Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 80 - Semakin berjarak


__ADS_3

\*\*\*


"Aku sudah muak denganmu! Kenapa kau kesini?... Hibur saja dia dan semuanya akan baik-baik saja...!."


Nino menghampiri Arka yang duduk termenung di pinggir danau. Ia merasa kesal karena sahabatnya yang satu ini seringkali melarikan diri jika ada masalah dengan Sania.


"Lihatlah, aku sahabat terbaikmu, kan? dengan senang hati aku bawakan minuman agar kau tidak terus bersedih," ucap Nino lagi sembari duduk dan membukakan botol minuman beralkohol itu.


"Tidak perlu, aku punya ini," jawab Arka sambil meneguk air mineral yang ia bawa sendiri.


Bukannya bersimpati, Nino malah bercanda meledek Arka yang ternyata bersungguh-sungguh tidak akan meminum alkohol lagi. Dia juga berkata apa gunanya jadi ketua geng jika tidak minum-minum dan bermain wanita sepertinya.


"Di dalam hatiku, aku berjanji pada Sania untuk tidak minum alkohol lagi, walaupun Sania tidak memintanya, aku tidak akan pernah meminumnya lagi," ucap Arka dengan nada yang penuh luka.


Merasa tidak habis pikir pada hubungan percintaan sahabatnya ini, Nino pun berkata jika Arka dan Sania adalah dua orang yang saling mencintai dan menghargai tapi kenapa akhirnya mereka harus seperti ini.


Bahkan Nino merasa bukan hanya Sania saja yang tidak bisa memahami Arka, dirinya pun merasa seperti itu. Lalu Nino berkata,


"Semua orang tau jika Sania selama ini ingin kamu berhenti dan keluar dari geng Elang, tapi kamu selalu mengabaikannya... dan sekarang, kamu dengan sukarela keluar hanya karena seorang gadis yang baru saja kau kenal... Jika aku jadi Sania, maka akupun akan merasa hal yang sama sepertinya," jelas Nino.


Arka semakin menekuk wajahnya saat mendengar perkataan Nino yang memang benar. "Kalau seperti ini, siapa yang tidak akan menyangka jika kamu dan Santi tidak ada hubungan apa-apa," lanjut Nino.


Arka tidak memungkiri hal itu, tapi dia berkata jika saat Santi di culik dan saat Jack menelpon lalu mengancamnya, Arka merasa jika wanita yang Jack culik itu Sania. Oleh sebab itu dia tidak berpikir lama dan langsung menyetujui syarat yang Jack berikan.


Kemudian Arka berkata lagi jika hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah sebuah penyesalan. Sering kali ia merasa mimpi buruk dan sangat berharap andaikan waktu dulu ia bisa menyelamatkan Sania, ia akan melakukan apa saja meskipun kehilangan nyawanya.


Mengingat saat itu Sania merasa sendirian dan tidak berdaya membuatnya semakin merasa sakit dan terluka. Lalu dengan semua keputusannya saat ini, Arka berharap tidak akan ada gadis lain yang akan jadi korban seperti Sania.


Kini Arka nampak rapuh, ia menangis pedih karena menyesal tidak bisa melindungi Sania. Nino pun merasakan luka sahabatnya itu dan berkata, "Arka, kamu harus tenang... aku yakin suatu hari nanti Sania akan mengerti, ok?."

__ADS_1


"Aku sudah mengacaukan semuanya, saat ini aku takut menatap mata Sania... Hiks hiks...." Sekuat kuatnya Arka, dia punya sisi yang lemah apalagi menyangkut gadis yang sangat di cintainya.


"Jika aku menatapnya, itu membuatku seakan terus melihat semua pengorbanan yang sudah dia lakukan untukku... Aku selalu berpikir, mungkin jika Sania tidak bersamaku maka dia tidak akan menanggung semua penderitaan ini hiks hiks... Aku takut kehilangan dia tapi aku tidak mampu menghadapinya.... Hiks hiks.... "


"Arka... Sudahlah, jangan seperti ini, kamu harus kuat."


Nino terus menenangkan sahabatnya itu dan tidak meninggalkan Arka sehingga dalam keadaan lebih baik. Setelah beberapa saat Arka merasa lebih baik, lalu menyuruh Nino untuk untuk ulang terlebih dahulu karena ia membawa mobil sendiri.


Merasa yakin jika Arka baik-baik saja, Nino pun menurutinya dan pulang terlebih dahulu.


Saat pagi harinya, Nino bergegas pergi ke kantor lebih awal karena satu urusan penting. Dan pada saat tiba di kantor, ia melihat Arka yang tidur di sofa ruang kerjanya dan baru terbangun saat Nino menyapanya.


"Arka, semalam kamu tidur disini?," tanya Nino dan so sibuk mencari sebuah berkas di meja kerja Arka. "Ya," jawab Arka, lalu memperhatikan Nino yang nampak sangat sibuk. "Kenapa kamu datang pagi-pagi sekali?," tanya Arka. "Akhir-akhir ini aku memang selalu datang lebih awal karena banyak urusan," jawabnya.


"Apakah Jack berbuat ulah lagi?," tanyanya. "Bagaimana tidak, kamu sedang tidak fokus mengurus geng, tentu saja dia merasa leluasa bersikap seenaknya pada kami, karena dia sama sekali tidak menganggapku," jawab Nino.


Dan satu hal lagi, Arka meminta Nino untuk menyuruh anak buahnya membelikan alat mandi, karena dalam beberapa hari ini Arka akan terus tinggal di kantor.


Akhirnya mulai hari itu Arka menggunakan alasan urusan geng untuk tinggal di kantor, padahal alasan sebenarnya karena ia belum bisa menghadapi Sania.


Dalam waktu yang cukup lama dia tidak melihat Sania, dan Sania pun tidak pernah mengatakan apapun. Sania berpura-pura tidak ada yang salah dan terus menjalani hidupnya. Namun dalam tindakan kecilnya dia merasa lukanya sudah mencapai batasnya.


Dalam kesendiriannya, Sania hanya berpikir mungkinkah Arka sedang bersama gadis yang belum dia kenal itu? Gadis yang sudah berhasil merebut perhatian Arka darinya.


Begitupun dengan Santi yang juga sudah lama tidak bertemu dengan Arka, dia berpikir jika Arka sengaja menghindarinya dan membayangkan jika Arka selalu bersama dengan Sania.


Padahal yang sebenarnya terjadi, Arka kini tidak terlalu mengurus dirinya. Setiap hari ia tidur meringkuk di sofa dengan badannya yang panjang dan hanya makan mie instan. Pemandangan yang menyedihkan.


~

__ADS_1


Keesokan harinya...


Keyla nampak berjalan menuju kantor dengan wajah kesalnya. Seketika ia langsung mengomeli Arka saat melihatnya bersama Nino.


"Arka! Kenapa kamu tidak pulang ke rumah dalam kayu yang lama?!," tanya Keyla dengan emosinya.


Nino berusaha mencegah sikap Keyla karena mereka kini sedang berada di kantor, namun Keyla tetap keukeuh dan tidak mau menghentikan aksinya. Lalu ia bertanya hal yang sama pada Arka.


"Keyla, itu urusanku dan aku harap kamu jangan ikut campur... Bukankah kamu harusnya bersama Santi? Kenapa kesini dan membiarkannya sendiri?," kata Arka balik bertanya.


"Aku bertanya kenapa kau mengabaikan Sania, tapi kenapa kau malah membahas Santi?! Dan kenapa aku harus bersamanya? Dia sudah lama pulih, kenapa kau tidak mengantarnya pulang ke kampung halamannya?."


Nino mencoba menenangkan Keyla dan mengatakan jika saat ini mereka belum punya waktu untuk mengurus kepulangan Santi. Dan berjanji akan segera mengurusnya.


Keyla merasa sedikit tenang mendengar hal itu karena dengan begitu mereka tidak akan terganggu lagi oleh keberadaan Santi. "Lalu bagaimana dengan Sania?," tanya Keyla. "Arka! Katakan sesuatu!," lanjutnya.


Arka merasa gusar dan bingung harus berkata apa. Lalu Nino pun merasa jika perkataan Keyla ada benarnya juga. Arka memang tidak seharusnya terus menghindari Sania dan dia menyarankan agar Arka segera bertemu dengan Sania.


Setelah berpikir beberapa saat, Arka pun setuju dan mengatakan jika ia akan segera pulang.


Tapi sebelum itu, pada hari itu juga, Arka pergi menemui Santi terlebih dahulu di rumah lamanya untuk memberitahunya jika ia akan segera di antar pulang.


~


Akhirnya... Ada yang merasa senang, akhirnya Santi akan pulang? πŸ˜ƒ Komen ya... πŸ˜‰


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2