Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster
Ep. 74 - Semakin rumit


__ADS_3

\*\*\*


Saat pagi tiba, Arka terbangun perlahan dari tidurnya, merasakan sinar matahari yang menyinari ruangan. Saat ia membuka mata, ia merasa terkejut dan bingung dengan keadaan sekitarnya.


"Aarggh!." Arka memekik karena kepalanya terasa sakit setelah mabuk semalam.


Lalu Arka melihat bahwa dirinya berada dalam keadaan polos, tidak mengenakan pakaian apapun. Dengan rasa penasaran yang besar, Arka melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa ia berada di rumah lamanya.


"Akh! Sial!."


Arka berusaha mengingat kembali apa yang terjadi dan bagaimana ia bisa berada di sini. Namun, ingatannya masih kabur dan tak jelas.


"Arka, kamu sudah bangun? Apa kepalamu masih sakit? Ini minum dulu."


Arka di kejutkan dengan kedatangan Santi yang menghampirinya dengan membawa segelas teh hangat. Lalu Arka melihat Santi dan memikirkan sesuatu dan keduanya pun nampak canggung.


"Santi... Semalam, apa kita...."


Santi menganggukkan kepalanya seraya menunduk lalu terkejut saat Arka merasa gusar.


"Aarggh! Sial! Aku sangat brengsek!." Arka menggeram marah dan merasa frustasi juga memukul kepalanya sendiri.


"Arka, jangan begitu... Ini bukan salahmu."


"Bukan salahku?! Seharusnya aku tidak mabuk parah! Santi, maafkan aku... Seharusnya aku tidak melakukannya, maafkan aku."


Arka terus meminta maaf dan menyesali perbuatannya, tapi Santi mengatakan jika Arka tidak perlu merasa bersalah karena ia melakukannya dengan sukarela. Lalu Arka berkata lagi jika ia tidak boleh melakukan hal bodoh apapun padanya karena ia sudah menolongnya.


"Apa bedanya aku dengan binatang! Lagipula, aku pikir... Aku pikir kamu... ~."


"Aku tau, kamu pikir aku ini Sania...


Aku sudah katakan, aku bersedia melakukannya bukan karena ingin balas budi, bukannya karena tidak tau kamu melakukannya karena mengira aku Sania tapi karena... Karena... Aku suka padamu."


Arka memejamkan mata dan memegang kepalanya karena merasa masalahnya menjadi semakin rumit.


Sementara di rumah, Sania, Keyla, Kenzi juga Nino menunggu Arka semalaman hingga tidak tidur sampai pagi. "Arka kemana ya, sampai pagi begini belum juga pulang," kata Nino saat keluar dari kamar mandi, lalu melihat Sania yang nampak gelisah dan mencoba menenangkannya.

__ADS_1


"Ha ha, tenang saja, jika tidak ada laporan apa-apa berarti dia aman," lanjutnya.


"Apa kamu bilang? Aman? Nino, apa kamu yakin dia tidak berada di rumah lamanya?," tanya Keyla.


"Berapa kali harus aku bilang, dia tidak ada di sana saat aku mencarinya... Kamu curiga kalau dia bersama~..."


"Baguslah kalau dia tidak disana!."


"Sudahlah... Kalian jangan bertengkar," ucap Kenzi.


Kemudian Kenzi menyarankan jika Sania perlu istirahat karena semalaman tidak tidur. Sania menolak dan mengatakan dia baik-baik saja, tapi Kenzi berkata lagi jika Sania tidak boleh memaksakan diri dan harus istirahat.


Akhirnya mereka bertiga pulang dan membiarkan Sania untuk istirahat. Saat akan keluar dan menutup pintu, Kenzi menoleh ke arah Sania yang nampak putus asa dan tidak bergairah, namun ia hanya bisa membiarkannya saja sementara ini.


Saat perjalanan pulang, Kenzi meminta Nino untuk mencari Arka di kantor dan berpikir siapa tau ada disana. Jangan sampai Jack menemukannya dan mengambil kesempatan.


Nino pun segera pergi menuju kantor dan benar saja, kini Arka berada disana dan membuang semua koleksi minuman keras miliknya.


"Arka... Aku mencintaimu... Tapi aku tidak memintamu untuk membalas cintaku, hanya saja aku berharap akan selalu melihatmu dan berada di sampingmu...."


"Seharusnya tidak sampai begini, aku sangat egois." Arka terus membuang semua botol alkohol sambil terus mengingat perkataan Santi tadi pagi dan membuatnya sangat merasa bersalah.


"Semalam aku di rumah lama, dan untuk minuman ini, aku tidak akan meminumnya lagi karena sering membuat masalah."


"Semalam kamu tidak menemui Jack dan terhasut olehnya, kan?."


"Tenang saja, sekarang aku lebih jernih... Dan untuk Jack, aku akan melawannya secara perlahan, jika sudah tiba saatnya, aku akan membunuhnya!."


Nino bersyukur karena Arka tidak bertindak gegabah lalu mengatakan jika semalam mereka menunggunya semalaman di rumah, bahkan Sania sampai tidak tidur karenanya.


Arka terhenti sejenak dan memikirkan Sania dan merasa khawatir. "Bagaimana dengan luka di kakinya?."


"Arka, kamu ingin tahu keadaannya kenapa tidak bertemu dengannya langsung? Aku merasa aneh dengan sikap kalian yang saling menghindar...."


Lalu Nino menasehati Arka jika untuk sementara ini Arka harus melupakan segala urusannya dan fokus menjaga Sania, karena saat ini gadis yang di cintai Arka itu perlu dukungan darinya. Kemudian Arka pun pergi dan hendak pulang ke rumah.


"Waduh...! Sayang sekali jika minuman ini di buang...," kata Nino sambil mengambil salah satu botol.

__ADS_1


"Tunggu, dia bilang semalaman berada di rumah lama, tapi Santi bilang tidak ada dan Arka mabuk...? Wah, ternyata yang di katakan Keyla benar... Apa semalam mereka... Waduh! Gawat!."


Kenzi membawakan makanan untuk Sania namun tidak di berikan langsung padanya dan hanya menyimpan di depan pintu rumah Sania. Lalu Kenzi berkata dalam hati,


"Apa yang kamu pikirkan Kenzi? Kamu menyuruh orang lain pergi agar Sania bisa istirahat, tapi kamu sendiri malah ingin menemuinya...?."


Kenzi merasa jika saat ini Sania sangat membutuhkan dukungan dan teman bicara... Tapi menimbang lagi, Sania juga perlu waktu untuk sendiri dan Kenzi pun turun ke bawah untuk pulang.


Dan Arka, kini ia berdiri di depan gedung tempat tinggalnya dengan pandangan nanar, ragu untuk memasuki gedung tersebut. Ia merasakan keengganan dan kecemasan yang sulit dijelaskan.


Ketika ia hendak berbalik dan pergi, tiba-tiba ia mendengar suara memanggil namanya.


"Arka!."


Ia menoleh dan melihat Kenzi keluar dari gedung tersebut. Kenzi langsung menghampirinya dengan wajah penuh kekhawatiran lalu mereka bicara di taman sekitar gedung.


"Kenapa kamu tidak pulang? semalaman Sania menunggumu."


"Aku belum bisa menghadapi Sania."


"Apa maksudmu? Sania juga berani menghadapimu! Tapi kamu hanya diam dan tidak berkata apapun, siapa yang akan tau apa yang ada dalam pikiranmu."


"Apa yang aku pikirkan itu penting? Jika itu penting, kenapa kau tidak berkata jujur empat tahun yang lalu?."


Kemudian Kenzi menjelaskan jika mereka tidak jujur pada Arka saat itu, karena takut kejadiannya akan seperti ini, Arka akan menghindari Sania dan menjauh. Lalu Kenzi menatap Arka lekat dan bertanya,


"Arka, aku ingin tanya padamu, apa kamu menghindari Sania karena kamu tidak menerima jika ia sudah di per*osa?."


"Kenzi! Kita sudah berteman lama, pastinya kamu tau bukan itu yang aku rasakan."


Arka menjelaskan pada Kenzi jika ia bersikap seperti sekarang ini karena ia merasa menyesal dan bersalah pada Sania. Lalu Kenzi berkata jika ia bisa paham tentang Arka tapi apakah Sania akan paham juga sepertinya?.


Saat ini, Sania lah yang paling menderita. Dia harus menghadapi semuanya selama empat tahun ini sendiri dan yang dia butuhkan sekarang adalah dukungan dari Arka.


Merasa semakin tidak berguna, Arka mengatakan jika ia tidak bisa berpura-pura dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Dia butuh waktu untuk berpikir dan ia merasa bahwa masalahnya akan semakin rumit, mengingat jika ia sudah melakukan penghianatan bersama Santi.


Dan Kenzi pun meminta Arka untuk berjanji jika ia tidak akan menghindari Sania lagi dan akan menghadapinya. Karena Sania tidaklah sekuat yang di lihat, dia masih sama seperti Sania yang dulu, lemah dan perlu perlindungan.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...


__ADS_2