Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Episode 12 sedikit terkuak


__ADS_3

Ririn menjerit melihat kakak nya Tumini tak merespon apapun panggilannya.


"Kakak, ayo bangun" ucap Ririn sambil terus menggoyangkan tubuh Tumini dengan harapan agar kakak nya segera bangun dari pingsannya.


Hendra dan Amin yang saat itu berada di samping Ririn segera membopong tubuh Tumini dan langsung membawa nya ke ruang tamu.


"Sepertinya, Tumini perlu dibawa ke balai pengobatan"


"Ayo kita bawa ke balai pengobatan sekaranf juga" ucap Hendra dengan menunjukkan wajah yang sangat cemas.


"Ayo Tuan, kita tak punya waktu lagi" jawab Ririn sambil melihat wajah kakak nya yang makin memucat


Hendra segera membopong tubuh Tumini dan membawa nya ke dalam mobil..


Sementara itu, Amin dan Ririn ikut serta dan tak lama kemudian mereka bertiga membawa Tumini ke balai pengobatan terdekat yang ada di desa mereka.


Di perjalanan, banyak kejadian aneh yang terjadi. Mobil Hendra tak dapat berjalan lancar dan tiba-tiba saja mogok di tengah jalan. Saat situasi sudah mulai genting, sosok bayangan hitam mengikuti mobil hendra dari belakang.


"Amin, cepat..mengapa kau menyetir mobil dengan sangat pelan" ucap hendra kepada Amin.


"Hendra, mobil mu tak bisa dikendalikan"


"Sepertinya, bensinmu habis" jawab Amin sambil terus menghidupkan mesin mobil yang tiba-tiba saja mati.


"Ah, coba lihat mesin nya"! ucap hendra dengan nada tak sabar

__ADS_1


Amin dengan cepat segera turun dari mobil dan mengecek apa yang telah terjadi sebenarnya.


Saat Amin mengecek mobil milik hendra, tubuh Amin merinding tanpa sebab yang jelas.


"Mengapa seperti ada makhluk yang mendekatiku?" gumam Amin dalam hati


Amin melihat kekanan dan ke kiri, namun tak ada satupun orang yang berada di samping nya. Hendra terlihat masih berada di samping Tumini, begitu juga dengan Ririn.


"Amin, ayo cepat"!


"Apakah ada masalah dengan mobil ku?" tanya Hendra penasaran


"Hendra, mobil mu tak ada masalah apapun" jawab Amin sambil menggaruk kepalanya.


"Mesin nya juga masih bagus dan tidak ada kerusakan apapun" ucap Amin


"Lalu, kenapa mobil ku tiba-tiba mati tanpa ada penyebab nya?" tanya Hendra penasaran


"Entahlah Hendra"


"Sekarang, aku akan coba nyalakan mobil nya lagi" ucap Amin menenangkan hati hendra.


Amin pun mencoba menghidupkan mobil nya dan tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi pun hidup lagi.


"Nah, bisa hidup lagi ternyata"

__ADS_1


"Ayo cepat, sepertinya keadaan Tumini kian memburuk" ucap hendra sambil mengelus rambut Tumini yang panjang dan lebat


"Tenang hendra, sebentar lagi kita akan sampai di balai pengobatan" jawab Amin sambil menyetir mobilnya dengan lebih cepat lagi.


Beberapa menit kemudian, mobil mereka telah sampai di balai pengobatan terdekat.


Amin segera turun dari mobilnya dan membantu hendra membopong tubuh Tumini.


"Suster, tolong teman saya"!


"Dia pingsan karena kepalanya terbentur" ucap Amin kepada suster yang berjaga di balai pengobatab itu


"Baiklah pak, bawa nona itu kemari" jawab suster cantik itu sambil menunjuk ke arah tempat tidur khusus pasien.


Tanpa pikir panjang, Amin dan hendra membopong tubuh Tumini ke tempat sesuai arahan suster cantik penjaga balai pengobatan itu.


"Bapak, tunggu di depan pintu saja ya, saya akan memanggil dokter jaga untuk memeriksa keadaan pasien" ucap suster cantik penjaga balai kepada Amin.


"Baiklah" jawab Amin singkat


Mereka bertiga pun menunggu di luar ruangan sedangkan Tumini masih dalam pemeriksaan dokter dan suster yang berjaga di balai pengobatan tersebut.


"Ah, hari ini sungguh melelahkan"


"Semoga Tumini bisa pulih secepatnya" ucap hendra sambil melihat Ririn yang saat itu berada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2