Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 85 - Menghindar


__ADS_3

\*\*\*


Saat Arka sedang sibuk dengan urusannya di kantor, kini Sania terbangun dan memutar netranya ke seluruh ruangan dan merasa kecewa karena Arka tidak berada disana.


Tidak lama, Kenzi pun masuk dan segera menghampiri Sania yang nampak kebingungan. "Sania, akhirnya kamu sadar?." Kenzi merasa sangat senang karena kini Sania terlihat baik-baik saja.


"Arka sedang ada pekerjaan di kantor, jadi dia pergi dulu sebentar, tidak lama juga akan segera kembali," katanya lagi saat menyadari jika Sania mencari Arka.


"Kenzi, aku mau minta tolong...."


....


....


Di kantor berada, Arka dan Nino nampak emosi dengan sikap Jack yang terang-terangan mengajak perang dengan geng Elang.


Jack kini lebih berani karena mempunyai banyak anak buah dan menguatkan pertahanannya untuk melawan geng Elang. Selama Remon tidak ada banyak hal yang di lakukan Jack hingga dia kini merasa tidak terkalahkan.


"Nino, kumpulkan semua pemimpin geng Elang dan pinta mereka menyusun strategi dan rencana untuk menyerang geng Jack! Dia sudah sangat keterlaluan!," emosi Arka.


"Baiklah, Santi aku akan mengantarmu pulang," seru Nino. Tapi Santi menolak dan tetap ingin bersama Arka disana. "Arka... Aku mau tetap disini... Mereka orang yang jahat, aku takut terjadi sesuatu padamu... Hati hatilah," rengek Santi.


"Aku tau Santi, tapi akan lebih merepotkan jika kamu ada disini, pergilah."


Nino segera menarik tangan Santi keluar kantor meskipun ia meronta dan menolak ikut. "Cukup Santi! Kau sudah cukup merepotkan Arka! bahkan Sania mencoba bunuh diri karena ulahmu!."


Setelah beberapa jam, kini Arka dan Nino kembali ke rumah sakit. Arka berjalan tergesa-gesa karena ingin segera menemui Sania. Nino meledeknya jika Arka tidak usah merasa khawatir karena mulai sekarang dia akan bersama Sania selamanya dan Sania pun tidak akan kabur kemana-mana.


Namun, saat mereka masuk ke ruangan Sania. Mereka hanya melihat Keyla yang sedang merapikan baju Sania dan bersikap cuek pada mereka.

__ADS_1


"Keyla, Sania kemana?," tanya Nino mewakili Arka yang terlihat cemas. "Dia sudah pergi, Kenzi membawanya pulang," jawab Keyla datar. "Kenapa mereka pulang tanpa mengabari kami?," protes Nino, namun Arka hanya diam dan memikirkan sesuatu.


"Kenzi mengajaknya berlibur, wanita juga perlu pria yang baik padanya, jadi dia pun tidak akan pergi," sindir Keyla sambil melihat Arka sinis.


Nino terus bertanya tentang kemana Sania dan Kenzi pergi, tapi Keyla malah mengatakan jika dia juga tidak tahu dan kalaupun tau, dia tidak akan memberitahu mereka. Lalu Keyla pun pergi dengan membawakan tas berisi pakaian Sania.


Kemudian Nino menyarankan agar Arka mengerahkan anak buahnya untuk mencari Sania, tapi Arka menolaknya dan mengatakan jika lebih baik Sania bersama Kenzi saat ini karena dia akan baik-baik saja jika bersamanya.


Nino tidak setuju dengan keputusan Arka karena merasa konyol, tapi ia hanya bisa menuruti keinginan Arka saja dan berharap itu yang terbaik untuknya.


Sania dan Kenzi berada di puncak gunung yang menawarkan pemandangan indah dan asri. Mereka telah memutuskan untuk mengunjungi tempat tinggal Tedi setelah pensiun dari kepolisian.


Keputusan ini diambil untuk memberikan Sania waktu untuk menenangkan hatinya setelah pemulihan dari kejadian traumatis yang baru-baru ini dialaminya.


Tiba di rumah Tedi, mereka disambut dengan hangat. Udara pegunungan yang segar dan pemandangan alam yang menakjubkan memberikan ketenangan bagi Sania.


Mereka berencana untuk menghabiskan beberapa waktu di sana, menjauh dari hiruk pikuk kota dan menikmati keindahan alam.


"Sania... Kamu belum pulih betul, beristirahatlah disini dan kamu bisa tinggal selama kamu mau... Semenjak aku berhenti dari kepolisian, aku jarang kontak dengan orang lain, jadi saat kalian datang aku sangat merasa senang," tutur Tedi.


Sania pun berterima kasih dan meminta maaf karena akan merepotkannya beberapa waktu ini dan tidak di permasalahkan oleh Tedi.


Melihat kedatangan mereka berdua, Tedi pun menyangka jika Arka tidak mengetahui kepergian merekam kesini dan di benarkan oleh oleh Kenzi. Lalu dia berpesan pada Tedi, jika Arka menanyakan keberadaan mereka untuk tidak memberitahunya saat ini dan Tedi pun mengerti.


Kenzi melihat Sania yang kedinginan lalu memberinya perhatian dengan memberikannya jaket dan menyarankannya untuk masuk ke dalam rumah. Setelah pamit undur foto dari Tedi, Sania pun pergi masuk ke rumah diikuti Kenzi di belakang.


"Hah... Dunia penuh dengan orang bodoh demi cinta... Cinta benar-benar membuat masalah bagi orang," tutur Tedi sambil menyeruput kopi hangat dengan menatap pemandangan yang indah di depan mata.


Sementara Sania sedang menenangkan diri di tempat Tedi, di kota, Santi sedang gencar memepet Arka dan merasa tidak ada penghalang baginya untuk mendekati Arka setelah kepergian Sania.

__ADS_1


Santi membawakan makan siang setiap hari untuk Arka meskipun Arka sering melarangnya untuk melakukan hal tersebut dan kali inipun begitu.


Arka yang baru selesai rapat di kejutkan oleh keberadaan Santi yang sudah stanby di ruang kerjanya. "Arka, aku bawakan masakan khas dari kotaku, makanlah... Rasanya enak kamu pasti suka..


Tidak baik jika terus makan mie."


Arka merasa tidak nyaman pada sikap Santi sekarang lalu memintanya untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu lagi. Arka juga mengatakan bahaya untuk Santi jika terus berkeliaran di sekitar kantor geng Elang.


Santi tidak menghiraukan nasihat Arka dan bersikap seolah ia akan baik-baik saja dan mengatakan untuk tidak perlu mengkhawatirkannya.


"Arka, makanlah.... Mungpung masih hangat."


"Baiklah, aku akan memakannya nanti, simpan saja dulu deh meja," jawab Arka datar. Santi tetap bersikap baik-baik meskipun dalam hatinya ia tau jika Arka tidak menyukai kehadirannya.


"Baiklah, aku akan simpan di meja dan kamu bisa memakannya nanti... Aku akan buatkan teh dulu, ya."


Santi pun melangkah pergi dengan pikiran di kepalanya. "Arka jadi bersikap dingin padaku sekarang, mungkin karena kejadian yang menimpa Sania dan terjadi salah paham padaku," batin Sania.


Saat Santi sedang mengambil air dari dapur kantor, ia mendengar beberapa anak buah Arka sedang membicarakan dirinya yang mengatakan jika Arka sangat beruntung karena selalu mendapatkan kekasih yang cantik seperti Santi.


"Aku tidak menyangka jika bos Arka akan tertarik pada gadis lain, bukankah selama ini dia hanya mencintai Nona Sania...?."


"Menjadi kekasih bos itu harus benar-benar bisa menjaga perasaannya, jika Nona Sania bersikap kurang perhatian dan sering bertengkar, tentu itu akan menjadi kesempatan untuk gadis-gadis yang selalu ingin menjadi kekasih bos."


"Tapi aku rasa kupu-kupu kecil itu manis juga, pantas saja bos tertarik padanya...."


"Benar, dan jika gadis itu terus memberi perhatian seperti itu, pasti bos juga akan menjadikannya tetap di sampingnya seperti Nona Sania dulu."


Santi tersenyum sendiri mendengar perkataan dua laki-laki yang tidak menyadari Keberadaannya. "Mungkin jika aku berusaha lebih keras, aku pasti akan bisa bersama Arka dan menggantikan Sania," ucapnya.

__ADS_1


Bersambung...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2