orang yang di selundupkan, dan akan jadi masalah untuk kami, kenapa? Kamu tidak ingin pergi?."
"Keyla, kamu bersikap berlebihan!."
__ADS_1
"Kenapa? Ini kebenarannya!."
Merasa situasi menjadi lebih tidak nyaman, Nino segera mengajak Keyla pergi dari sana. "Ayo kita pulang," ucap Nino sambil menarik tangan Keyla. "Kamu jangan menyeretku! Aku bisa pulang sendiri!." Akhirnya mereka pun pulang dengan bersitegang.
Sore harinya, Nino sedang berada di rumah Arka dan Sania, mereka berencana akan segera menghancurkan Jack dengan segera karena sudah berani mengkhianati Remon yang selama ini jadi bos mereka.
Saat melihat Arka akan pergi, terlihat jelas kekhawatiran dari Sania yang reflek memanggilnya kembali. "Arka?." Arka pun menoleh dan menghampiri Sania dan memegang bahunya seraya menenangkan.
"Tenanglah, aku akan baik-baik saja, dan aku masih tau batasanku," ucap Arka seraya mencium kening Sania lalu beranjak pergi.
Saat membuka pintu, mereka di kejutkan oleh kehadiran Kenzi yang sengaja datang menemui mereka. "Hei, Kenzi ada apa kamu kesini?," tanya Arka sambil tersenyum karena merasa senang atas kedatangan Kenzi. "Hei, tampan... ," seru Nino.
Namun, Kenzi nampak berwajah serius dan memberikan buku catatan yang di berikan Tedi kemarin. "Lihatlah ini," katanya.
Kini mereka berempat berdiskusi masalah catatan itu dan tentang Tedi yang sudah menyelamatkan mereka dengan menyembunyikan buku itu. Nino berpendapat jika Tedi memang masih peduli pada mereka.
Dengan mengetahui buku catatan itu, Arka berpikir akan menjadikannya sebagai senjata dan melaporkannya pada Remon agar Jack mendapat balasan yang setimpal dari Remon.
Namun, Kenzi mencoba mencegah hal itu, karena jika semua itu di ketahui oleh polisi, maka otomatis akan menyeret Tedi ke dalam masalah karena sudah menyembunyikan bukti yang di cari polisi.
Merasa yang dikatakan Kenzi ada benarnya, Sania pun mendukung pendapat Kenzi. Namun, Arka merasa tidak setuju dan dia akan melakukan apa yang akan jadi rencananya. Karena baginya, demi geng Elang dan Remon dia akan melakukan apapun untuk keadilan.
"Arka, cobalah kamu pikirkan lagi," pinta Kenzi. "Keputusanku sudah bulat dan aku akan menghancurkan Jack, ayo Nino," jawab Arka lalu beranjak pergi meninggalkan Sania dan Kenzi juga pendapat mereka.
"Arka! Jika kamu gegabah, kamu akan terbakar cepat atau lambat!." Teriak Kenzi, namun Arka tidak menghiraukannya dan berlalu pergi.
"Kenzi... Arka sudah mengetahui rahasia perselingkuhan Jack dan Siska, aku khawatir saat dia mengungkapkan semuanya di hadapan Jack, pasti masa lalu itu akan segera Arka ketahui karena Jack juga akan mengungkapkannya."
"Sania...." Kenzi nampak khawatir saat melihat Sania yang nampak putus asa.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Bersambung...