
Yang nungguin dan penasaran episode selanjutnya, yuhuuu... Meluncur... 😃
Selamat membaca... 😍
Lanjut...
Tidak lama berselang, Kenzi pun sampai di tempat Sania berada, namun sudah terlambat. Ketika Kenzi akan memasuki gudang tersebut, dia berpapasan dengan preman brengsek itu dan hanya membiarkannya karena Kenzi segera mencari Sania untuk mengetahui keadaannya.
"Sania! Sania!." Kenzi memanggil-manggil Sania dan mencarinya. Tiba-tiba terdengar suara lirih Sania dengan isak tangisnya.
"Jangan mendekat, tinggalkan kau sendiri... Hiks hiks hiks... Tinggalkan aku sendiri... hu hu hu hu... 😭😭😭."
Kenzi merasa sedih dan marah saat menemukan Sania dalam keadaan malang dan menangis di kegelapan dalam keadaannya yang polos. Kemudian Kenzi membuka jaketnya dan menghampiri Sania, lalu menutupi tubuh Sania yang membelakanginya dengan memalingkan wajahnya sehingga Kenzi tidak melihat aurat Sania.
Sania terus menangis dan tidak berani menatap Kenzi yang berdiri membelakanginya. Kenzi mengepalkan kedua tangannya dan mengertakan giginya sambil meneteskan air mata.
"Maafkan aku," ucap Kenzi sambil memejamkan matanya dan hendak pergi lalu bertemu dengan Keyla dan Nino yang baru datang dengan berlarian.
"Dimana Sania?," tanya Nino, namun Kenzi tidak menjawabnya dan hanya menatap kosong.
"Sania?."
"Sania?."
Lalu mereka melihat Sania yang berada di sudut dalam keadaan malang. Keyla dan Nino tercengang dengan pemandangan yang mereka lihat sekarang dan Keyla pun segera menghampiri Sania dan memeluknya.
"Sania, apa yang terjadi? Kenapa jadi begini hiks hiks hiks...."
"Keyla.... Hiks hiks hiks...."
"Aaaaaargh! Bajingan!."
Seketika Nino pun berteriak karena marah atas apa yang menimpa Sania dan menangis karena sangat menyesal karena tidak bisa menyelamatkan kekasih sahabatnya itu.
__ADS_1
"Nino, rawatlah dia," pesan Kenzi, lalu dia beranjak dari sana.
"Nino, dimana Arka?," tanya Sania dengan air matanya yang terus mengalir.
"Arka sangat mabuk dan dia tidak sadarkan diri, tenang saja... Saat dia bangun Arka tidak akan membiarkan bajingan itu!," emosi Nino.
Namun, Sania melarang Nino memberitahu Arka tentang kejadian yang menimpa dirinya. Ia ingin kejadian itu di rahasiakan dari Arka karena Sania mengerti sikap Arka yang jika dia mengetahuinya maka Arka akan hancur dan kehilangan kendali.
Sania tidak ingin terjadi hal buruk pada Arka, jadi dia meminta agar semua orang bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa.
Namun Nino keberatan dan dia mengatakan tidak akan membiarkan para bajingan itu lolos.
Lalu Sania berkata lagi, "Nino... Siapapun diri kita, jika sudah masuk kedalam satu lingkungan, maka harus siap dengan konsekuensi yang terjadi, tidak terkecuali denganku... Jadi aku mohon berjanjilah untuk tidak memberitahu Arka... Aku tidak ingin lebih malu lagi... Hiks hiks hiks.... "
Keyla pun memeluk Sania dengan erat untuk menenangkanya, lalu Nino, dengan berat hati dia pun memegang janjinya pada Sania untuk tetap merahasiakan hal ini.
Beralih ke tempat lain...
Kenzi menatap sadis pada preman tersebut tanpa memberinya ampun meskipun preman itu memohon dan meminta kesempatan. Kenzi segera menghantamkan benda tersebut ke tubuh preman yang sudah terkapar di tanah secara bertubi-tubi sehingga preman itu pindah alam saat itu juga.
Setelah aksinya itu, Kenzi melihat seluler milik preman yang tergeletak dan berlumuran darah lalu mengambilnya. Kenzi menghubungi nomer terakhir yang tertera dan di duga dalang dari semua ini.
Dretttt drettt drettt...
"Hallo? Ada apa lagi? Bukankah pekerjaanmu sudah selesai? Dan ingat, jangan tinggalkan jejak apapun," kata Jack, padahal yang menelpon sekarang adalah Kenzi.
"Jadi semua ini rencanamu!," teriak Kenzi, lalu ia bicara panjang lebar di telepon sehingga membuat Jack terkejut dan wajahnya berubah jadi pucat pasi. Setelah selesai Kenzi segera menutup telepon nya.
Kini Kenzi duduk dan menekuk lututnya
di depan preman yang sudah menjadi mayat lalu Nino menghampiri Kenzi dan frustasi atas apa yang di lakukan sahabatnya itu.
"Sial! Apa yang harus kita lakukan?!," teriak Nino.
__ADS_1
Tidak berselang lama, polisi pun datang karena menerima laporan warga sekitar yang melihat kejadian itu. Meskipun Kenzi melakukan tindakan itu demi membela Sania, namun dia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Dia dibawa ke kantor polisi dan menjalani proses hukum yang berlaku.
Setelah Kenzi ditahan di kantor polisi, Arka, Sania, Nino, dan Keyla tidak tinggal diam. Mereka semua berada di kantor polisi untuk memberikan dukungan kepada Kenzi.
"Arka, Kenzi akan baik-baik saja bukan?,"tanya Nino cemas.
" Tenanglah, selama Kenzi bersikeras mengatakan jika ia melakukannya untuk melindungi Sania, semuanya akan baik-baik saja."
"Oh syukurlah... Lihat itu Kenzi."
Setelah mengalami proses pemeriksaan dan penyidikan, akhirnya Kenzi dijebloskan ke sel tahanan. Diiringi oleh dua polisi, Kenzi berjalan menuju sel tahanan dengan perasaan yang berat. Arka, Sania, Nino, dan Keyla yang menemaninya sepanjang waktu merasa sangat sedih melihat teman mereka harus mengalami hal seperti itu.
Kenzi melihat teman-temannya secara bergantian dan mencoba mengatakan jika dia baik-baik saja. Lalu saat Kenzi melihat Sania, ada perasaan penyesalan di dalam hatinya, karena mulai saat ini dia tidak bisa melindungi Sania lagi.
Sania menatap nanar Kenzi yang berada di balik jeruji besi, ia ingin mengatakan sesuatu namun Kenzi memberinya isyarat agar Sania diam sehingga Arka tidak mengetahui alasan sebenarnya atas semua kejadian ini.
Setelah waktu kunjungan berakhir mereka berempat pun pergi dengan berat hati, meninggalkan Kenzi dengan hukumannya karena rela berkorban untuk Sania, gadis yang ia cintai meskipun bertepuk sebelah tangan karena Sania kekasih sahabatnya.
"Aku berterima kasih pada pengacara yang membelaku, berkat dirinya aku hanya di beri hukuman selama tujuh tahun penjara karena melakukan pembelaan yang berlebihan... Di mata semua orang, pembunuhan ini hanyalah konflik antar mafia tanpa mengetahui rahasia di balik semua ini... Tapi dari awal sampai akhir pun aku tidak menyesalinya." batin Kenzi.
Tidak berselang lama kabar Kenzi di penjara sudah menyebar di kalangan gengster yang menaunginya. Jack merasa kesal karena Kenzi hanya mendapat hukuman tujuh tahun penjara karena dia merasa terancam oleh Kenzi yang mengetahui kebusukan perselingkuhannya dengan Siska.
Sedangkan Remon sangat menyesali karena harus kehilangan Kenzi untuk beberapa waktu. Orang yang bisa dia andalkan untuk memajukan geng Elang.
Sesuai janji yang di minta Sania, untuk waktu yang sangat lama Arka pun tidak pernah mengetahui kejadian yang menimpa Sania.
Arka dan Sania menjalani kehidupan harmonis layaknya pasangan yang bahagia, meskipun terkadang di saat mereka hendak melakukan hubungan, Sania selalu teringat kejadian malam itu namun berusaha mengendalikannya dan tidak membuat Arka kecewa.
Bersambung...
Jangan lupa kasih like vote, subcribe, dan hadiah nya ya... 😉
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1