Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 98 - I LOVE YOU


__ADS_3

Drett Drett...


Gelak tawa Arka tiba-tiba saja terhenti saat ia menerima telepon dari nomer yang tidak di ketahui. "Hallo?... Santi?." Arka melihat ke arah Sania dan merasa tidak nyaman tapi Sania menganggukkan kepalanya sebagai tanda jika ia tidak apa-apa. "Ada apa Santi?."


Sementara Arka bicara dengan Santi, Nino dan Kenzi saling berpandangan melihat ekspresi Sania yang nampak biasa saja malah melanjutkan meneguk minumannya.


"Sania...," kata Kenzi dalam hati merasa khawatir, lalu mengalihkan pandangannya melihat Arka. "Arka, apa kamu tidak berubah?," batin Kenzi.


Setelah beberapa saat bicara dengan Santi lewat telepon, Arka segera mendekati Sania dan merangkul pinggangnya. "Apa semua baik-baik saja?," tanya Sania penuh pengertian. "Hm," jawab Arka singkat.


"Arka, kenapa Santi terus menghubungimu? Bukankah dia akan pulang ke kampungnya?," tanya Nino penasaran dan merasa jera juga karena Santi terus membayangi hubungan Sania dan Arka.


"Tadi dia hanya ingin mengucapkan selamat tinggal."


"Itu saja?," tanya Nino lagi.

__ADS_1


"Sebenarnya dia ingin aku menemuinya untuk terakhir kali."


"Apa??? Ha ha ha... Mungkin itu hanya alasannya saja," celetuk Nino.


Sania menatap Arka lekat dan tidak melihat kebohongan dari matanya lalu berkata, "Arka, menurutku bukan sesuatu yang salah jika kalian bertemu untuk terakhir kalinya, lagipula... Santi tidak memiliki siapapun di kota ini selain kita, jika kamu tidak keberatan... Temuilah dia dan segera kembali."


Merasa teryakinkan oleh perkataan Sania, Arka pun memutuskan untuk menemui Santi setelah berpikir cukup lama. Namun sebelum itu Arka meminta Sania untuk ikut bersamanya ke dalam rumah terlebih dahulu.


"Nino, kamu akan ikut denganku," tegas Arka yang mengajak Nino menemaninya menemukan Santi nanti agar tidak terjadi kesalahan pahaman apapun. "Siaaap...," jawab Nino semangat.


Setelah berada di dalam rumah, Arka meraih tangan Sania lembut dan bertanya lagi untuk meyakinkan jika Sania tidak merasa keberatan dengan apa yang akan Arka lakukan, yaitu menemui Santi.


Kemudian Arka memeluk Sania erat. "Aku sangat mencintaimu... Aku bersyukur kamu selalu ada untukku... aku berjanji akan selalu melindungimu hingga akhir hayatku, dan aku akan segera menemui orang tuamu untuk melamarmu jadi istri sah ku."


Sania membalas pelukan Arka dengan erat juga dan merasakan kasih sayang Arka yang begitu dalam saat itu. "Aku juga mencintaimu Arka...."

__ADS_1


Arka melepaskan pelukannya secara perlahan dan mencium bibir Sania dengan lembut. Lalu pada saat ciuman kedua, mereka berdua saling membalas dan menikmatinya hingga terbawa suasana dan melakukan cocok tanam selama kurang lebih lima belas menit padahal Kenzi dan Nino berada di luar rumah mereka, haduuuh... 😅😅😅


"Sudah selesai? Tega kalian ya... Kami ada disini lho... Hi Hi Hi...," celetuk Nino pada Arka dan Sania yang baru keluar dari dalam rumah. Celetukan Nino membuat Sania tersipu karena dia melupakan mereka saat mereka berada dalam kenikmatan tadi.


"Kau ini, ayo!," seru Arka seraya merangkul sahabatnya itu. Namun tiba-tiba ponsel Nino berdering yang menerima kabar jika Remon ingin bertemu dengannya saat itu juga.


Merasa tidak seharusnya Nino menolak perintah Remon, Arka pun mengizinkan Nino untuk menemui Remon saja ketimbang ikut dengannya. Dengan berat hati hati Nino pun menurutinya dan pergi terlebih dahulu.


"Sania, apa kamu mau ikut denganku?."


"Tidak, lebih baik aku menunggu disini saja dan segera kembali ya...."


Arka pun mengangguk dan berpesan pada Kenzi untuk menjaga Sania sampai ia kembali yang di setujui oleh Kenzi. "Arka, hati-hatilah...," pesan Kenzi.


Arka pun melangkah pergi setelah sebelumnya mencium pucuk kepala Sania lembut. Sesekali ia menoleh ke belakang menatap wajah kekasih hati yang sangat ia cintai itu dan tersenyum bahagia. "I love you," ucap Arka dengan isyarat bibirnya. Di balas dengan senyuman Sania yang sangat bahagia.

__ADS_1


Bersambung...


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2