Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 86 - Rindu


__ADS_3

\*\*\*


Hari berganti hari, Sania menikmati masa liburannya di tempat Tedi dengan bahagia. Dia seakan melupakan masalah yang selama ini menimpa dirinya dan membuatnya terpuruk.


Nino terus mencoba mencari tau keberadaan Sania meskipun Arka tidak menyuruhnya. Namun dia mengerti sahabatnya itu sangat merindukan Sania, hanya dia tidak punya keberanian untuk mengungkapkannya karena rasa bersalah yang masih menghinggapinya.


Di saat Arka sedang tidak ada di rumah, Keyla masuk tanpa sepengetahuan Arka dan membawa beberapa baju milik Sania. Rencana, hari ini dia baru akan menemui Sania karena baru di hubungi oleh Sania.


Dretttt Dretttt...


Keyla berdelik seakan jemu saat melihat ponselnya yang selalu berdering. Dan kali ini dia mengangkatnya setelah entah berapa kali dia tolak.


"Hallo?."


"Keyla, ayo cepat katakan dimana Sania berada?."


"Aku sudah katakan, aku tidak akan memberitahumu! Jika Arka yang menyuruhmu, suruh dia menghubungiku langsung mengerti!."


Keyla mengendarai mobilnya menuju pegunungan yang nampak asri dengan pepohonan rindang di setiap pinggir jalan. Sambil menyetir dia tersenyum dan terkagum-kagum sambil bergumam, "Waaah... Pantas saja Sania betah disini...."


Setelah melaju beberapa menit dari jalan tadi, akhirnya Keyla sampai juga di sebuah vila yang sangat nyaman dan indah. Dia langsung memasuki vila tersebut dan di sambut oleh pohon-pohon jeruk yang sudah berbuah dan siap di panen.


" Sania!. "


Seketika dia melihat sahabat yang sudah lama tidak dia temui dan sangat di rindukan. Nampak Sania sedang memetik beberapa jeruk yang akan mereka makan saat makan siang.


"Keyla!." Sania pun segera menghampiri Keyla dengan antusias dan mereka pun saling berpelukan penuh haru. "Aku merindukanmu," ucap Sania.


"Aku juga sangat merindukanmu... Sania, kamu terlihat lebih sehat dan lebih berseru selama tinggal disini," ucap Keyla saat melepas pelukan mereka.


"Ini bagus kan?."


"Tentu saja."


Tiba-tiba Kenzi datang dari arah belakang mereka. "Keyla, kau sudah datang?," tanyanya sambil memeluk hangat sahabatnya itu. "Iya, Kenzi, terima kasih karena kamu sudah menjaga Sania dengan baik." Kenzi pun mengangguk tersenyum.


"Hei, siapa yang baru-baru datang ini?," sapa Tedi yang baru keluar dari rumah/vila. "Om Tedi, apa kabar?," tanya Keyla sambil memeluk laki-laki parubaya yang sudah dia anggap sebagai orang tuanya itu.

__ADS_1


"Kamu terlihat cantik saja," puji Tedi dan Keyla pun mengelak sambil tertawa. "Kalau begitu, hari ini aku akan memasak masaknya yang spesial untuk kalian, ok!," lanjut Tedi.


"Om, biar aku bantu ya?," saran Keyla bersemangat. "Tidak usah... Kamu baru saja tiba, istirahatlah... Lagipula perabotan disini sedikit, aku tidak mau jika kamu membantu memecahkannya he he he...."


Kini Sania dan Keyla berada di balkon vila dan berbincang berdua. Sedangkan Kenzi membantu Tedi masak di dapur. Keyla merasa senang saat melihat Sania bisa tersenyum kembali dan menjadi lebih ceria.


Sania mengatakan jika kini hatinya sudah merasa lebih baik dan dia berjanji tidak akan melakukan hal konyol lagi seperti kejadian beberapa hari yang lalu.


Keyla merasa senang saat mendengar perkataan Sania dan dia merasa sudah tepat mempercayakan Sania pada Kenzi yang sudah menjaganya dengan baik. Lalu dia membandingkan dengan Arka yang hanya bisa berkelahi dengan Jack.


Merasa sedikit tidak nyaman, Sania mengubah topik pembicaraan mereka dan berkata jika Kenzi memang seperti psikiater yang bisa menenangkannya sehingga tidak merasa bersedih lagi.


"Sania, aku tidak tau yang akan aku katakan ini benar atau tidak... Walaupun Arka juga sahabatku, tapi aku merasa jika Kenzi lebih pantas untukmu... Dia juga sangat mencintaimu dan pasti bisa membahagiakanmu...," ucap Keyla penuh harap, dan Sania pun berlinang air mata karena terharu.


"Tinggalkan saja Arka yang hanya bisa membuatmu bersedih... Sania, aku tidak pandai bicara... Tapi, aku hanya ingin melihatmu bahagia... Terlepas dari semua itu, aku serahkan semua kepadamu, dan aku akan mendukung setiap keputusanmu."


Akhirnya, air mata Sania pun lolos membasahi pipinya dan dia pun memeluk Keyla juga berterima kasih karena Keyla selalu berada di sampingnya dalam suka maupun duka.


" Sania!. "


Arka memanggil Sania sambil berlari khawatir, lalu Arka di tebas senjata tajam oleh Coki yang mengikutinya dari belakang hingga meninggal.


"Aaaakkh...!," teriak Sania menggemparkan vila tersebut karena saat ini dia bermimpi buruk tentang Arka. Kenzi, yang mendengar jeritan Sania segera masuk ke kamar dan bertanya khawatir.


"Sania! Ada apa?!."


Nampak sania ketakutan dan berkeringat dengan nafas yang tersengal-sengal. Kenzi segera menghapus keringat dan memberinya minum agar terasa tenang.


Mendapat banyak perhatian dari Kenzi, saat itu Sania menatapnya lekat dan berkata, "Kenzi... Kenapa kamu melakukan ini semua? Kenapa kamu baik sekali padaku? Aku tidak pantas menerimanya ...."


"Aku... Aku hanya tidak ingin kamu terus hidup di dunia seperti itu, aku ingin kamu bahagia... Beberapa hari disini aku merasa bahagia karena ada bersamamu... Dan, jika suatu hari kamu akan meninggalkannya, aku bersedia membawamu untuk menjalani hidup normal, sungguh, aku akan melakukannya."


Kenzi mengutarakan perasaannya dan meyakinkan Sania. Namun, Sania hanya diam dan berurai air mata. Lalu Sania tersenyum ketir dan berkata,


"Aku... Aku sangat ingin mendengar hal itu, tapi tiba-tiba aku sadar, aku masih berharap orang yang mengatakan hal itu adalah Arka...." Jawaban Sania seketika membuat Kenzi merasa pupus harapan.


Lalu Sania bercerita tentang mimpi buruk yang baru saja dia alami. Dalam mimpi itu ia melihat jika Arka berlumuran darah dan meninggal.

__ADS_1


Dengan mimpi yang membuatnya takut itu, Sania menyadari mungkin dia akan tau seberapa besar cinta pada seseorang dan takut kehilangannya di saat berada antara hidup dan mati. Dan begitulah yang dia rasakan pada Arka.


"Kenzi... Maafkan aku... ~."


"Tidak apa-apa... Sania, aku mengerti...."


Kenzi nampak kecewa dengan jawaban Sania, namun ia tidak bisa memaksakan kehendaknya dan masih menerima keputusan Sania. "Aku rasa, ini sudah saatnya untuk mengantarmu kembali pada Arka."


Saat ini, ada perasaan canggung antara mereka berdua. Sania yang merasa tidak nyaman karena sudah menolak Kenzi, dan Kenzi yang nampak menyesal karena terlalu tergesa-gesa mengungkapkan perasaannya.


~


"Sania... Sebenarnya kamu dimana? Sebenci itukah padaku sehingga kamu tidak ingin bertemu denganku?," batin Arka dengan pandangannya yang tertuju pada jendela kaca kantor yang menghadap ke pusat kota.


Di tengah lamunan Arka yang fokus pada Sania, tiba-tiba ia di kejutkan oleh kedatangan Kenzi yang membuatnya tersenyum bahagia karena berharap Sania ikut pulang bersamanya.


"Kenzi, akhirnya kamu pulang, aku sudah lama menunggumu," seru Arka seraya menyambut Kenzi. "Aku pulang hanya sendiri... Aku datang khusus untukmu," Jawab Kenzi serius.


"Untukku?," tanya Arka khawatir. "Apa Sania baik-baik saja?."


"Tenang saja... dia baik-baik saja, dia juga perlahan pulih."


Arka merasa tenang dan berterima kasih pada Kenzi karena sudah merawat Sania dengan baik. Namun Kenzi berkata jika Arka tidak perlu berterima kasih padanya, karena ia melakukan semua itu bukan karena Arka tapi untuk dirinya sendiri.


Arka menatap Kenzi lalu menunduk pasrah. "Jika Sania sudah tidak mencintaimu lagi, aku tidak akan berada disini sekarang," lanjut Kenzi.


Ada perasaan senang saat mendengar perkataan Kenzi tapi Arka juga merasa tidak yakin pada dirinya sendiri. Apakah Sania masih membutuhkannya atau tidak. "Apa yang bisa aku lakukan untuknya?," tanyanya.


"Dengar baik-baik, aku ingin kamu berjanji untuk meninggalkan geng selamanya, maka aku akan membawa Sania kembali."


"Ya, aku setuju! ... Aku akan melakukan apapun asal Sania mau kembali padaku... Tapi, ada satu hal yang harus aku selesaikan dulu," ucap Arka.


Kemudian Arka menjelaskan jika geng Elang saat ini berada dalam bahaya karena Jack yang sudah keluar dari geng Elang secara terang terangan mengajak perang sampai mati awal bulan depan.


Arka meminta pengertian Kenzi untuk mengizinkan Arka menyelesaikan hal itu dulu sampai kondisi terkendali. Mengingat dulu Remon juga memperlakukan mereka dengan baik, maka ia tidak ingin geng Elang sampai hancur.


Dan setelah tiba saatnya geng Elang di tangan Remon lagi, Arka akan keluar dari geng dan membawa Sania pergi ke luar negeri dan hidup bahagia bersama. Melihat tekad dan kesetiaan Arka, Kenzi pun menyetujuinya.

__ADS_1


Bersambung...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2