Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 95 - Arka & Sania, I love you...


__ADS_3

Mendapat luka yang cukup serius, Nino segera pergi ke klinik untuk merawat lukanya. Mendengar kabar tentang Nino, Arka dan Kenzi segera menemuinya di klinik dan merasa cemas.


"Nino, apa yang terjadi padamu?."


"Aku sudah membunuh Coki dan targetku tinggal Jack, aku akan segera menemukannya!."


"Nino, kamu jangan gegabah dan bertindak sendiri, bagaimana kalau terjadi sesuatu yang lebih buruk padamu?."


Nino tidak menjawab pertanyaan Arka dan hanya bersiap turun dari blankar dengan sorot mata yang penuh dendam. Kenzi menyarankan agar Nino di rawat dulu atas perintah dokter namun Nino tidak mengindahkan hal itu dan tetap ingin pulang ke apartemen tempat tinggal Keyla.


Satu minggu kemudian, Sania, Arka, dan Kenzi, mereka bertiga mengunjungi makam Keyla berada dimana Nino sudah terlebih dahulu ada disana dan menangisi malam Keyla.


Arka dan Kenzi hanya bisa menatap sedih sahabatnya itu dan merasa kehilangan juga. Sedangkan Sania, ia menyimpan bunga yang ia bawa di atas makam Keyla sambil menahan kesedihannya.


"Aku sangat merasa kehilangan Keyla, sekarang tidak ada lagi yang memarahiku bahkan memukulku jika aku telat pulang hiks hiks... Bahkan, aku belum menerima lamarannya hiks hiks...."


Lalu Nino mengeluarkan sebuah kotak yang berisi dua pasang cincin pernikahan. "Aku sudah membeli cincin ini untuk kita berdua, tapi aku tidak tau kam akan suka atau tidak, jika kamu masih ada disini, maka kamu akan memilih cincin yang lebih bagus hiks hiks hiks...."


Kemudian Nino memakai satu cincin di jari manisnya dan meletakkan satu cincinnya lagi di atas pusara Keyla. "Kamu adalah istriku, selamanya aku adalah suamimu... Hiks hiks... Aku menyadari jika aku sangat mencintaimu setelah kau tiada, aku sangat bodoh! Seharusnya aku menghabiskan waktuku bersamamu sehingga aku tidak akan menyesal seperti ini hu hu hu... 😭😭."


Melihat keterpurukan Nino yang kehilangan kekasihnya, Sania dan Arka pun saling memandang seolah saling berkata dalam diam. Mereka bertanya pada diri mereka sendiri, bagaimana jika hal itu juga terjadi pada mereka, maka kesedihan dan penderitaan yang Nino rasakan akan mereka rasakan juga.


Ya, semenjak pertemuan mereka di restoran waktu itu bersama Santi, Sania dan Arka belum lagi bicara berdua dan membahas hubungan mereka lagi.

__ADS_1


Masalah yang berurutan terjadi seolah membuat keduanya melupakan masalah serius mereka berdua. Sania yang kini sudah mengetahui kebenaran jika Santi tidaklah hamil, hatinya mulai terhangatkan kembali dan ingin mencoba memaafkan Arka.


"Sania, apa kamu tau, hal yang paling Keyla inginkan adalah melihatmu selalu bahagia, dia tidak ingin melihatmu bersedih dan menangis," ucap Nino sehingga membuat Sania menghapus air matanya dan berkata, "Ya, aku berjanji, aku akan hidup bahagia dna tidak akan bersedih lagi."


Arka hendak merangkul Sania dan menenangkannya. Namun ia ragu dan menggantungkan tangannya di udara karena khawatir membuat Sania merasa tidak nyaman hingga akhirnya dia menurunkan kembali tangannya.


"Aku tidak akan tinggal diam! Aku tidak akan membiarkan Jack hidup tenang dan segera menghabisinya!."


"Nino, kamu harus tenang, kamu tidak boleh bertindak gegabah lagi... Kakimu sudah terluka jangan menambah lagi luka di tubuhmu," ucap Sania sedih.


"Benar Nino, serahkan semua ini padaku dan bos Remon, dia berjanji akan membereskan Jack dalam waktu yang tidak lama, jadi kau jangan khawatir," timpal Arka yang tidak tau rencana jahat sebenarnya dari Remon.


Saat malam hari, Sania menatap langit cerah yang menghadirkan bintang - bintang yang berkerlipan. "Keyla, orang bilang... Kamu akan jadi bintang di antara ribuan bintang disana, apakah sekarang kamu melihatku?."


"Aku akan selalu ada bersamamu...."


Tiba-tiba saja Sania di kejutkan oleh suara Arka yang sudah berasa tepat di belakang aku dan mendengar semua kerjaan Sania. Sania menatap armada yang juga menatapnya lembut dan penuh rasa rindu.


"Sania, aku tidak layak untuk meminta maaf darimu, tapi aku hanya ingin mengatakan jika aku tidak ingin kehilanganmu... Meskipun kamu menolak aku akan tetap berada di samping dan menjagamu."


Hembusan angin malam dan cahaya langit malam seakan menambah suasana menjadi hangat dan romantis. Sania merasa tersentuh dengan kehadiran Arka saat ini dan ia memutuskan untuk memaafkan Arka dan Arka pin merasa sangat senang dan bersyukur.


"Sania, maukah kamu menerima kalung ini lagi?," tanya Arka sambil memberikan kalung yang dulu ia berikan pada Sania. Lalu Sania pun mengambilnya mabuk berkata, "Aku juga merasa aneh saat tidak memakainya."

__ADS_1


"Sania, aku sangat merindukanmu."


Dan mereka pun saling berpelukan melepas rindu yang sudah lama tidak bersama.


Mulai malam itu, mereka pun tinggal bersama lagi dan melupakan semua masalah yang terjadi pada mereka akhir-akhir ini dan melepaskan hasrat mereka setiap hari untuk mengobati kerinduan.


Arka dan Sania memutuskan untuk pergi ke luar negeri selama beberapa hari untuk menikmati kebersamaan mereka dan meninggalkan penat kehidupan di dunia gengster.


"Sania, aku akan ke toilet dulu," ucap Arka saat mereka sedang duduk di sebuah pesawat yang akan mengantarkan mereka ke Swiss."


Sania dan Arka menikmati perjalanan mereka di pesawat selama beberapa jam dengan melakukan hal-hal yang romantis seakan tidak peduli pada suasana sekitar.


Arka tidak pernah melepaskan genggaman tangan Sania sedetikpun dan terus menciumi wanita yang sangat dia cintai itu. "Arka, jangan begini... Nanti semua orang melihat kan malu...."


"Biar saja mereka lihat, biar semua orang tau kalau aku sangat mencintaimu."


Lalu Arka mencium bibir Sania lembut dan Sania pun merespon dan membalas ciuman Arka hingga ciuman mereka menjadi panas dna hampir tidak terkendali. "Arka, kita di pesawat," ucap Sania dengan nafas yang terengah-engah.


😍😍😍😍😍😍😍❀️😍😍😍😍😍😍😍


Bersambung...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2