Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 62


__ADS_3

\*\*\*


Di sebuah bangunan yang kecil dan suram, terdapat beberapa laki-laki yang sedang berkumpul di sekitar meja kartu. Suasana di ruangan itu terasa tegang, penuh dengan asap rokok dan suara gemerincing kartu yang dipegang erat oleh tangan mereka.


Jack dan Coki yang baru tiba di tempat tersebut langsung di sambut oleh para laki-laki yang sedang asyik bermain. "Bos." Seru mereka berbarengan.


"Bos gadis satu ini sedikit bandel, setiap kali kami memasukkannya ke klub malam, dia selalu berusaha untuk kabur," ucap salah satu pria tersebut. Di sana terlihat Maya sedang di sekap dalam kondisi yang memprihatinkan.


"Sial! Dia keras sekali, memukulinya juga tidak ada gunanya... Bos, tolong beri perintah," pinta Coki. Kemudian Jack mendekati Maya dan menelisik wajahnya.


"Gadis ini lumayan cantik, jika dia di tempatkan di tempat yang tepat, dia akan menghasilkan banyak keuntungan... Jika dia terus menolak itu akan sia-sia," kata Jack sambil menyingkapkan helaian rambut yang menutupi wajah Maya.


Kemudian Jack menyuruh anak buahnya untuk menyuntikan obat terlarang agar Maya kecanduan dan tidak bisa melarikan diri dari mereka. Tanpa butuh waktu yang lama mereka mencemari tubuh Maya dengan barang haram tersebut. Meskipun Maya meronta dan berusaha menolak, mereka tidak memperdulikannya sama sekali.


Jack dan Coki melenggang pergi meninggalkan tempat itu. Lalu Coki melaporkan sesuatu yang terlihat aneh akhir-akhir. Dia mengabari Jack jika Arka dan Nino selalu mengunjungi tempat hiburan mereka setiap malam terutama memilih para gadis baru. Mendengar hal itu langkah Jack pun terhenti.


"Kalau Nino yang sering pergi aku tidak merasa heran, tapi kalau Arka pergi setiap hari, aku rasa dia sedang berencana sesuatu... Awasi dia, apa yang ingin dia lakukan," titah Jack dan Coki pun mengangguk.


~


Sore itu, Arka sedang berdiri di depan kaca rumah dulunya dengan memasukan kedua tangan di saku celananya. Santi yang menghampiri Arka dari belakang, membawakannya segelas air lemon yang nampak segar.


"Terima kasih," ucap Arka sambil mengambil minuman itu lalu meneguknya. "Seharusnya aku yang berterima kasih padamu karena sudah mau membantuku, meskipun sampai saat ini kita belum menemukan Maya... Aku khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada Maya," tutur Santi dengan suaranya yang lembut sehingga membuat Arka seolah terhipnotis.


"Tenang saja, para gadis itu di bawa kesini untuk di pekerjakan dan menghasilkan uang untuk mereka, jadi mereka tidak akan melukai sumber uang mereka...."


"Tuhan, aku mohon lindungi Maya, jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi padanya." Santi terlihat khawatir dengan wajah sedihnya. Sementara Arka merasa terharu dan iba saat menyaksikan hal itu.

__ADS_1


Dretttt Dretttt...!


Tiba-tiba ponsel Arka berbunyi dan itu satu panggilan dari Nino yang mengabari jika ia sudah menemukan keberadaan Maya. Mendengar hal tersebut Arka dan Santi merasa senang dan bersemangat.


Sementara, Sania yang kini sedang berada di halaman rumah dan menyirami tanaman kesayangannya, tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan Keyla yang langsung nyerocos dan mengajak Sania segera pergi dari sana menuju suatu tempat.


"Keyla, ada apa? Kita mau kemana?."


"Aku mau menangkap basah dia, aku sudah tidak tahan lagi dan akan aku bunuh si Nino brengsek itu."


"Kamu tidak membutuhkan aku untuk melakukannya, kamu bisa mengatasinya sendiri."


"Sania... Pokoknya kamu harus ikut."


Melihat Keyla yang begitu keukeuh mengajak dirinya, Sania pun meminta Keyla untuk menjelaskan semuanya tanpa ada kebohongan agar dia punya alasan untuk ikut pergi bersamanya. "Katakan dengan jujur," imbuhnya.


Awalnya Keyla merasa ragu, apakah dia harus mengatakan hal ini atau tidak. Lalu dengan ragu-ragu Keyla pun berkata,


"Sebenarnya bukan hanya Nino yang pergi kesana, tapi... Arka juga bersikap seperti itu," lanjut Keyla dengan ragu-ragu. "Arka??." Sania terperanjat dan merasa tidak percaya saat mendengar hal itu.


Di tempat hiburan berada...


Arka, Nino dan Santi sedang berada di salah satu ruangan yang ada di klub tersebut. Sampai tiba seorang wanita yang menjadi germo di klub tersebut, mereka bersikap seolah benar-benar sedang menikmati suasana.


"A Ha ha ha... Tuan Nino, sudah lama anda tidak kemari... Apa anda sudah melupakan aku?," kata Mama tersebut dengan cara bicaranya yang genit. "Mana mungkin aku melupakanmu, aku hanya sedikit sibuk akhir-akhir ini," jawab Nino sambil merangkulnya.


"Oh... Ternyata ada tuan Arka juga, satu pemandangan yang langka," sambung mama tersebut.

__ADS_1


"Kami sedang senang hari ini dan ingin di perlakuan spesial, cepat bawakan koleksi terbarumu, karena tuan kami Arka mau bersenang-senang ha ha ha...," seru Nino.


Dan mama itupun pergi hendak memanggil para gadis baru yang baru tiba di tempat itu.


"Haduh... Kamu tau Arka, kini aku jadi pemecah rekor yang mengunjungi seluruh hotel dan tempat hiburan dalam waktu satu minggu, kamu tau ini sangat membosankan," celetuk Nino.


"Pantas saja Keyla marah padamu, kamu bahkan mengenal setiap mama." Lalu Arka melihat Santi yang tidak terlihat nyaman berada disana. "Tenang saja, kita akan menemukan dia, Nino sudah mengatakan jika Maya berada disini," kata Arka dengan tatapan hangatnya.


"Owalah... Hentikan, rasanya aku ingin muntah melihatnya," celetuk Nino saat melihat Arka begitu memperhatikan dan berkata lembut pada Santi.


Tidak lama berselang, mama tadi datang membawa beberapa gadis dengan berbagai penampilan. "Lihatlah, mereka para gadis baru yang paling cantik dan paling muda, ini juga pertama kalinya untuk mereka dan aku spesialkan untuk tuan Nino dan tuan Arka...."


Santi memperhatikan setiap gadis yang baru datang tersebut satu persatu dan terlihat seorang gadis ke empat yang berada paling belakang yang ia rasa itu adalah Maya.


Nino meminta mama memperkenalkan satu persatu gadis-gadis itu alih-alih agar Santi bisa mengenali mereka. Para gadis itu nampak senang dan berusaha menarik perhatian Arka dan Nino. Namun, hanya satu gadis paling belakang yang terus menunduk dan sembunyi di punggung gadis yang lain dan nampak ketakutan.


Saat mama menyuruh Maya mengangkat kepalanya, Santi langsung mengenalinya dan hendak memanggil Maya namun segera di cegah oleh Arka. "Yang satu ini manis juga," seru Arka. "A ha ha ha... Mama, Arka menyukai gadis ini, kami pilih dia dan biarkan dia melayaninya dengan baik," sambung Nino.


Kemudian Maya di perintahkan untuk duduk bersama mereka dan Maya pun menurutinya sambil melihat pada Santi. Nino pun menyuruh yang lainnya pergi saja karena dia juga membawa gadis lain bersama mereka, yaitu Santi.


Setelah lama terpisah Santi dan Maya pun melepas rindu dan berpelukan. "Santi, kenapa kamu ada disini? Dan siapa mereka?," tanya Maya sambil memperhatikan kedua lelaki yang bersama sahabatnya itu.


"Maya, nanti saja aku jelaskan, lebih baik sekarang kita pergi saja dari sini," jawab Santi hendak berdiri dan pergi dari sana, namun Arka mencegahnya. "Kita jangan tergesa-gesa, setidaknya kita minum dulu dan berbincang sebentar agar mereka tidak curiga."


Arka berkata akan mengeluarkan Maya dari tempat itu asal dia mau melakukan satu permainan dan berpura-pura. Mendengar hal itu, Maya terlihat keberatan dan mengatakan jika ia tidak akan bisa kabur dari tempat itu dan meminta Santi untuk segera pergi dari sana.


"Kenapa Maya? Ada apa?."

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...


__ADS_2