Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 55


__ADS_3

\*\*\*


Di tengah kegelapan malam, Jack berdiri di tepi pelabuhan yang sepi. Dia menunggu dengan gelisah kedatangan orang-orang yang akan membawa beberapa gadis dari desa terpencil untuk dipekerjakan sebagai wanita malam di tempat karaoke nya.


"Bos, katanya Kenzi hari ini bebas dari penjara," ucap Coki. "Ya, aku tau, kenapa hukumannya sebentar sekali! Kenapa dia tidak mati saja waktu itu!," jawab Jack merasa kesal pada Kenzi karena dia yang memegang kartu AS nya.


"Bos, kita balas saja dia dan berikan pelajaran untuknya, dia sudah berani membunuh anak buah Bos yang dulu Bos suruh untuk melecehkan kekasih Arka," ucap Coki mengompori.


"Diam! Jangan sekali-kali kau membahas itu lagi, jika tidak kepalamu akan terpisah dari tubuhmu! Mengerti!," teriak Jack dan Coki pun mengangguk.


Dretttt drettt drettt...


Tiba-tiba Coki menerima telepon yang mengabarkan jika para gadis yang mereka bawa banyak yang melakukan pemberontakan dan tidak mau menurut, lalu mengabarkan hal itupun pada Jack.


Setelah Coki menyampaikan kabar itu, Jack pun menyuruh untuk melempar gadis yang tidak mau menurut itu ke laut karena dengan cara itu para gadis pun akan berpikir keras jika ingin menolak dan memberontak.


Kemudian Jack pun menyuruh Coki untuk mengambil alih memindahkan para gadis yang sudah sampai menuju gudang yang sudah mereka siapkan untuk menyembunyikan mereka.


Jack dan para anak buahnya mengerahkan kegiatan tersebut secara ilegal dan sembunyi-sembunyi karena takut di ketahui oleh Remon. Karena ketamakan finansial dan godaan untuk mendapatkan keuntungan cepat dan lebih banyak telah mendorongnya ke dalam situasi ini.


"Santi... Santi bangun...," ucap salah satu gadis pada gadis lain yang dalam keadaan pingsan dan dia panggil dengan nama Santi.


Seketika gadis yang bernama Santi itupun tersadar, "Dimana kita? Maya kita ada dimana?," ucapnya sambil memperhatikan sekitar.


Santi, seorang gadis desa yang lugu, menjadi salah satu dari para gadis yang terjebak dalam perbudakan ini. Dia tumbuh di sebuah desa kecil, jauh dari hiruk pikuk kota. Namun dia memiliki semangat dan kemurnian hati yang baik.


Para gadis itu di bawa dari desa mereka secara paksa dengan di iming-imingi pekerjaan yang layak di kota, namun nyatanya mereka di bawa kesini hanya untuk di jadikan wanita malam.


Saat terperangkap dalam situasi yang mengerikan, Santi tetap mempertahankan prinsipnya. Dia tidak mengerti mengapa orang-orang bisa begitu jahat terhadap sesama manusia.


Kemudian Santi mencoba memberontak. Dia dengan berani mencoba membuat keributan dengan memukul-mukul mobil agar ada orang atau polisi yang menyadari dan menyelamatkan mereka. Sementara gadis-gadis lainnya bergabung untuk memberikan dukungan.


Bruk bruk bruk bruk...!


"Keluarkan kami! Toloooonggng! Keluarkan kami...!."

__ADS_1


Bruk bruk bruk bruk...!


"Sial! Gadis-gadis itu merepotkan saja!," umpat Coki.


Lalu dia memberhentikan mobilnya hendak menertibkan mereka. Namun, terjadilah keributan di dalam mobil saat para gadis berusaha melawan dan melarikan diri. Mereka menggunakan segala kekuatan dan keberanian yang mereka miliki.


Dalam kekacauan tersebut, Santi berhasil membuka pintu mobil dan gadis-gadis itu berlari keluar menuju kebebasan. Mereka bergegas melarikan diri dan bersembunyi di area terpencil di sekitar pelabuhan.


Dalam ketakutan dan kelelahan, mereka berusaha menyusun rencana untuk melindungi diri dan mencari bantuan. Namun, ada beberapa di antara mereka yang berhasil di tangkap kembali karena banyaknya anak buah Jack yang berjaga.


"Maya... Kamu dimana?," ucap Santi, yang sedang bersembunyi di suatu tempat yang tidak terlihat oleh para penjahat itu. Dia sangat khawatirkan Maya karena mereka terpisah saat melarikan diri.


Sementara itu, Jack dan kelompoknya terkejut dan marah karena gagal menangkap para gadis. Mereka mulai mencari mereka dengan penuh kemarahan dan tekad untuk menghentikan upaya melarikan diri para gadis tersebut.


"Sial! Mereka pergi kemana?!," umpatnya, namun tiba-tiba terdengar sirine polisi yang mengepung mereka karena sudah mengendus aksi mereka dan hendak menangkap orang-orang yang terlibat.


Merasa situasi tidak aman, akhirnya Jack dan Coki pun sibuk melarikan diri karena tidak ingin tertangkap. Mereka membawa beberapa gadis yang berhasil di tangkap termasuk Maya, sedangkan Santi berhasil lolos.


~


Kenzi yang juga masih tersadar baru keluar dari kamar mandi dan melihat Sania yang sedang berdiri di balkon menatap pemandangan malam, lalu ia pun menghampirinya.


"Sania...." Sania pun menoleh dan tersenyum lalu berkata, "Seperti biasa, kita berdua akan jadi orang yang masih tersadar di saat mereka sudah tidak sadarkan diri."


"Benar, tapi sejujurnya sekarang aku tidak minum terlalu banyak, dan mencoba untuk menghindarinya agar tidak sering minum," jawab Kenzi.


"Memangnya, apa yang salah?," tanya Sania, namun tidak berharap mendapatkan jawaban dari Kenzi yang kini sedang di samping dan menatapnya.


"Sania, aku dengar dari Nino jika kamu sudah banyak membantu dan ambil bagian untuk urusan geng?."


"Ya, sungguh ironis bukan? Dulu... Pada awalnya aku sangat menolak berurusan dengan gengster, tapi sekarang... Aku sendiri yang masuk dan menapakan kaki ke dalamnya dan semakin dalam," tutur Sania.


"Aku yakin kamu pasti punya alasan, tapi apakah ini perlu?."


"Aku harus melakukannya, karena aku tidak ingin menjadi beban orang lain lagi," jawab Sania sambil tersenyum namun sorot matanya memancarkan keputus asaan yang dia sadari takan pernah bisa kembali seperti semula.

__ADS_1


"Baiklah, lebih sekarang aku buatkan teh untukmu agar lebih segar," lanjut Sania sambil melangkah menuju dapur.


"Dulu... Saat aku memperhatikan Sania, dia seperti bunga yang baru mekar, terlihat indah dan polos... Karena penyesalanku saat masa lalu, kini aku rela memutuskan hubunganku dengan gengster, tapi Sania... Dia malah membiarkan dirinya terjerumus semakin dalam...." Batin Kenzi.


Keesokan paginya, Arka dan Kenzi berada di landasan pesawat terbang, tempat yang menjadi tempat favorit mereka saat remaja.


Saat matahari terbit, cahayanya menyinari landasan pesawat yang kosong. Arka dan Kenzi pun merasakan kehangatan sinar mentari pagi itu.


"Kenzi, apa kamu tidak akan berpikir lagi untuk kembali bergabung dengan geng dan perusahaan? Kami membutuhkanmu."


"Arka, aku keluar dari penjara karena bebas bersyarat, jadi menurutku itu bukan ide yang bagus... Lagipula, aku tidak berminat dengan geng," jawab Kenzi. "Dan juga, dulu aku sudah berniat, jika ada kesempatan maka aku akan tinggalkan kehidupan dunia hitam itu," lanjutnya.


Mendengar perkataan Kenzi, nampaknya Arka merasa kecewa dan berkata, "Dulu aku juga berpikir seperti itu, namun, setelah beberapa tahun aku sudah terbiasa dan beradaptasi, jadi pikiran itu perlahan menghilang... Baiklah, aku tidak akan memaksamu."


Kemudian Arka memberikan sesuatu untuk Kenzi, sebuah buku tabungan yang berisi tabungan dari gaji Arka dan Nino selama ini. Mereka berdua telah menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk Kenzi.


Dalam buku tabungan itu, terdapat jumlah yang mengesankan yang menunjukkan komitmen dan kepedulian Arka dan Nino terhadap Kenzi. Mereka telah membagi penghasilan mereka menjadi tiga bagian, dengan Kenzi mendapat bagian yang sama.


Awalnya, Kenzi merasa tidak nyaman menerima pemberian dari Arka. Dia merasa tidak pantas menerima bagian dari tabungan yang telah mereka peroleh dengan susah payah.


Kenzi bahkan berusaha menolak pemberian itu dengan alasan bahwa dia harus mengurus keuangannya sendiri dan tidak membutuhkan uang sebanyak di tabungan itu.


Namun, Arka dengan tegas mengatakan kepada Kenzi bahwa itu adalah haknya. Dia menjelaskan bahwa mereka bertiga adalah keluarga, dan saling mendukung adalah bagian dari ikatan persaudaraan mereka.


Arka mengingatkan Kenzi akan impian Kenzi untuk melanjutkan kuliah. Dia meyakinkan Kenzi bahwa dengan menggunakan bagian dari tabungan tersebut untuk biaya kuliah, Kenzi dapat mewujudkan impian itu dan memperoleh pendidikan yang lebih baik.


"Hei, hei, hei...! Kalian sudah meninggalkan aku sendiri dan asyik berdua disini rupanya," seru Nino yang baru tiba menyusul mereka dan di sambut hangat oleh Arka dan Kenzi.


Lalu Nino pun memberikan keyakinan pada Kenzi bahwa dia berhak mendapatkan hasil yang sama dengan mereka berdua. Dan Nino pun meyakinkan Kenzi bahwa dia ingin melihat Kenzi sukses dan bahagia, termasuk dalam melanjutkan pendidikannya.


Akhirnya, Kenzi menerima pemberian tersebut setelah meyakinkan dirinya bahwa itu adalah tindakan penuh kasih sayang dari Arka dan Nino. Dia berjanji akan menggunakan uang tersebut dengan bijaksana untuk mewujudkan impian pendidikan dan masa depan yang lebih baik.


Kemudian mereka saling merangkul dan berteriak semangat. Saat pesawat menerbangi langit di atas mereka, Arka dan Kenzi merasakan energi baru mengalir dalam diri mereka. Mereka menyadari bahwa tidak ada batasan bagi apa yang dapat mereka capai jika mereka bersatu dan memegang erat impian mereka.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2