Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 94 - Dasar!


__ADS_3

Setelah Remon kembali ke Geng Elang, Arka merasa lebih tenang dengan keputusannya untuk keluar dari geng dan menjalani kehidupan yang normal. Namun, dia tahu bahwa dia tidak bisa pergi begitu saja sebelum berhasil membalaskan dendam Nino pada Jack.


Arka melakukan rapat dengan beberapa anggota lain untuk melancarkan aksinya menemukan keberadaan Jakc yang sampai saat ini belum di ketahui.


Namun di balik rencana Arka, ada sesuatu yang mengganjal dengan perasaan Remon semenjak ia kembali dan memimpin geng elang lagi. Ia merasa jika sekarang ini kepemimpinannya tersisihkan di banding Arka yang lebih di hormati dan di patuhi seluruh anggota.


Ya... Yang namanya mental gengster, pada satu hari Remon berhasil menghubungi mantan istri lebih tepatnya wanita pengkhianatnya yakni Rose. Ia bertanya tentang keberadaan Jack yang kebetulan Rose tau tempat persembunyian Jack lalu membawa Remon ke tempat tersebut setelah sebelumnya ia meminta jika keselamatannya terjamin. Apakah rencana Remon sebetulnya?


Beralih ke tempat lain, masih di tempat yang penuh duka, yakni rumah Sania. Kini Sania sedang mengenang kenangannya bersama Keyla dengan menatap setiap foto yang mereka ambil saat Keyla masih hidup.


Tiba-tiba ia mendengar suara bel tanda seseorang datang mengunjunginya. "Kau?," ucap Sania saat ia membuka pintu dan melihat Santi lah yang datang.


Santi nampak menunduk dengan raut wajah banyak penyesalan namun tidak berani bicara. "Jam berapa ini? Kenapa kau datang kemari?," Tanya Sania dingin.


Setelah mendengar perkataan Sania terlebih dahulu, Santi pun mulai memberanikan diri untuk bicara. "Sania... Aku mendengar tentang kematian Keyla, aku turut berduka cita hiks hiks hiks...."


Cairan bening di mata Sania mulai berlinang saat mendengar nama Keyla. "Kau! Apakah kau tau, Keyla meninggal karena dirimu! Jika saja saat itu kau tidak menemuiku, Keyla tidak akan merasa kesal dan menemaniku sehingga bertemu dengan para penjahat itu!."


"Sania... Maafkan aku... Hiks hiks hiks... Aku tidak bermaksud seperti itu hu hu hu...," kata Santi sambil berlutut di hadapan Sania.


"Kau tidak perlu berlutut dan kami tidak perlu kata maafmu, karena semua itu tidak akan mengembalikan sahabatku lagi, lebih baik sekarang kau pergi dari sini!," usir Sania yang berbalik membelakangi Santi.

__ADS_1


Santi menangis semakin menjadi sambil memohon-mohon maaf pada Sania. "Sania, aku mohon maafkan aku, aku tidak bermaksud berbuat seperti itu... Aku terpaksa mengaku hamil karena aku ingin tetap bersama Arka... Hu hu hu hu...."


"Apa! Kamu berpura-pura hamil?! ," teriak Sania seraya menghadap Santi kembali.


"Iya, sebenarnya aku tidak hamil, hanya saja saat itu aku merasa bingung... Aku tidak mau Arka meninggalkan aku jadi aku berbohong hiks hiks hiks...."


Sania mundur beberapa langkah seakan tidak percaya atas apa yang di katakan Santi itu. "Aku tidak percaya kau melakukan hal semacam itu! Kau membohongi kami?! Padahal aku sudah membelanya dan memberikan jalan agar masalahmu selesai!."


"Sania! Maafkan aku... Hu hu hu hu...."


"Pergi! Aku tidak mau melihatmu! Aku jijik melihat gadis sepertimu!," usir Sania, kali ini Sania langsung menutup pintu kasar meninggalkan Santi yang masih bersimpuh di luar pintu sambil menangis dan memohon maaf.


Lalu Sania pun terduduk di balik pintu dan menangisi semua hal yang terjadi padanya, pada Keyla dan semua kehidupannya. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


Namun, saat Nino tiba di markas Jack, ia tidak menemukan targetnya berada disana dan merasa kesal sehingga menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan markas Jack.


Pencarian terus Nino lakukan hingga ia menerima kabar tentang keberadaan Coki, kaki tangan Jack yang sedang berada di tempat spa.


Terlihat Coki sedang terbaring menikmati sentuhan demi sentuhan dari pijatan sang gadis pegawai spa tersebut sehingga terlelap tidur.


Saat Nino sampai di tempat tersebut dan melihat Coki, seketika bayangan wajah Keyla terlintas di pikirannya sehingga membuatnya semakin marah.

__ADS_1


Lalu Nino perlahan membuka pintu ruangan itu dan memberi isyarat pada gadis yang sedang bertugas untuk segera meninggalkan tempat itu secara diam-diam lalu gadis itupun mengangguk dan segera pergi ketakutan saat melihat pisau tajam yang berada di tangan Nino.


Tanpa pikir panjang Nino hendak menyusukan pisau itu di dada Coki namun tidak terduga Coki membuka matanya dan menyadari sikap Nino lalu menahan pisau yang hampir menembus jantungnya itu.


"Aaarghh... Nino! Nino... Kamu jangan bertindak sembarangan... Ampuni aku, aku mohon Nino...." Coki merengek ketakutan dan memohon ampun namun tidak di dengar oleh Nino yang berkata,


"Apakah saat dulu Keyla merasa kesakitan kamu juga ingin memaafkannya! Kau memukulinya hingga dia meninggal!."


"Ampun! Nino ampuni aku dan aku akan beritau alamat Jack berada, dia ada di hotel xx."


Dorrr!


Berbarengan dengan Nino menusukan pisau tajamnya ke leher Coki, Nino pun terkena tembakan dari senjata api yang Coki ambil darinya nakasnya hingga ia terluka di bagian paha sedangkan Coki kini sudah tinggal nama alias mati.


Dengan berjalan secara pincang dna darah yang terus mengalir dari pahanya, Nino keluar dari ruangan tersebut menuju tempat yang di infokan Coki tadi. Namun saat Nino tiba di tempat tersebut ia pun tidak menemukan Jack.


Ya jelas Nino tidak menemukan Jack karena sekarang dia sedang berada bersama Remon di suatu tempat. Mereka sedang berkomplot merencanakan menyingkirkan Arka.


Remon memutuskan untuk kembali bergabung dengan Jack karena merasa Arka telah merebut kekuasaannnya hingga ia memutuskan untuk mengkhianati Arka dan bekerja sama dengan Jack yang sudah mengkhianatinya. Keterlaluan...!!


Bersambung...

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2