
Nenek jin yang menghampiri jasad Rudi mulai tahu jika jasad yang ditemui itu adalah pemuda yang ditemuinya di pasar jin yang ada di dasar lembah gunung Kalong.
"Ini pemuda yang tadi?"
"Aku sempat melihat jiwanya"
"Apa mungkin dia tak sadar jika jiwanya telah terpisah dari badannya?" gumam nenek jin sambil melihat wajah Rudi yang mulai lebam.
"Karena kau telah memberi kesempatan untuk mendapatkan perekat paku jiwa, aku akan menolong mu"
Aku akan membawa jasadmu ke tempat warga agar jiwamu bisa kembali" ucap nenek jin sambil membawa raga Rudi ke sebuah tempat dimana disitu terdapat rumah warga.
Sebelum meninggalkan jasad Rudi, nenek jin pergi kembali ke gunung Kalong untuk menjemput jiwa Rudi yang tersesat.
"Hei, kau pemuda yang tadi?" tanya nenek jin sambil menepuk pundak Rudi yang saat itu bingung karena pasar jin mulai banyak yang menutup lapaknya.
"Oh ya nenek, ada apa kau kembali kemari?" tanya Rudi sambil menengok ke kanan dan ke kiri melihat siapa tahu ada Beni, Intan dan maya yang sedang mencarinya.
"Nak, jiwa mu tersesat di tempat ini"
"Apakah kau tahu, jika kau hanyalah sebuah jiwa?" tanya nenek jin kepada Rudi
"Nenek, apa maksudmu?" tanya Rudi tak mengerti apa yang diucapkan oleh nenek jin.
"Nak, pejamkan matamu, aku akan mengantarkan mu kembali ke jasadmu"
"Saat ini, jasad mu hampir saja mati, oleh karena itu sebelum terlambat, kau harus kembali ke dalam ragamu yang sebenarnya" ucap nenek jin memberi penjelasan kepada Rudi.
Rudi mulai berpikir tentang dirinya dan mulai menoleh ke segala arah. Hingga akhirnya Rudi sadar jika dirinya berada di tebing jurang yang curam.
"Hah, aku ada dimana nek?"
"Kemana para pedagang itu?" tanya Rudi penasaran
Nenek jin segera membawa jiwa Rudi menuju ke jasadnya yang berada di dekat pemukiman warga.
Sejenak, Rudi pingsan karena tak kuat menahan angin yang menerpa wajahnya. Kecepatan terbang nenek jin cepat seperti kilat, hingga membuat Rudi tak bisa menyeimbangkan jiwa nya dan pingsan tiba-tiba.
Setelah meletakkan jiwa Rudi ke dalam raganya, nenek jin segera kembali untuk menemui Tumini lagi.
1 hari kemudian, seluruh warga desa di dekat gunung Kalong mulai bekerja sama menemukan Rudi yang dikabarkan telah hilang oleh pak RT setempat.
Beberapa warga mulai membunyikan kentongan, suatu ritual usaha yang dilakukan warga di sana jika ada orang yang hilang di gunung kalong. Beni, maya dan Intan juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan warga setempat.
"Tong, tong tong"
__ADS_1
"Tong, tong, tong, bunyi kentongan terdengar sangat nyaring membuat semua makhluk halus di samping warga minggir seketika. Kentongan itu dilapisi dengan doa adat warga setempat. Sehingga jin yang ada di sana minggir teratur untuk menghormati ritual ini.
"Semoga saja Rudi ditemukan dengan selamat" ucap maya penuh harap, diikuti kata Amin dari kedua teman yang lain.
Hingga suatu saat, ada warga yang berteriak histeris karena melihat sesuatu tepat dihadapannya.
"Tolong"
"Tolong"
"Ayo cepat kemari, aku menemukan sosok pemuda yang mirip dengan Rudi" ucap salah satu lurah
Rudi tergeletak tak berdaya dengan tubuh penuh darah. Di mulut nya keluar darah segar dan kepala Rudi juga berdarah.
Semua warga berkumpul di dekat tubuh Rudi yang terkapar lemah. Sementara itu, Intan, Maya dan Beni juga menghampiri Rudi
"Rudi, ayo bangun"
"Ini kami teman-teman mu" ucap Intan sambil menggoyang-goyang kan tubuh Rudi yang mulai menghangat
"Oh, pemuda ini masih hidup"
"Untunglah"
Intan segera mengambil air untuk menyiram wajah Rudi, atas persetujuan pak Rt. Air itu sudah diberi doa khusus yang baru saja diberikan oleh pak kyai setempat.
Setelah wajah Rudi di beri air khusus, Rudi sedikit bisa membuka matanya.
"Rudi, kau sudah sadar?" Intan tersenyum senang melihat Rudi sahabatnya sadar dari pingsannya
Mendengar panggilan dari Intan, Rudi berusaha menjawab panggilannya.
"Hem. egh, ah.."
"Mengapa aku tidak bisa berkata apapun?" gumam Rudi dalam hati
Intan dan beberapa warga lainnya mencoba bertanya kepada Rudi apa yang telah terjadi selama di negeri jin.
Rudi ingin menceritakan semuanya, namun kerongkongan nya seakan tak bisa berkata apapun
"Rudi, mungkin kau masih syok dengan hal yang terjadi padamu"
"Ayo sekarang, kita ke rumah pak Rt dulu untuk memulihkan kondisimu yang masih lemah" ucap Beni salah satu teman Rudi
Akhirnya tubuh Rudi di bopong oleh warga menuju ke rumah pak Rt.
__ADS_1
Sesampai di rumah pak RT, Maya menelepon orang tua Rudi untuk menjemput Rudi ke desa gunung Kalong tempat mereka sekarang berada
Maya menceritakan semuanya tentang Rudi yang sempat hilang dan hal itu membuat orang tua Rudi terkejut
"Hah, mengapa kalian tidak bilang pada kami, dan baru melapor saat Rudi sudah ditemukan?" ucap orang tua Rudi panik
Akhirnya orang tua Rudi berangkat saat itu juga ke desa gunung kalong untuk menemui Rudi.
Di rumah pak RT, situasi mulai tenang. Beberapa warga yang mencari Rudi mulai pulang ke rumah masing-masing.
Hanya tinggal Rudi dan ketiga temannya yang ada di rumah pak RT.
"Nak Rudi, bagaimana apakah kondisimu sudah baikan?" tanya pak RT kepada Rudi yang saat itu sudah bisa duduk dengak baik.
"Kamu termasuk orang yang hebat"
"Selama saya tinggal di gunung Kalong ini, tak ada satupun pendaki yang hilang setelah itu selamat seperti dirimu" ucap pak RT sambil mengelus kepala Rudi dengan lembut
"Hem, ehg,ahmmm" Rudi berbicar ngelantur tak tentu arah. Kata-katanya sulit untuk dimengerti.
"Kenapa dengan kamu Rudi?" tiba-tiba Beni melihat gelagat Rudi yang aneh tak seperti biasanya.
"Hah, iya Beni"
"Ada apa dengan suara Rudi?"
"Mengapa dia tak bisa menjawab segala pertanyaan kita?" tanya Intan penasaran
"pak RT, ada apa dengan Rudi ya?"
"Mengapa dia mendadak jadi bisu?" tanya Intan panik.
Rudi yang melihat temannya bingung berusaha berbicara dengan mengeluarkan suara nya, namun semua yang dilakukan Rudi sia-sia belaka. Rudi saat itu menjadi bisu mendadak. Tak ada yang bisa membuatnya berbicara dan menceritakan semua hal yang terjadi di gunung Kalong.
"Iya, aneh"
"Aku belum pernah menemui kasus seperti ini nak" ucap pak RT sambil berusaha mencari solusi
"Disini, kalau sudah ada yang hilang, tidak pernah ada yang kembali"
"Atau, mereka kembali tapi hanya tinggal jasad saja tak bernyawa"
"Baru kali ini, kami menemui orang yang hilang masih dalam keadaan hidup"
"Sebentar ya, akan aku panggilkan sesepuh di desa ini" ucap pak RT
__ADS_1