
\*\*\*
Keesokan harinya, Sania dan Keyla memutuskan untuk mengunjungi sebuah spa untuk bersantai dan berbincang-bincang. Sambil menikmati perawatan spa, mereka membicarakan keadaan hubungan antara Arka dan Sania yang mulai merenggang.
Sania merasa khawatir dan sedih karena merasakan perubahan dalam hubungan mereka. Dia menceritakan kepada Keyla tentang bagaimana Arka terlihat lebih jauh darinya belakangan ini, kehilangan minat dan perhatian yang dulu begitu kuat.
"Lalu bagaimana sekarang?," tanya Keyla.
"Seperti biasa, dia tidak pulang lagi semalam."
"Kalau aku dan Nino, kami bertengkar tidak lebih dari tiga jam, tapi kalian... Sudah tiga hari baru baikan... Apa kamu tidak lelah dengan semua ini?."
Sania berpikir sejenak, "Tenang saja, kami tidak akan bertengkar lagi, aku tidak akan ikut campur lagi masalah pekerjaannya, dia bisa melakukan apa yang dia inginkan," tutur Sania dengan wajah yang nampak menyesal.
"Apa kamu serius? Kamu tidak akan ikut rapat lagi dengan Arka?," tanya Keyla dan Sania pun menggelengkan kepalanya lalu beranjak menuju ruang penyimpanan baju.
Mendengar keputusan Sania, keyla pun mencoba membujuknya jika Arka sangat membutuhkan Sania untuk mendukungnya, karena terkadang Arka suka mengambil keputusan secara terburu-buru.
Lalu Keyla berkata lagi jika Sania harus bisa lebih bersabar menghadapi Arka meskipun Sania lah yang benar. Karena bagaimana pun Arka bos nya di geng Elang cabang mereka, jadi Keyla meminta Sania untuk lebih menghormati keputusan laki-laki.
Mendengar nasihat Keyla itu, Sania pun mengingatkannya tentang bagaimana kelakuan Keyla yang setiap malam memukuli laki-laki yang berusaha menyembunyikan permainan Nino dengan para gadis di klub malam.
Lalu Keyla berkata, "Hal itu beda lagi... Aku tidak menyuruh Nino untuk berselingkuh dengan gadis lain, ya... Jadi aku harus memberi pelajaran padanya," Sania pun tertawa mendengar Keyla membela dirinya sendiri.
"Hei, Sania... Jika kalian berdebat terus seperti ini, mungkin suatu hari, Arka akan mengencani gadis lain di belakangmu seperti yang Nino lakukan," lanjut Keyla.
Sania berpikir sejenak lalu berkata, "Jika Arka melakukannya... Aku tidak berbuat bisa apa-apa...."
"Sania, bukan itu maksudku... Arka itu sangat setia padamu, di bandingkan bos-bos yang lain yang suka berganti pasangan setiap hari."
__ADS_1
Sania pun tersenyum, "Apa kamu cemburu?."
"Ya, aku cemburu! Hi hi hi...." Mereka berdua pun tertawa dan masuk ke ruang ganti.
"Oh iya, Sania... Aku lupa memberitahumu, kata Nino Kenzi mendapat pembebasan bersyarat, jadi beberapa hari lagi dia bisa pulang," ucap Keyla yang bisa di dengar Sania karena ruangan itu tidak kedap suara.
"Benarkah?," Sania berpikir sejenak, "Baguslah kalau begitu, Kenzi adalah orang yang selalu Arka dengar," lanjutnya.
"Tidak terasa... Empat tahun telah berlalu begitu cepat...," batin Sania.
Kemudian dia teringat saat kejadian tragis yang menimpa dirinya empat tahun lalu...
~
Nino... Siapapun diri kita, jika sudah masuk kedalam satu lingkungan, maka harus siap dengan konsekuensi yang terjadi, tidak terkecuali denganku... Jadi aku mohon berjanjilah untuk tidak memberitahu Arka... Aku tidak ingin lebih malu lagi... Hiks hiks hiks....
~
Waktu itu... Pagi hari setelah Sania mengalami pelecehan malam harinya, dia pulang ke rumah di antar Keyla dalam kondisi yang sangat lemah namun tidak menampakkan diri jika ia terluka.
Arka yang sudah tersadar dari mabuknya hendak pergi lalu bertemu mereka di depan pintu rumahnya. Bukannya menanyakan keadaan Sania, dia malah langsung mengabari tentang Kenzi yang sudah mereka ketahui.
"Aku akan pergi menemui pengacara dulu," kata Arka sambil beranjak pergi namun ia berbalik dan bertanya, "Sania, bagaimana lukamu?." Sania sempat terperanjat tapi berusaha tenang kembali, "Aku baik-baik saja," jawabnya.
"Keyla, tolong jaga Sania, jangan biarkan dia sendiri, banyak sekali yang terjadi saat ini, aku hawatir Jack akan menyerangnya."
"Baiklah, aku mengerti," jawab Keyla. Namun Sania hanya menunduk dan tidak berani menatap Arka. Lalu Arka pergi dengan tatapan hawatirnya pada Sania.
"Sial! Dia selalu tidak ada di saat di butuhkan, dan sekarang dia menyuruhku untuk melakukan tanggung jawabnya," kesal Keyla. Sania pun menangis sehingga membuat Keyla serba salah dan meminta maaf karena dia tidak bermaksud membuat Sania bersedih. "Maafkan aku Sania."
__ADS_1
Kemudian mereka masuk ke rumah dan duduk di kursi, "Keyla, biarkan aku menangis kali ini... Aku berjanji, aku tidak akan menangis lagi... Hiks hiks hiks." Mereka berdua pun menangis.
Beberapa hari setelah kejadian itu, Sania memutuskan untuk memotong pendek rambutnya. Dia membiarkan Keyla memotongnya walaupun merasa sangat berat hati karena dia sangat menyayangi rambut panjangnya.
Dan pada hari itu juga Sania dan Keyla ikut menghadiri rapat di kantor dengan penampilan barunya. Saat tiba di sana Arka merasa terkejut saat melihat, "Sania, apa yang kamu lakukan?."
"Bagaimana penampilanku, bagus kan?," Pertanyaan Sania itu membuat semua orang yang hadir melongo dan terpesona dengan penampilan baru Sania.
"Wow... Menurutku kamu terlihat lebih cantik dan ini model rambut terbaru," ucap Nino dengan senyumnya yang lebar.
Berbeda dengan Arka yang meresponnya dingin dan terlihat tidak suka, "Aku lebih suka penampilan lamamu," ucap Arka sehingga membuat Sania merasa sedih dan pergi keluar dari ruangan itu dengan kecewa.
"Rambut kan bisa tumbuh kembali, kenapa kamu kejam sekali!," teriak Keyla lalu menyusul Sania. Dan Arka pun merasa campur aduk.
Malam harinya, saat Arka tidur... Sania masih membuka matanya dan tidak bisa tidur karena banyak yang dia pikirkan. Sania terkejut saat tiba-tiba Arka merubah posisi tidurnya dan memeluk Sania yang ada di sampingnya, Sania pun menyingkapkan tangan Arka perlahan dan menghindarinya lalu dia menangis lirih seakan meratapi kehidupannya.
Pada saat itu banyak hal yang Sania pelajari, dia belajar naik motor, berlatih tinju dan bela diri. Namun, pada suatu hari saat Arka dan Sania sedang menghabiskan waktu berdua di sebuah cafe, tiba-tiba mereka di datangi seseorang yang langsung menyerang Arka.
Untung saja Arka bisa menghindarinya dan Sania pun membantu dengan bela dirinya dan mengambil senjata api yang orang tidak di kenal itu pegang lalu menodongkan senjata itu ke arah nya, namun Arka segera mengambil alih senjata itu dan tidak membiarkan Sania melakukannya.
Dalam artian Arka tidak ingin Sania merubah dirinya secara keseluruhan karena Arka lebih menyukai Sania yang dulu di matanya. Berpenampilan feminin, lemah lembut dan anggun.
Masa sekarang...
Sania sedang berada di atas gedung dan menatap sejauh mata memandang saat tiba-tiba Keyla menghampirinya dan memberi kabar jika Kenzi di bebaskan hari ini. Sania merasa senang mendengarnya namun seketika senyumnya menghilang saat hatinya mengkhawatirkan sesuatu.
Sesuatu yang sudah tersimpan selama ini takut terkuak saat Kenzi kembali karena dia takut tidak bisa lagi menyembunyikannya dari Arka.
"Kenapa waktu berlalu begitu cepat...."
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung...