Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
selamatan


__ADS_3

Tepat pada malam jumat kliwon, Sandra, Indah dan Doni berencana akan pergi ke tempat kediaman kyai yusuf yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka


"Indah, perutmu semakin lama semakin membesar dan di diatas batas normal"


"Lebih baik, kita adakan selamatan lebih awal"


"Apakah kau mau kami ajak ke rumah kyai yusuf?" tanya Sandra sambil mengelus perut Indah yang semakin membesar saja.


"Oh ya, aku mau-mau saja kak"


"Tapi, aku tak memiliki biaya untuk mengadakan selamatan tujuh bulanan anakku" jawab Indah pendek


"Tenanglah Indah"


"Doni akan membiayai semuanya"


"Kau jangan kawatir" ucap Sandra sambil mempersiapkan bahan apa saja yang dibawa menemui kyao yusuf nanti


"Baiklah kalau begitu"


"Aku hendak bersiap-siap terlebih dahulu" ucap Indah sambil mempersiapkan baju dan keperluan lain yang sekiranya dianggap perlu olehnya


Sementara itu, kebo ijo tak henti-hentinya mengeluarkan air liur nya yang bau anyir. Dirinya mendengar pembicaraan antara Sandra dan Indah.


"Oh, mereka akan pergi ke rumah seorang kyai?"


"Apa yang akan direncanakan oleh Sandra mengenai bayiku?" gumam kebo ijo sambil terus memantau pembicaraan Sandra dan Indah yang cukup terdengar jelas di telinganya.

__ADS_1


Hingga tiba saat nya, Doni mempersiapkan mobil nya untuk berangkat menuju ke tempat kyai yusuf.


"Ayo, kita berangkat sekarang"


"Jangan terlalu malam" ajak Doni sambil membukakan pintu mobil nya untuk Indah dan Sandra


Mereka pun akhirnya berangkat menuju ke tempat kediaman kyai yusuf yang cukup jauh jaraknya.


Di dalam mobil, Sandra tak henti-henti nya muntah karena tiba-tiba saja tercium bau anyir yang cukup membuatnya merasa mual.


"Oh, bau apakah ini?"


"Isi perutku seperti mau keluar semua" ucap Sandra menahan sakit di perutnya.


'Iya, bau nya juga sampai ke hidungku" ucap Doni merasakan hal yang sama


"Indah, apakah kau merasakan hal yang sama dengan kami?" tiba - tiba saja Doni dan Sandra menoleh ke arah Indah yang saat itu duduk dengan santai di kursi belakang mobil mereka.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berhenti dulu?"


"Sepertinya, Sandra sudah tak kuat lagi"


"Kita minum sebentar saja dan mencari udara segar" ajak Doni sambil memarkir mobil mereka di sebuah warung sederhana yang ada di pinggir jalan.


Sandra dengan tubuh yang lemas akhirnya turun dari mobil mereka.


Sementara, Indah sedang asyik tidur di dalam mobil ditemani kebo ijo yang tak terlihat dengan mata telanjang.

__ADS_1


"Sandra, apakah kamu sudah merasa baikan?" tanya Doni sambil melihat wajah Sandra yang masih saja lemas


"Aku sudah merasa baikan" jawab Sandra pendek.


"Aneh"


"Saat aku keluar mobil, bau menyengat itu semakin berkurang" ucap Sandra mencoba mencium dari mana arah bau anyir yang sejak tadi dia rasakan.


Doni mulai berpikir keras bagaimana mereka bisa secepatnya melanjutkan perjalanan menuju ke tempat kyai yusuf mengingat perjalanan masih sangat jauh.


"Jika aku tak cepat berangkat, bisa sampai malam nih" gumam Doni dalam hati


"Sandra, bagaimana kalau kau minum obat anti mabuk yang ada di laci?"


"Dengan begitu, kau bisa tidur saat mobil sedang melaju"


"Perjalanan kita masih sangat jauh"


"Aku tak yakin kita akan sampai tepat waktu" ucap Doni sambil melihat jalanan yang masih ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang.


"Baiklah Doni"


"Kau ada masker?" tanya Sandra sambil memandang ke arah Doni


"Ada"


"Pakailah dulu" ucap Doni sambil menyerahkan masker yang ada di dalam laci mobil.

__ADS_1


Sandra akhirnya meminum obat anti mabuk yang memang sudah di sediakan di dalam mobil, tak lupa Sandra memakai masker pemberian Doni


Mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke tempat kyai yusuf


__ADS_2