Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Episode 50


__ADS_3

Di jalanan yang sepi, nampak Keyla membonceng Sania dengan sepeda motornya. "Keyla, jalannya terlihat sepi... Apa kita ambil jalan lain saja?," tanya Sania karena merasa takut.


"Tenang saja Sania, ini jalan pintas jadi, kita akan cepat sampai ke rumahku."


Keyla mengendarai motornya dengan perlahan karena kondisi jalan yang tidak stabil. Tiba-tiba perjalanan mereka terhenti saat sebuah mobil menghadang mereka, lalu beberapa preman keluar dari mobil tersebut dan melihat ke arah mereka. Keyla merasa panik begitupun dengan Sania yang mulai merasa takut.


" Sania, ternyata kita di ikuti. "


"Keyla, lalu kita harus bagaimana?."


"Tenanglah...."


Keyla turun dari motor dan mencoba menggertak para preman yang semakin mendekati mereka. Keyla mengatakan jika dirinya adalah anggota geng Elang dan jika terjadi sesuatu pada mereka, maka geng Elang tidak akan membiarkan para preman itu hidup.


Namun, gertakan Keyla tidak di dengar sama sekali, ya jelas, karena yang menyuruh mereka juga si Jack yang sama-sama anggota geng Elang.


Merasa gertakannya tidak di hiraukan, Keyla merasa semakin panik, pasalnya jika ia hanya sendiri itu tidak jadi masalah, tapi kini Sania berada bersamanya yang harus dia lindungi juga.


"Sania, sepertinya mereka mengincar kita," kata Keyla saat melihat para preman itu terus mendekat.


"Lalu kita harus bagaimana?," tanya Sania yang semakin takut dan panik.


Kemudian Keyla memberikan sebuah pisau pada Sania dan mengatakan jika Sania harus berusaha melakukan apa yang sudah dia ajarkan padanya lalu menyuruh Sania untuk segera lari dari tempat itu, sedangkan Keyla mencoba mengecoh mereka dan menarik perhatian agar Sania bisa kabur.


Benar saja, saat Keyla melajukan motornya para preman itu pun mengikuti dan mengejar Keyla. Namun, ada satu preman yang berhasil mengikuti Sania dan hampir menangkapnya.


"Manis... Kamu kemana manis? Jangan lari dan bersembunyi... Ayo kita bersenang-senang...! Manis...?."


Sania menutup mulutnya saat melihat preman itu hampir mendekatinya dan mencoba untuk tetap diam agar pergerakannya tidak terlihat.


Sementara itu, Keyla berada di dalam mobil dan di keliling preman-preman yang mencoba masuk ke dalam mobil namun Keyla berusaha untuk melindungi dirinya.


Keyla segera menelpon Nino dan memberitahunya tentang situasi saat ini. Keyla berpesan agar Nino segera menyelamatkan Sania terlebih dahulu yang kini berada terpisah darinya.

__ADS_1


Nino yang sedang sibuk membersihkan muntahan Arka merasa terkejut saat mendengarnya. Lalu dia mencoba membangunkan Arka yang tidak sadarkan diri untuk segera menolong Sania.


"Arka! Bangun! Sania dalam bahaya! Arka! Sial! Dia sangat mabuk."


Namun, pengaruh alkohol sangatlah jahat, Arka sama sekali tidak merespon apapun meskipun Nino berteriak-teriak dan memintanya bangun.


Merasa tidak ada harapan dari Arka, akhirnya Nino menghubungi Kenzi, tapi telepon nya juga tidak aktif. Nino terus mencoba menghubungiku setiap tempat kekuasaan mereka termasuk bar-bar yang mereka kelola.


Dan setelah beberapa saat, akhirnya Nino berhasil menemukan keberadaan Kenzi lewat telpon dari salah satu bar dan meminta pelayan bar itu memberikan teleponnya pada Kenzi.


"Tuan, ada telepon dari tuan Nino."


"Katakan saja aku tidak ada, aku sedang suntuk."


"Tapi tuan, katanya ini telepon yang sangat penting, ini mengenai nona Sania."


Yang awalnya Kenzi bersikap cuek seketika merespon dengan cepat saat mendengar nama Sania. Lalu Kenzi mengambil telponnya dan berbicara pada Nino dan sangat terkejut saat menerima kabar tentang Sania.


Seketika Kenzi bergegas lari tanpa menghiraukan jika ia telah membuat berantakan satu meja yang berisi gelas minuman karena tertabrak olehnya.


Sania berlari terengah-engah menuju gudang setelah berhasil meloloskan diri dari kejaran preman. Dia langsung bersembunyi di belakang beberapa kotak yang tersusun rapi di gudang. Sania mencoba menenangkan napasnya yang terengah-engah dan memeriksa sekeliling untuk memastikan bahwa preman itu tidak mengejarnya lagi.


Namun tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar gudang, membuat Sania semakin ketakutan. Dia berusaha untuk tetap tenang dan merapatkan tubuhnya ke arah kotak-kotak, berharap tidak akan ditemukan oleh preman itu. Dia menggenggam erat pisau kecil yang di berikan Keyla padanya.


"Kemana gadis itu pergi? Dia lari sangat cepat!."


Suara langkah kaki semakin dekat, membuat detak jantung Sania semakin kencang. Namun, saat preman itu membuka pintu gudang, Sania berhasil menemukan celah kecil dan bersembunyi disana tanpa terlihat oleh preman itu sehingga pergi dari sana. Sania merasa lega namun tidak berhenti menangis karena ketakutannya, dia masih bersembunyi karena takut preman itu masih berada di luar.


Tiba-tiba telepon Sania berdering dan menerima telepon dari Kenzi, Sania merasa senang dan berharap Kenzi segera menolongnya.


"Sania, kamu dimana? Kamu baik-baik saja?."


"Aku baik-baik saja, Aku ada di gudang dekat rumah Keyla."

__ADS_1


"Baiklah, tunggu disana dan tetap sembunyi, aku akan segera kesana."


Di saat Sania sedang bicara, tiba-tiba preman tadi menemukan keberadaan Sania dan tertawa jahat. Sania merasa ketakutan saat menyadarinya dan mengambil pisau yang sempat dia letakkan tadi sehingga teleponnya terjatuh namun tetap terhubung pada Kenzi.


Merasa situasi menjadi tidak baik, Kenzi berteriak-teriak di telpon namun Sania tidak mendengarnya.


"Hei! Jangan ganggu Sania! Hadapi aku jika berani! Awas jika kau berani menyentuhnya sedikit saja, aku tidak akan membiarkanmu!."


"Ha ha ha... Akhirnya aku menemukanmu."


"Jangan mendekat! Aku mohon... Jangan sakiti aku, aku punya uang... Aku akan memberinya padamu," ucap Sania sambil mengacungkan pisau kecil yang tidak berarti untuk preman itu.


Di saat Sania berada dalam bahaya seperti itu, Arka yang masih tidak sadarkan diri terus mengigau memanggil nama Sania tanpa dia ketahui kekasihnya itu sedang terancam.


" Aku mohon jangan sakiti aku... Hiks hiks."


"Kamu punya uang? Lalu aku harus melepaskanmu? Ha ha ha... Tidak mungkin, lagi pula kamu adalah kekasih Arka, aku tidak akan melepaskanmu semudah itu," kata preman itu sambil menyeringai.


"Jangan! Jangan...! AAAAAAAA...!!!."


Kenzi yang masih mendengar suara Sania lewat telponnya segera mempercepat lajunya saat mendengar Sania berteriak dan semakin hawatir, "Sania! Saaaniiiaaaaa....!."


Akhirnya, malam itu menjadi malam yang kelam dan memberikan trauma yang besar untuk Sania karena preman brengsek itu berhasil melecehkan Sania tanpa belas kasihan.


Sania merasa terpuruk setelah menjadi korban kejahatan preman itu. Sania terus menangis dan meratapi kejadian yang menimpa dirinya. Dia merasa sangat hancur dan tidak tahu harus berbuat apa.


Dia merasa dirinya sudah tidak suci lagi dan tidak pantas untuk diperlakukan dengan baik. Sania meringkuk di antara baju-bajunya yang berserakan dan mencoba mengambilnya untuk menutupi tubuhnya yang polos.


😭😭😭


Bersambung...


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


__ADS_2