Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 12 - Balapan liar


__ADS_3

\*\*\*


Dalam beberapa hari berikutnya, Sania semakin merasa nyaman dengan Arka dan mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama-sama. Mereka sering pergi jalan-jalan berdua dan haru ini merencanakan acara barbeque di rumah Arka.


Sementara itu, Kenzi mulai merasa hawatir tentang hubungan Arka dengan Sania.


Saat Arka sedang berbelanja kebutuhan acara barbeque, Kenzi memutuskan untuk membicarakan kekhawatirannya tentang hubungan Arka dan Sania.


Kenzi mengatakan bahwa mereka berasal dari latar belakang yang berbeda dan itu bisa menyebabkan masalah di masa depan. Dia khawatir bahwa hubungan mereka akan merugikan baik Arka maupun Sania.


Namun, Arka menolak untuk mendengarkan dan menganggap bahwa latar belakang bukanlah masalah yang penting dalam sebuah hubungan. Dia sangat menyukai Sania dan merasa bahwa mereka cocok satu sama lain.


"Arka, lebih baik kalian segera mengakhiri kedekatan ini... Kamu paham maksudku, pada akhirnya Sania akan pergi, dia akan melanjutkan sekolahnya ke luar negeri, dan kita, segala kemungkinan akan terjadi pada kita... Kehidupan hambar dan membosankan ada di depan kita," kata Kenzi. Arka menatap Kenzi lalu berpikir sejenak dan mencerna.


"Dia mungkin menjadi seorang pianis, seorang musisi, Kita tidak boleh menahan dia mengejar mimpinya... Kita jangan menghalanginya."


Arka nampak emosi dan berkata, "Itu urusanku, kamu jangan ikut campur."


Suasana menjadi tegang antara Arka dan Kenzi. Lalu Nino yang baru keluar minimarket melihat dan menghampiri mereka lalu bertanya,


"Ada apa? kalian bertengkar?."


Nino mencoba menenangkan situasi dan meminta Arka dan Kenzi untuk berbicara dengan baik-baik saja. Dia menyadari bahwa ada ketegangan antara mereka karena perbedaan pendapat tentang hubungan Arka dan Sania.


Saat ketegangan itu belum berakhir, Sania tiba-tiba datang dan meminta maaf atas keterlambatannya karena dia harus membuat alasan yang kuat kepada guru lesnya agar di beri izin. Mendengar hal itu, Kenzi melihat ke arah Arka seolah berkata lihat kebenaran tentang dugaannya.


Sania melihat ketegangan itu juga dan bertanya kepada Arka,


"Ada apa? Kenapa kamu bersikap aneh?."


Lalu Nino menghampiri Sania dan berkata jika Arka dan Kenzi sedang bertengkar. Kemudian Arka menegur Nino jika dia sudah terlalu banyak bicara dan menyuruhnya untuk jadi pembawa acara saja sekalian.


Arka melangkah dan mendekati Sania sambil tersenyum dan berkata, "Tidak ada apa-apa Sania, aku dan Kenzi hanya salah paham saja... Benar kan Kenzi?." Kenzi tersenyum dan mengangguk.


Nino segera mencairkan suasana dan mengajak mereka agar segera ke rumah Arka dan menyiapkan semuanya, lalu meminta Arka dan Kenzi untuk membantunya membawa belanjaan yang tidak bisa dia bawa sendiri.

__ADS_1


Saat akan beranjak, tiba-tiba Arka menerima sebuah telepon dan bicara dengan serius.


"Baiklah, aku mengerti... Aku akan tiba tepat waktu."


Arka menutup telponnya lalu berkata kepada Sania bahwa dia tidak bisa mengikuti acara barbeque itu, dan memintanya untuk melanjutkan acara itu dengan Kenzi dan Nino saja. Sania merasa keberatan karena Arka sudah berjanji padanya, dan dia pun sudah bolos belajar les.


"Bagaimana kalau besok?," tanya Arka.


"Besok aku harus les piano," jawab Sania, merasa kecewa.


Lalu Kenzi berkata kepada Arka, kenapa dia tidak bicara jujur saja kepada Sania dan menyuruhnya untuk tidak merahasiakannya. Sania berpikir jika Arka akan berkelahi lagi kemudian mengomelinya. Lalu Arka meyakinkan Sania jika ia tidak akan berkelahi.


Arka merasa ragu untuk mengatakannya, lalu Kenzi menyuruh Arka bicara jujur saja daripada mereka salah paham. Karena Arka tidak bicara juga, akhirnya Kenzi yang mengatakannya langsung bahwa Arka sebenarnya akan mengikuti balapan liar.


Sania sempat terkejut mendengar hal itu, begitupun Arka yang merasa tidak nyaman karena Sania mengetahuinya. Tapi seketika Sania merubah ekspresi wajahnya menjadi penuh semangat dan mengatakan jika dia juga mau ikut ke acara tersebut.


~


Di satu tempat lapangan terbuka...


"Keren bukan? Akan lebih keren lagi jika acara sudah di mulai," kata Kenzi pada Sania.


"Kenzi, balapan liar bukanlah sesuatu yang harus di banggakan... Itu sangat membahayakan nyawa, Kamu sahabatnya Arka, bujuklah Arka agar tidak melakukannya."


"Sania, bukankah kamu terlalu naif? Bagaimana Arka akan membiayai hidup dan pendidikannya? Arka mendapatkan nafkah dari balapan liar."


"Apa? Arka mencari nafkah dengan balapan liar?."


Sania terkejut mendengar penuturan Kenzi tentang Arka. Lalu Kenzi menjelaskan jika Arka yang hanya seorang yatim berusaha untuk menyambung hidup dengan cara seperti ini.


Rupiah demi rupiah Arka kumpulkan agar bisa makan. Selain untuk kebutuhannya sendiri, dia juga mencari nafkah untuk membayar biaya perawatan neneknya di panti jompo.


Lalu Kenzi membandingkan dengan hidup Sania yang serba berkecukupan bahkan orang yang berada yang tidak akan merasakan pahit dan getir nya kehidupan.


Sania memiliki orang tua yang bertanggung jawab juga Sania bisa melanjutkan studi nya dengan sangat lancar.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak tau kondisi Arka yang sebenarnya dan mungkin aku terlalu naif." Sania merasa sangat menyesal lalu berkata lagi,


"Bagaimana kalau besok aku akan mencarikan pekerjaan untuk Arka?."


Kenzi merasa kesal karena tidak sependapat dengan usul Sania. Lalu Arka memanggil Sania dan memintanya untuk tidak kemana-mana saat Arka balapan dan tetap diam bersama Kenzi juga Nino.


"Kenzi, jagalah dia."


"Baiklah."


"Arka, semangat! Kamu pasti bisa!." Sania berteriak memberikan semangat kepada Arka yang tersenyum senang mendapat suport dari Sania.


Bremm Bremm Bremm...



Arka dan lawan balapnya sudah berada di garis start, dengan suporter masing-masing yang bersemangat mendukung mereka. Terdengar suara mesin motor yang memekakkan telinga, membuat suasana semakin tegang.


Arka mengecek helm dan motor nya dengan teliti, memastikan semuanya dalam kondisi yang baik. Ia merasakan detak jantungnya semakin cepat, adrenalinnya mulai terpacu. Di sisi lain, lawan balapnya juga tampak siap dan percaya diri.


Para penonton mulai menghitung mundur untuk memulai balapan. Saat hitungan mundur mencapai angka satu, kedua motor melejit dengan kecepatan tinggi. Arka dan lawan balapnya saling mendahului, mencoba untuk menjadi yang terdepan.


Saat melewati tikungan yang tajam, Arka dan lawan balapnya saling beradu kecepatan. Terlihat kelincahan dan ketangkasan mereka dalam mengendalikan motor masing-masing. Para suporter dari kedua belah pihak berteriak dan bersorak, memberikan semangat dan motivasi.


"Arka! Semangat! Kamu pasti menang!,"


Sania maju lebih depan dan ikut bersorak menyemangati Arka dengan gembira. Namun Kenzi menatap Sania dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Dulu, aku mengira suara balapan, teriakan dan yel, akan membuat Sania menjauhi kami. Tapi, saat melihat tatapan Sania pada Arka yang begitu lekat, aku sadar... Jika aku sudah salah. Mungkin semakin besar perbedaan di antara mereka, mereka akan semakin tertarik," batin Kenzi.


Setelah beberapa putaran, Arka berhasil unggul dari lawan balapnya dan semakin menjauh. Ia terus memacu motornya dengan penuh semangat, merasa puas dengan kecepatannya. Akhirnya, di garis finish, Arka keluar sebagai pemenang dan disambut oleh sorakan dan tepuk tangan dari penonton.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2