Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Berkelana


__ADS_3

"Tumini" tiba - tiba saja Rita memanggil Tumii yang saat itu sedang mengamati beberapa jin yang berlalu-lalang di depan mereka.


"Ada apa Rita?" tanya Tumini penasaran. Tak biasanya Rita memanggil nya mendadak saat mereka tengah berbincang.


"Apakah kau tak ingin menikah dengan makhluk jin?" tanya Rita sambil memberi kode beberapa pemuda jin yang lewat di depan mereka.


"Ah, tidak"


"Warga jin tubuh nya sangat menjijikkan"


"Aku tak mau jika mereka menggerayangi tubuhku"


"Pasti aku akan kewalahan melayani mereka" ucap Tumini sedikit memicingkan matanya


"Tapi, jika kau bisa menikahi raja jin, lain lagi ceritanya" ucap Rita menambahkan


"Hah?"


"Raja Jin?" tanya Tumini penasaran


"Ya, raja jin"


"Aku mendengar kabar jika sang raja jin ingin mencari jodoh seorang wanita baik dari kalangan manusia maupun jin untuk dijadikan istrinya.


"Hanya saja, Raja jin belum menemukan istri yang cocok untuknya" ucap Rita menambahkan


Tumini mulai berpikir sejenak dan bagi Tumini, masukan Rita ada benarnya.


Siapa tau saja, Raja jin bisa terpikat padanya.


"Rita, bagaimana kalau kita memikat raja jin dengan pelet selendang ijoku?"


"Kebo ijo sudah bukan penguasa selendangku lagi"


"Sekarang, selendang ijo milikku ini adalah selendang ijo dengan kekuatan ku sendiri" ucap Tumini sambil tersenyum


"Oh, baguslah"


"Lentera milik leluhurmu masih adakah Tumini?" tanya Rita penasaran


"Masih ada Rita"


"Ini lenteranya" ucap Tumini sambil menunjukkan lentera yang didapat nya dari pohon sawon.


"Ya, bungkusan sudah aku berikan kepada nenek jin, sedangkan lentera ini ada dalam genggaman ku" ucap Tumini sambil tersenyum senang.


"Ya, kalau begitu kita berusaha menguasai negeri jin ini menjadi negeri yang nyamsn untuk kita" ucap Tumini sambil berlalu pergi


"Tumini, apakah kita akan pergi ke tempat nenek jin untuk menanyakan sesuatu tentang raja jin?"


"Hanya dialah yang kita kenal sekarang" ucap Rita


"Baiklah, kita kembali ke tempat nenek jin dan menanyakan seluk beluk negeri jin"

__ADS_1


"Nanti, jika kita telah paham dan menguasai nya, baru kita bertindak" ucap Tumini kepada Rita.


Sementara itu, di rumah kyai Yusuf, Sandra Doni dan Indah menghabiskan malam pertama mereka dengan penuh ketakutan


Kamar yang ditempati mereka rupanya berisikan sesuatu yang mengganggu mereka sehingga mereka tak bisa tidur dengan nyenyak.


"Doni, apakah kau mendengar sesuatu dalam kamar ini?" tanya Sandra sedikit ketakutan


"Iya, seperti ada suara rintihan" ucap Doni


"Bagaimana dengan kamu Indah?" tanya Sandra sambil melihat Indah yang semakin pucat saja.


"Aku tak mendengar apa-apa kak" ucap Indah pendek.


Energi Indah sepertinya hampir habis. Darahnya dihisap sedikit demi sedikit oleh janin milik kebo ijo.


"Sementara itu kebo ijo selalu menempel dalam tubuh Indah dan tak mau lepas. Magnet antara kebo ijo dan Indah rupanya sangat erat sehingga membuat Indah tak bisa lepas dengan keberadaan kebo ijo.


Sementara itu di tempat kyai yusuf, terasa getaran yang hebat.


"Siapa yang datang menginap di rumahku?"


"Baunya menyengat sampai ke sini" gumam kyai yusuf sambil menghentikan ritual nya yaitu menyembuhkan orang yang kesurupam jin jahat.


Dengan mata batinnya, kyai yusuf menerawang hingga jauh, jiwanya melakukan perjalanan melewati alam jin dan berlanjut melewati alam dedemit.


"Oh, ada apa di rumahku?"


"Sepertinya ada tamu misterius dan sedang menungguku" gumam kyai yusuf sambil terus menerawang mengikuti mata batinnya.


"Oh, rupanya kamu masih saja hidup" tiba-tiba kyai yusuf memanggil Tumini dan Rita yanh sedang asyik berjalan di negeri jin.


Tumini langsung menoleh ke arah suara dan ternyata dirinya melihat sosok kyai yang wajahnya tak asing baginya.


"Oh, kau kyai yusuf?" tanya Tumini sedikit terkejut


"Kenapa kyai yusuf ada di negeri jin?" gumam Tumini sambil berusaha menghindar


"Hai manusia"


"Karena ulahmu, ada manusia lain yang menjadi korban"


"Jika tak segera aku tangani, akan lahir seorang anak dedemit dan manusia"


"Kedatangannya bisa membuat kekacauan di mana-mana" ucap kyai yusuf geram.


Tumini yang melihat kemarahan kyai yusuf tak gentar dan berusaha menahan amarah kyai yusuf.


"Maaf kyai"


"Semua adalah suratan takdir"


"Kau sekarang berada di alam kami"

__ADS_1


"Sesuai hukum alam, tenagamu tak sekuat saat kau berada di alam manusia" tantang Tumini sambil tersenyum sinis.


Memang secara naluriah, manusia jika berada di alam jin, mereka akan tunduk dengan peraturan alam jin. Begitu juga jika bangsa jin berkunjung ke alam manusia, mereka akan tunduk dan patuh terhadap peraturan dunia manusia.


"Kau sangat pintar Tumini"


"Awas jika kau berada di alam manusia dan mengganggu murid-muridku"


"Aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri" tantang Kyai yusuf sambil beranjak pergi meninggalkan Tumini dan Rita yang saat itu berdiri di perbatasan alam jin dan manusia.


Jiwa batin kyai yusuf terbang menuju ke tempat kediamannya dan saat telah sampai di rumahnya, kyai yusuf melihat ada dedemit berbau anyir tidur di kamar tamu miliknya.


"Oh, siapakah yang dibawa Sandra ke rumahku?"


"Mengapa ada dedemit kebo ijo ke mari?" guman kyai yusuf


"Sesuai dugaan ku"


"Wanita itu telah hamil janin dari kebo ijo"


"Aku harus secepatnya pulang dan mengambil tindakan" gumam kyai yusuf berlalu pergi.


.


Jiwa kyai yusuf akhirnya terbang melayang pergi ke tempat semula.


Jiwa kyai yusuf akhirnya telah menyatu dengan raganya kembali.


"Diluar dugaan ku"


"Ada manusia yang harus aku tolong" guman kyai yusuf sambil beranjak dari tempat duduknya.


Setelah itu, kyai yusuf meminta ijin pada pemilik rumah untuk secepatnya pulang kembali ke kediamannya dengan alasan ada hal penting yang mendesak.


Perjalanan panjang kyai yusuf menuju ke tempat tinggalnya rupanya banyak halangan.


Mobil yang ditumpangi kyai yusuf tiba-tiba mogok dan perlu dilakukan perbaikan. Kyai yusuf sadar jika ada kekuatan lain yang menghalangi perjalanan nya untuk kembali menuju ke tempat kediamannya.


"Sepertinya, janin yang ada dalam perut wanita itu telah sangat kuat"


"Dalam kandungan saja, dia bisa mengetahui kedatangan ku sesaat lagi"


"Apalagi jika dia sudah lahir" gumam kyai yusuf sambil bersolawat sepanjang waktu.


Ternyata, dugaan kyai yusuf terhadap janin kebo ijo benar adanya.


Janin kebo ijo sudah begerak lincah hingga membuat perut Indah sedikit terkoyak. Hisapan nya membuat darah Indah semakin menipis.


Indah selalu lapar dan untungnya, penjaga rumah kyai yusuf menyediakan makanan yang banyak untuknya


Sandra dan Doni semakin heran melihat ulah Indah yang sangat aneh.


"Doni, apa kau lihat cara makan Indah?"

__ADS_1


"Seperti tak pernah makan satu minggu" ucap Sandra pelan


__ADS_2