Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 9 - Persahabatan yang solid


__ADS_3

\*\*\*


Kepala sekolah sedang berjalan-jalan di sekitar sekolah ketika tiba-tiba dia melihat Arka dan dua sahabatnya mengancam siswa lain. Kepala sekolah langsung menegur mereka dan memberi hukuman berkeliling lapangan sebanyak 100 putaran sebagai konsekuensi atas tindakan mereka yang tidak pantas.


Sania merasa bahwa hukuman ini terlalu berlebihan. Dia mencoba membela Arka dan meminta kepada kepala sekolah agar dia mempertimbangkan ulang hukumannya.


Sania berpikir bahwa Arka seharusnya tidak dikenakan hukuman yang begitu berat karena dia hanya memberi peringatan saja kepada ketua osis agar jangan terlalu dekat dengannya, dan tidak melakukan kekerasan fisik atau bullying.


Namun, kepala sekolah bersikeras bahwa hukuman ini pantas diberikan dan mengatakan bahwa tindakan pengancaman saja sudah cukup untuk mengganggu ketertiban dan keamanan di sekolah.


Dia juga menekankan bahwa sebagai kepala sekolah, dia harus menegakkan aturan sekolah dan memberikan hukuman yang adil dan sesuai.


"Pak kepala sekolah...."


Sania mencoba memohon lagi tapi tidak di indahkan oleh kepala sekolah itu.


"Sania, sudahlah... Lebih baik kamu pergi saja ke kelas. Aku akan jalani hukumannya." sahut Arka.


Lalu ketua osis tadi meraih tangan Sania dan mengajaknya pergi dari sana, tapi Sania melepaskan tangannya dan segera berlari.


Lalu Arka, Kenzi dan Nino di bawa ke lapangan untuk menjalani hukuman mereka, sedangkan Sania terus berjalan cepat saat ketua osis itu mencoba berbicara padanya.


"Sania, apakah kamu marah karena aku melaporkan mereka yang bermasalah? Sania?."


Sania menoleh ke belakang lalu berkata dengan sedikit tekanan.


"Aku merasa heran padamu, kenapa kamu selalu mengatakan jika mereka anak-anak yang bermasalah?."


"Kamu sudah lihat sendiri bukan, baru saja mereka melakukan hal yang tidak baik kepadaku."


"Aku rasa, kamu hanya ingin membalas dendam kepada mereka. Aku pikir nilai tinggi pelajaran tidak membuat orang itu lebih baik. Aku juga pikir, aku tidak akan bisa berteman denganmu." Ucap Sania lalu pergi dengan kesal.


Arka, Kenzi dan Nino mulai berlari dengan penuh semangat, mengingat bahwa mereka harus menyelesaikan 100 putaran sebelum bisa berhenti. Meskipun mereka mulai merasa lelah dan kelelahan di tengah jalan, mereka tetap terus berlari dan saling mendukung satu sama lain untuk tetap berjuang.


"Sial, lebih baik dia menghukum kita dengan memukul pakai tongkatnya, dari pada berlari 100 putaran seperti ini. Lihatlah, lapangan basket ini terasa luas sekali," celetuk Nino yang mulai ngos ngosan.


"Yang ada tongkatnya akan patah jika di pakai untuk memukul kita," jawab Kenzi.


"Sudahlah, kita hanya berlari berkeliling lapang. Mengingat kita sudah sering berbuat kesalahan dan membuatnya kesal, lebih baik kita lakukan saja," seru Arka.


"Apakah kamu baik-baik saja? Lukamu belum sembuh total, aku sangat mengkhawatirkanmu." Lanjut Kenzi.


"Tidak apa-apa, aku tidak akan mati," jawab Arka.

__ADS_1


"Kakiku bisa patah dan mati rasa jika kita menyelesaikan hukuman ini. Haduuuh...!." keluh Nino.


Saat Arka, Kenzi, dan Nino menjalani hukuman berlari keliling lapangan, mereka mulai membahas kisah cinta masing-masing. Nino bercerita tentang pengalamannya dalam hubungan dan bagaimana perasaannya terhadap orang yang pernah dia pacari.


Namun, percakapan mereka berubah ketika Nino bertanya tentang situasi yang mungkin terjadi jika mereka menyukai satu gadis yang sama. Arka dan Kenzi menyarankan agar mereka tidak memikirkan hal itu dan lebih fokus pada tugas yang ada di depan mereka, yaitu menyelesaikan hukuman berlari.


Namun, Nino tetap bertanya-tanya dan memikirkan kemungkinan itu. Arka dan Kenzi mencoba menenangkan Nino dan mengingatkannya bahwa persahabatan mereka lebih penting daripada kepentingan seseorang dan bahwa mereka harus saling mendukung satu sama lain dalam segala hal, termasuk dalam hal cinta.


"Aku bertanya serius padamu, Arka jawab aku, bagaimana menurutmu?," tanya Nino.


"Jika itu terjadi, aku akan bersaing secara sehat dan pasti jadi pemenang ha ha," jawab Arka.


"Kalau menurutmu Kenzi?," lanjut Nino.


"Aku tidak tertarik atas pertanyaan membosankanmu itu," jawab Kenzi malas.


Lalu Kenzi berkata dalam hati,


" Jika suatu saat ada gadis yang sama yang kami sukai, aku akan mencoba menyingkirkan pikiran tersebut dan tetap menjaga persahabatan kita dan aku akan mundur dan mengalah."


Saat hukuman hampir selesai, hujan pun turun dan membasahi ketiga sahabat yang masih berlari itu. Arka yang sudah kelelahan hampir terjatuh lalu di tahan oleh dua sahabatnya.


" Kalau kamu lelah katakan saja. Kami akan membantumu," kata Kenzi.


"Sesama saudara kita haruslah tetap bersama dalam suka dan duka! Yeeeea...!."


Kepala sekolah menyaksikan usaha mereka dan menggelengkan kepalanya, ada rasa bangga juga dalam hatinya pada mereka, karena meskipun berandal mereka tau juga rasa patuh. Sania juga melihat dari teras sekolah dan ia merasa iba kepada mereka.


Arka, Kenzi dan Nino menjatuhkan diri mereka di lapang setelah menyelesaikan hukumannya, lalu tidur terlentang sehingga seluruh tubuhnya dihujani air. Mereka sangat senang dan merasa puas. Gelak tawa mereka menghilangkan rasa lelah yang mendera.


Sania yang berada di teras merasa prihatin melihat keadaan Arka dan segera menghampirinya lalu memanggilnya.


"Arka."


Sania melihat bahwa Arka sudah basah kuyup kehujanan dan tidak memiliki payung, sehingga ia memberikan payungnya kepada Arka agar ia bisa melindungi dirinya dari hujan. Arka merasa senang dan terharu dengan tindakan Sania dan berterima kasih kepadanya.


Lalu Arka teringat pada masa kecilnya saat ia berlari menepi karena kehujanan. Saat itu, ia melihat Sania yang masih kecil memakai payung dan menatapnya malu-malu.


Arka teringat bahwa saat itu ia merasa malu karena Sania menatapnya, dan ia merasa tidak tahu harus berbuat apa. Namun, sekarang ia merasa senang dan terharu karena Sania memperhatikan keadaannya dan memberinya payung ketika ia kehujanan.


Ya, Arka sebenarnya sudah mengagumi Sania dari waktu mereka masih kecil, hanya saja Arka mengagumi Sania hanya dari jarak yang jauh karena sadar diri. Tapi kini saat dewasa, mereka bertemu lagi bahkan berteman. Dan sampai saat ini, Sania tidak mengetahui dan tidak menyadari Arka sewaktu kecil.


Nino menggoda Arka karena mendapat perhatian dari Sania, dan Arka pun merasa senang dan tersenyum melihat Sania.

__ADS_1


Setelah itu, mereka pergi ke ruang uks untuk merawat luka Arka yang semakin parah karena basah terkena hujan. Luka yang di sebabkan Coki dalam perkelahian tadi malam.


Sania merawat luka yang ada di pelipis Arka sehingga membuat wajah mereka menjadi dekat. Arga menatap wajah Sania dengan lembut dan merasa kagum lalu berkata,


"Hei, kamu sudah menyelamatkan aku lagi," kata Arka.


Sania melihat manik Arka yang terus menatapnya.


"Ini tidak di hitung, kamu terluka karena mencoba menyelamatkan aku," jawab Sania.


"Benarkah? Penyelamatan apa? Bisa diperjelas?."


Arka malah menggoda Sania sedangkan Kenzi dan Nino sedang sibuk mengeringkan rambut mereka. Sania menatap Arka tidak percaya lalu berkata,


"Kamu masih bercanda padahal sudah terluka seperti ini. Aku tidak mengerti pada kalian, kenapa suka sekali berkelahi."


"Hei! Dia begitu juga karenamu...!." celetuk Nino dengan nada tinggi hingga membuat Sania terkejut.


Arka menatap Nino tajam, lalu Kenzi menjitak kepalanya hingga mengerang karena lumayan sakit.


"Kenapa kamu memukulku, sakit tau."


"Itu lebih baik, agar bisa membuatmu tidak banyak bicara," jawab Kenzi.


"Iya, iya... Aku diam saja."


Sania melanjutkan merawat luka Arka dengan hati-hati. Arka menatapnya lalu berkata,


"Apakah kamu masih menyukai lagu xx?."


"Bagaimana kamu tau?," tanya Sania.


"Aku tau semua hal tentangmu sejak kecil. Kamu adalah penyelamatku, jadi aku mencari tau tentangmu."


Sania merasa tersanjung dan terharu saat mendengar Arka sangat memperhatikannya.


"Oh... Jadi begitu cara memikat hati seorang perempuan. Kita harus mencari tau tentangnya terlebih dahulu, maka kita akan mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintai kita. Aku sudah salah selama ini, Owalah...."


Gelak tawa menghiasi ruang UKS itu saat mendengar perkataan Nino.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2