Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 25


__ADS_3

Setelah Arka dan Sania selesai berbelanja di supermarket, mereka pulang ke rumah dengan semangat tinggi. Begitu sampai di rumah, Sania langsung pergi ke dapur untuk memulai memasak makanan. Sedangkan Arka mulai merapikan dan menghias balkon agar terlihat lebih menarik dan nyaman.


Sania memasak tumis yang telah mereka rencanakan sebelumnya sementara Arka membantu memotong sayuran dan mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Mereka saling membantu satu sama lain dan terus berbicara dengan antusias tentang rencana mereka untuk minggu ini.


Sambil menunggu makanan matang, Arka dan Sania melanjutkan pekerjaan mereka. Arka mengatur meja makan dan memastikan semuanya siap untuk makan malam, sedangkan Sania menyelesaikan tumis dan memindahkannya ke piring saji.


"Taraaa... Makanannya sudah siap...," kata Sania sambil membawa makanan. Mereka lalu duduk di meja makan dan hendak menikmati makanan mereka bersama-sama.


Arka yang sudah merasa lapar karena hidangan makanan yang terlihat lezat dan harum mulai menyuapkan satu sendok makananannya, namun ekspresinya terlihat aneh.


"Bagaimana rasanya Arka, enak?," tanya Sania penasaran, karena ini pertama kalinya dia memasak untuk orang lain dan hawatir Arka tidak menyukainya.


Dengan mencoba terus mengunyah dan menelan makanan yang terasa sedikit asin itu, Arka mengatakan jika makanan buatan Sania sangat enak. Dia tidak ingin berkata jujur jika makanannya keasinan, karena hawatir membuat Sania kecewa.


Di rasa Arka menyembunyikan sesuatu tentang rasa makanannya, akhirnya Sania pun mencobanya sendiri dan hampir memuntahkannya lagi, namun terpaksa dia telan karena masih bisa di makan dan tidak terlalu asin juga.


"Arka, maaf ya... Makanannya tidak enak... Aku akan buatkan lagi makanan yang lain ya."


"Tidak usah, ini enak kok, hanya kelebihan garam sedikit, tapi aku suka."


Arka terus memandangi makanan itu sampai habis tidak tersisa dan berkata lagi,


"Lain kali garamnya di kurangi sedikit lagi, pasti akan lebih enak." Sania mengangguk.


Setelah makan malam, Sania mencuci piring dan Arka membantu membersihkan dapur. Kemudian, mereka kembali ke ruang tamu dan duduk bersama di depan televisi sambil menonton film.


Arka dan Sania saling bersandar dan menikmati kebersamaan mereka. Mereka merasa sangat bahagia dan berterima kasih atas waktu yang telah mereka habiskan bersama.


Saat malam semakin larut, mereka akhirnya memutuskan untuk tidur. Sebelum tidur, Arka dan Sania meluangkan waktu untuk berbicara tentang rencana mereka untuk keesokan harinya. Saat Sania sudah berbaring, Arka mencium kening Sania dengan sedikit lama.


"Selamat malam...," ucap Arka, Sania hanya mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Kemudian Arka pun berbaring terpisah di kasur yang di pasang di bawah tempat tidur Sania. Sebelum memejamkan mata, Arka menatap punggung Sania yang tidur membelakanginya, lalu tersenyum bahagia dan akhirnya terlelap. Kemudian Sania pun berbalik dan menatap wajah tampan Arka yang terlelap.


"Arka... Wajahmu sangat tenang... aku bahagia karena bisa setiap hari memandangimu tidur... Dan aku sangat bahagia karena kita tidak terpisahkan," batin Sania, lalu diapun tertidur.


Esok harinya, Arka memutuskan untuk mencari pekerjaan baru. Sania mendukung keputusan Arka dan bersedia menemaninya dalam mencari pekerjaan. Mereka memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat dan melihat apakah ada lowongan pekerjaan yang cocok untuk Arka.


Setelah beberapa kali mencari dan mengunjungi beberapa tempat, Arka menemukan sebuah lowongan pekerjaan di bidang konstruksi. Dia sangat tertarik dengan pekerjaan tersebut dan langsung mengirimkan lamarannya.


Beberapa hari kemudian, Arka menerima panggilan dari pihak perusahaan konstruksi yang memberitahu bahwa dia telah diterima sebagai buruh di konstruksi bangunan.


"Bagaimana Arka, apakah kamu di terima?,"


Tanya Sania seraya mendekati Arka yang baru selesai berbicara di telpon.


"Arka, bagaimana?." Sania terus bertanya karena penasaran dan tidak segera mendapat jawaban dari Arka.


Pertama-tama Arka memasang wajah yang serius untuk menggoda Sania sehingga membuat Sania merasa hawatir, lalu ekspresi wajah Arka berubah seketika menjadi sangat senang dan berkata,


Sania merasa sangat senang lalu mereka berpelukan. Arka berterima kasih kepada Sania karena telah menemaninya dan memberikan dukungan sepanjang waktu. Sania pun berterima kasih karena Arka selalu ada untuknya, lalu Sania melepaskan pelukannya dan berkata,


"Arka, akupun akan mencari pekerjaan, jadi aku bisa membantumu mencari uang," saran Sania namun di tolak oleh Arka karena dia tidak mau Sania repot-repot bekerja.


"Sania, selelah apapun... Aku akan tetap bekerja dan tidak akan membiarkanmu bekerja. Aku akan membuktikan pada ayahmu jika aku mampu mengurus dan menafkahimu. Aku berjanji pada dan pada diriku sendiri."


Sania merasa terharu dengan semua yang Arka katakan dan dia merasa semakin mencintai kekasih hatinya itu. Setelah itu, mereka berjalan pulang ke rumah sambil berpegangan tangan.


~


Suatu malam, Kenzi dan Nino mendapat kabar dari Arka dan Sania tentang keberadaan mereka dan memberikan alamatnya. Kenzi dan Nino merasa senang dan memutuskan untuk berkunjung ke rumah baru mereka.


Setelah tiba di rumah Arka dan Sania, mereka disambut dengan hangat. Arka dan Sania memperlihatkan rumah mereka yang baru dan memberikan tur singkat di sekitar rumah. Kenzi dan Nino sangat terkesan dengan rumah baru mereka dan merasa senang untuk berkunjung ke sana.

__ADS_1


Kemudian, mereka duduk bersama di balkon teras depan dan mulai bercerita tentang kehidupan mereka. Mereka tertawa dan bercanda bersama, membuat suasana semakin meriah.


"Bersulang....,"


"Mari bersulang...." kata ketiga sahabat juga Sania berbarengan.


Lalu mereka meneguk minuman yang sengaja di bawa Nino untuk merayakan kebersamaan mereka.


"Apakah om Tedi masih mencari kami?," tanya Arka.


"Iya, dan dia sering mencarimu di tempat balapan," jawab Kenzi.


"Benar juga, Arka kamu sudah tidak mengikutinya balapan motor, lalu dari mana kamu menghasilkan uang?," sambung Nino.


"Aku mendapat pekerjaan sebagai buruh di konstruksi, pekerjaannya melelahkan, tapi upahnya lumayan besar, aku berjanji pada Sania untuk tidak ikut balapan lagi," jelas Arka sambil melihat ke arah Sania yang duduk di sampingnya.


"Wah wah... Nampaknya kalian pasangan yang sangat serasi, jadi sekarang kamu adalah kakak iparku.... He he he...." goda Nino sehingga membuat Sania tersipu malu, sedangkan Arka hanya tersenyum bahagia melihat ekspresi Sania.


"Hei, jangan bicara omong kosong," jawab Sania.


"Memangnya kenapa? Kamu kan istri Arka, jadi kamu kakak iparku... Kakak ipar...."


Nino terus menggoda Sania kemudian menyuruh Kenzi untuk memanggil Sania kakak ipar juga. Namun Kenzi nampak bersikap biasa saja bahkan terkesan dingin. Nino mengejek sikap Kenzi yang selalu membosankan menurutnya dan meminta Kenzi merubah sikapnya namun tidak di hiraukan.


Kemudian mereka bertiga bersulang lagi dan melanjutkan minum sambil bercanda dan saling mengejar karena sikap nyeleneh Nino yang terus menggoda Arka dan Kenzi. Gelak tawa para remaja yang beranjak dewasa itu menghangatkan rumah sederhana Arka dan Sania.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...


Next episode πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰

__ADS_1


__ADS_2