
Setelah berjalan cukup jauh, Tumini Rita dan nenek jin telah sampai di pohon Sawon. Pohon itu sangat besar sekali. Bentuknya sangat menyeramkan karena akarnya mirip dengan lekuk tubuh manusia.
Akarnya sangat kuat dan melebar. Jika berada di dunia manusia, besar pohon Sawon mencapai 1 kilometer perjalanan.
"Nenek, pohon ini sangat besar sekali"
"Aku jadi merinding tak kala aku melihatnya"ucap Tumini
"Kau tak perlu takut Tumini"
"Pohon ini hanyalah sebagai tempat untuk penyerahan tumbal"
"Disini, tertulis nama nenek moyang mu yang telah menyerahkan tumbal untuk para jin yang ada di daerah ini"
"Beberapa jin, ada yang menggantung kan hidup nya dengan memakan buah yang ada pad pohon ini"
"Pohon ini bisa berbuah jika ada tumbal yang menjadi pupuk nya" ucap Nenek jin
"Trus nek, kalau aku mengambil tumbal nenek moyangku, apakah berpengaruh dengan kelangsungan pohon Sawon?" tanya Tumini sambil melihat buah pohon Sawon yang tumbuh dengan subur.
__ADS_1
"Tidak nak,
"Karena setiap hari, akan ada tumbal pengganti yang diletakkan di sini"
"Selama ada manusia jahat dan serakah, pohon ini akan tumbuh subur"
"Mungkin sampai kiamat tiba"
"Jadi kau tak perlu kawatir jika hanya mengambil satu dari nenek moyang mu"
"Oh baiklah nek" jawab Tumini sedikit lega
Tumini segera berjalan ke arah batang pohon itu. Sambil melihat nenek jin yang berada di sampingnya, Tumini mulai bertanya lagi kepadanya karena dirinya bingung melihat nama nama manusia yang begitu banyaknya.
"Aku bingung mencari nama nenek moyangku, karena jika aku hitung jumlag nya lebih dari ratusan ribu" ucap Tumini
"Ada beberapa nama yang sama, aku tak mungkin membukanya satu nek" ucap Tumini
"Tumini, tenanglah"
__ADS_1
"Kau cukup mengelilingi pohon ini, jika kau telah dekat dengan nama nenek moyangmu, maka nama itu akan memancarkan cahaya karena keturunan nya telah datang untuk mengambil nya" ucap nenek jin sambil tersenyum
"Oh, begitu nek"
"Baiklah nek, aku akan mengelilingi pohon ini" ucap Tumini
Sementara itu, Rita dari kejauhan menyaksikan Tumini mengelilingi pohon Sawon. Rita merasa lega karena sahabatnya itu berhasil menemukan kunci agar bisa terlepas dari nasib sial dan tentunya mereka berdua akan terbebas dari kebo ijo sang penunggu selendang ijo milik Tumini.
Saat mengitari pohon Sawon, Tumini mendengar suara-suara gaib yang meminta pertolongan. Sebelumnya, nenek jin berpesan pada Tumini agar dirinya tidak menghiraukan suara-suara orang yang minta tolong karena hal itu hanya akan memperlambat Tumini dalam memperoleh nama nenek moyang nya yang terbelennggu akibat ulah mereka sendiri
"Tolong aku.."
"Aku juga ingin terbebas dari sini" ucao suara gaib yang berganti-ganti meminta pertolongan.
Perjalanan mengelilingi pohon sawon rupanya cukuo jauh. Tumini perlu berputar hingga 4 kilo lamanya. dan karena tekat yang sangat kuat, rasa lelah tumini hilang saat itu juga. Hanya muncul semangat yang kuat sehingga perjalanan nya menjadi lebih cepat dari biasanya.
Hingga di pertengahan jalan, Tumini melihat ada bungkusan putih yang bercahaya kuning keemasan. Tampaknya itu adalah nama nenek moyang Tumini yang sedang dicarinya.
Tumini segera mendekat ke arah cahaya itu. Semakin lama semakin silau dan beberapa detik kemudian, Tumini berhasil mengambil bungkusan kecil itu.
__ADS_1
"Aku sudah dapat"
"Aku harus secepatnya kembali ke tempat semula" ucap Tumini dengan wajah yang berbinar