Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 29


__ADS_3

Di saat perbincangan yang sudah mulai tegang, tiba-tiba Jack datang dan berteriak memanggil Arka.


"Arka! Dimana kau!."


Dengan tertatih-tatih dan di bantu oleh Coki, Jack berusaha berjalan menghampiri Arka, "Dasar berandal! Beraninya kau datang kemari! Kakak, cepat habisi dia!," lanjut Jack emosi dan meminta Remon untuk menghabisi Arka.


"Jack, ingat! Jangan buat keributan di markas geng Elang!," jawab Roy, orang kepercayaan Remon. Mendengar hal itu juga melihat tatapan tajam Remon, akhirnya Jack diam dan menunduk.


Setelah beberapa saat, Remon mengalihkan pandangannya ke arah Arka lalu berkata, "Katamu, kau datang kesini karena ada sesuatu yang perlu di jelaskan, apa itu?."


Lalu Arka menjelaskan awal mula kejadian pertandingan antara dia dan Jack. Seharusnya Arka yang memenangkan pertandingan itu, namun Jack telah melakukan kecurangan dengan nembak ban motor Arka sehingga terjatuh dan gagal mencapai finish. Nino menambahkan jika Jack sengaja dan berniat ingin membunuh Arka karena dia menyerang Arka ketika sedang melaju dalam kecepatan tinggi.


Oleh karena itu, Arka menegaskan jika dia tidak salah ingin membalas kejahatan Jack dan menabraknya. Kemudian Remon bertanya, apakah Arka tau jika Jack adalah anak buahnya, lalu Arka menjawab dia tidak tau sama sekali tentang Remon yang dia tau dia hanya ingin membereskan masalahnya dengan Jack dan tidak menimbulkan masalah lagi di waktu yang akan datang.


"Tuan Remon, kami bukan siapa-siapa, tapi geng Elang sudah berbuat curang dalam pertandingan balapan, siapa yang akan di rugikan jika berita ini tersebar? Lagipula, jika kami bertiga mati saat ini, itu hanya akan membuktikan jika tuan Remon hanya seorang penggertak, aku pikir itu tidak baik untukmu," jelas Kenzi panjang lebar.


Setelah mendengar perkataan Kenzi, akhirnya Remon bertanya tentang apa yang di inginkan Arka selanjutnya. Lalu Arka menjawab jika ia ingin permasalahannya dengan Jack selesai tanpa campur tangan Remon.


Remon tersenyum kecil dan bertanya lagi tentang bagaimana Arka akan mengakhiri semua ini. Lalu Remon memberikan sebuah pisau pada Arka dan menyuruhnya untuk membuktikan ketulusan Arka.


"Apa maksudmu?," tanya Arka.


"Jack tidak akan mengikuti balapan lagi dan dia juga tidak akan mengganggumu lagi, tapi sebagai gantinya, buatlah dirimu agar tidak bisa balapan lagi di kemudian hari dengan pisau ini."

__ADS_1


Arka terkesiap begitupun dengan Kenzi dan Nino, mereka mencoba menolak dan melawan namun tanpa pikir panjang, "Arrgh!" Arka langsung menusukan pisau itu ke pahanya sehingga mengeluarkan darah yang banyak dan meringis.


"Aku tidak bisa balapan lagi, begitupun Jack, dia jangan mengganggu hidupku lagi!," kata Arka sambil menahan sakit.


"Satu tusukan tidak cukup! Setidaknya kau memutuskan satu kakimu!," Teriak Jack, dan Nino pun merasa emosi namun di cegah oleh Kenzi dan menyuruh mendengar apa yang akan di katakan Remon.


Remon memuji Arka karena baru kali ini dia melihat orang yang menusuk dirinya sendiri dan masih hidup. Lalu dia berkata jika ia telah menerima ketulusan Arka dan berkata kepada Jack agar mulai saat ini dia tidak mengganggu hidup Arka, Kenzi juga Nino.


Jack merasa tidak suka dan menolaknya, namun seketika Remon membungkam mulut Jack saat mengatakan jika Jack tidak mendengarkan kata-katanya, dia tidak akan segan-segan untuk melenyapkannya.


~


Di rumah Arka dan Sania...


Terlihat Keyla sedang mondar mandir dengan gelisah. Sania yang juga merasa hawatir menyuruh Keyla untuk duduk saja dan tidak menambah rasa hawatirnya, namun Keyla hanya mengatakan jika ia tidak bisa duduk karena ambeyen (hi hi hi... Bisa-bisanya si keyla ini ngelawak di saat genting).


Sania sempat ragu saat mendengar perkataan Keyla yang memang benar, tapi dia tidak bisa berdiam diri terus saat Arka masih tidak di ketahui keberadaannya. Dengan berat hati, akhirnya Sania menelpon Tedi dan melaporkannya, yang sebenarnya Tedi juga sudah mengetahui hal itu.


Namun begitu, itu menjadi hal yang bagus untuk Tedi, karena dengan Sania menghubunginya dia jadi tau tentang keberadaan Sania sekarang. Dan pada saat Sania menelpon itu, sebenarnya Tedi sudah berada di markas geng Elang.


"Oh... Ternyata mereka disini, aku sudah mencari junior-juniorku dari semalam," kata Tedi saat masuk ke ruangan Arka dan yang lain berada.


Kenzi dan Nino langsung membantu Arka yang sudah terlihat lemas karena kehilangan banyak darah. Lalu Tedi berbicara pada Remon dan menegurnya karena sudah mengganggu dan membuat kerusuhan dengan mereka.

__ADS_1


Namun Remon hanya tertawa dan mengatakan jika Tedi lah yang membesar-besarkan masalah dengan sudah datang kesana. Dia mengatakan jika ketiga pemuda itu sengaja datang ke tempatnya hanya untuk berbicara saja. Lalu Tedi membantah dengan mengatakan mereka tidak akan berdarah jika hanya berbicara saja.


"Arka, coba katakan, siapa yang menusukmu? Aku akan bicara dengannya di kantor polisi," tanya Tedi.


"Om Tedi, mereka tidak menusukku, aku menusuk diriku sendiri," jawab Arka lemah, namun Tedi merasa tidak puas dengan jawaban Arka dan hendak bicara lagi pada Remon tapi di cegah oleh Kenzi yang segera mengajaknya untuk pulang karena hawatir dengan keadaan Arka yang semakin lemah dan takut tidak tertolong.


"Baiklah, Remon, apa tidak masalah jika aku membawa mereka pulang?."


"Tentu saja tidak, kamu seorang polisi, tidak ada hak untukku melarangmu membawa mereka ha ha ha ha...."


Setelah itu, Tedi mengajak ketiga cogan itu pulang bersamanya. Lalu Jack mendekati Remon dan mengatakan jika Remon sudah melakukan hal yang salah dengan membiarkan mereka pergi begitu saja juga mengatakan jika akan banyak orang dari anggotanya yang pasti tidak akan setuju.


Remon berteriak dan berkata tentang siapa saja yang tidak setuju dengan keputusannya, dia menyuruh orang itu untuk menghadap padanya secara langsung. Juga memperingatkan kembali pada Jack dan juga yang lainnya untuk jangan sekali-kali lagi menyentuh Arka, jika tidak orang itu akan berhadapan dengannya.


Remon juga menegaskan jika geng Elang ada di beberapa cabang, jika Jack berani melawannya dia tidak akan segan untuk menyingkirkannya. Jack menunduk dan terpaksa menerima keputusan bos besarnya itu.


~


Arka langsung dibawa ke klinik setelah kehilangan banyak darah akibat tusukan di pahanya. Setibanya di klinik, ia segera dievaluasi oleh tim medis dan diberi perawatan darurat untuk menghentikan pendarahan.


Dokter menentukan bahwa luka tusukan tersebut cukup dalam dan membutuhkan jahitan untuk menutupnya dengan baik. Arka diberikan bius lokal dan luka tersebut dibersihkan dengan hati-hati sebelum proses menjahit dimulai. Tim medis memantau tanda-tanda vitalnya dengan cermat sepanjang prosedur untuk memastikan ia stabil dan nyaman.


Setelah jahitan ditempatkan, Arka diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi rasa tidak nyaman. Dokter menyarankan agar ia istirahat dan menghindari aktivitas yang berat selama beberapa hari untuk memungkinkan luka sembuh dengan baik.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Bersambung...


__ADS_2