
"Sania... Kenapa kamu bersikap tenang saat tau jika Santi sedang hamil?."
"Mungkin, untuk seseorang yang sudah pernah mati sekali segalanya menjadi lebih jelas."
"Apa kamu tidak marah pada Arka? Bukan hanya pernah tidur bersama, bahkan Santi kini mengandung anaknya!."
Sania dan Keyla melangkah bersama menuju rumah Sania. Keyla terus mempertanyakan sikap Sania yang terlihat tenang meski dihadapkan pada situasi yang rumit.
Keyla tidak mengerti mengapa Sania bisa tetap tenang setelah mengetahui tentang kehamilan Santi yang mengandung anak Arka bahkan terkesan pasrah.
Sania dengan sabar menjelaskan kepada Keyla bahwa dia memilih untuk tenang dan tegar menghadapi situasi ini.
Dia menyadari bahwa kehamilan Santi adalah hal yang rumit dan memengaruhi banyak orang, terutama Arka. Sania ingin mendampingi Arka dan memberikan ruang juga kesempatan bagi Arka untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa menambahkan tekanan dan menambah beban masalah bagi Arka.
Meskipun Sania merasa terluka dan sedih, dia mencoba untuk menerima kondisi ini dengan pasrah. Sania menyadari bahwa saat ini mungkin bukan waktu yang tepat untuk membahas hubungan mereka, dan dia berharap bahwa dengan memberikan kebebasan pada Arka, mereka dapat menemukan jalan mereka sendiri.
Keyla mengerti dan menghormati keputusan Sania. Dia menyadari bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi masalah cinta dan kehidupan. Keyla memberikan dukungan dan mengatakan bahwa dia akan selalu ada untuk Sania, baik dalam keadaan apapun.
Beberapa saat kemudian...
"Akhirnya kita sampai, kamu harus istirahat," ucap Keyla sambil membukakan pintu.
Namun, ketika mereka menyalakan lampu, mereka terkejut dan ketakutan karena dalam rumah Sania, mereka melihat Jack dan Coki sudah berada di sana, dengan sikap kasar dan mengancam.
"A ha ha... Kejutan...! Akhirnya kalian pulang juga," kata Coki yang muncul dari dapur dan menghalangi jalan Sania dan Keyla saat akan kembali keluar.
"Hallo cantik... Akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama tidak bertemu," kata Jack seraya berdiri dari kursi.
Sania dan Keyla merasa terkepung oleh kehadiran Jack dan Coki yang tidak diharapkan. Mereka merasa takut dan panik, karena tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sania mencoba untuk tetap tenang, tetapi hatinya berdebar kencang.
"Jika kamu ada perlu, kita bicara tentang besok di kantor," ucap Sania.
"Hah! Jika menunggu besok itu akan lama sekali!."
"Aku peringatkan, Kau jangan bertindak bodoh! Arka akan tau dan dia akan kesini kapanpun! Kalian harus lari sekarang!."
__ADS_1
Walaupun Keyla menggertak mereka itu hanya menjadi angin yang berlalu karena mereka sama sekali tidak menakutkan hal itu. Karena jika demikian untuk apa mereka pergi kesana jika merasa takut.
Jack dan Coki memperlihatkan perilaku kasar mereka dan hendak membawa Sania dan Keyla sebagai balasan karena gudang obat mereka telah di sergap polisi. Berpikir dengan menangkap kedua gadis itu maka Arka akan menyerahkan dirinya pada Jack dan langsung menghabisinya.
Sania dan Keyla merasa terjebak dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka juga menyadari bahwa mereka harus mengambil langkah berani untuk melindungi diri mereka sendiri.
"Arka akan datang pada kami dengan sendirinya a ha ha ha...," kata Coki sambil menodongkan pistol ke kepala Sania.
Sania berusaha melindungi dirinya dan menendang ************ Coki hingga mengerang kesakitan. "Sialan kau! Dasar ja*ang!."
Akhirnya mereka beradu fisik dengan kekuatan yang terbanding jauh, tapi mereka berjuang dengan semua kekuatan yang mereka miliki untuk melawan serangan Jack dan Coki. Meskipun ketakutan dan cedera, mereka tetap bertahan dan tidak menyerah.
Saat pertarungan berlangsung, Sania dan Keyla berusaha untuk menemukan celah dan kesempatan untuk melarikan diri dan Keyla pun menyuruh Sania untuk keluar terlebih dahulu dan mengatakan jika ia akan menyusul.
Namun saat Sania sudah berada di luar, Keyla malah menutup pintu dan menguncinya dari dalam dan menyuruh Sania untuk lari sejauh-jauhnya dan segera menghubungkan Arka.
"Keyla! Apa yang kau lakukan?! Ayo kita pergi bersama!," teriak Sania sambil menggedor pintu.
"Pergi! Cepat hubungi Arka!."
Sementara di rumah situasinya semakin tegang. Keyla berusaha untuk tetap tenang dan berpikir cepat dalam situasi yang berbahaya. Dia mencoba untuk menenangkan diri dan tetap waspada terhadap Jack dan Coki.
"Dasar ja*ang! Kau sudah membiarkan dia lolos! Aku akan membereskan kau dulu!," teriak Jack sambil menodongkan pistol ke kepala Keyla.
Beberapa menit kemudian, Arka Nino dan Kenzi tiba di depan gedung rumah Arka. Mereka melihat Sania yang berdiri gelisah dan menangis karena cemas pada Keyla. Lalu Arka segera menghampiri Sania dan memeluknya.
"Apa kamu baik-baik saja?," tanya Arka dan Sania pun mengangguk.
"Dia mana Keyla?," tanya Nino panik.
"Keyla ada di atas."
Mereka berempat pun segera berlari ke atas untuk menyelamatkan Keyla yang di sergap Jack dan Coki. Tapi saat mereka tiba di rumah, mereka tidak menemukan keberadaan Keyla ataupun Jack dan rumah pun dalam kondisi berantakan.
"Keyla! Keyla!."
__ADS_1
"Mereka sudah tidak ada disini."
"Keyla kemana? Mereka membawanya kemana?!."
Nino merasa frustasi dan meremas kepalanya. "Apa yang harus kita lakukan? Apa??," tanya Sania putus asa. "Mungkin mereka menggunakan jalan pintas!," teriak Kenzi.
Lalu mereka pun pergi ke jalan pintas sambil berteriak memanggil-manggil nama Keyla namun tidak ada sahutan apapun. Mereka berlarian di jalan dengan berbeda arah.
Sedangkan Sania yang merasa sangat khawatir, ia berdiri di tengah jalan sehingga menghalangi mobil yang sedang melaju sampai dikira orang stres.
"Keyla... Kamu dimana? Hiks Hiks Hiks...."
Sementara mereka sibuk mencari, kini Keyla sedang berada di sebuah gedung dengan posisi di gantung dan tangan yang di ikat tali.
"Jangan ganggu aku! Lepaskan aku! Jack kau sangat berengsek! Kau sangat bodih karena sudah menangkapku!."
Sekuat apapun Keyla berteriak, itu tidak membuat Jack dan anak buahnya merasa iba pada diri seorang gadis malang itu. Namun mereka malah menikmati permainan dan kekerasan mereka.
"Berteriaklah semaumu! karena tidak akan ada yang mendengar suaramu a ha ha ha...."
Keyla terus mengumpat dengan kata-kata yang lebih kasar namun tetap saja tidak di hiraukan hingga akhirnya Jack mendekati Keyla dan menamparnya keras. "Dasar s*ndal ba*jingan!."
"Lawan Arka secara jantan! Jangan jadi pengecut yang hanya bisa menggertak wanita!," teriak Keyla dengan nafasnya yang terengah-engah karena menahan berat badannya dengan menggantung selama hampir satu jam.
"Bagaimanapun kau menakutiku, aku tidak akan takut padamu!."
"Arka sudah membuatku rugi besar karena dia sudah melaporkan perusahaanku ke polisi! Aku akan balsam denda padanya dengan membawa kekasihnya, tapi kau! Kau menghalangi rencanaku, jadi sekarang kamu diam saja dan jangan banyak bicara jika tidak ingin aku habisi!."
Keyla terus mengumpat Jack dan mengatakan jika Jack mendapatkan hal yang pantas dan membenarkan sikap Nino yang sudah melaporkannya pada polisi.
Mendengar hal tersebut, akhirnya Jack tau jika orang yang melaporkannya pada polisi adalah Nino bukannya Arka. Oleh karena itu ia merasa sudah tepat menangkap orang, karena dengan begitu ia akan balas dendam pada Nino dengan menyiksa kekasihnya.
Bersambung...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1