
Sandra asyik mandi, sementara itu, Doni berbincang-bincang dengan ibu Sandra sejenak.
"Ibu, tadi saya bersama Sandra mampir di acara pesta desa dekat hutan"
"Ada dua penari yang sangat cantik memakai selendang ijo"
"Banyak makanan di sana"
"Ini, saya membawakan sebagian makanan untuk ibu" ucap Doni menyodorkan bungkus hitam berisi makanan yang dia bawa dari pesta semalam.
"Oh, terimakasih nak"
"Kau baik sekali" ucap Ibu Sandra sambil menerima makanan yang diberikan oleh Doni.
Sementara itu Sandra sudah selesai mandi dan segera menemui Doni dan ibunya
"Doni, aku sudah selesai mandi, sekarang kau bisa mandi juga" ucap Sandra kepada Doni
"Baiklah Sandra" jawab Doni sambil beranjak dari tempat duduk nya semula dan pergi menuju ke dalam kamar mandi.
Ibu Sandra menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keakraban putri dan calon menantunya
"Sandra, ibu turut senang kau dan Doni makin akrab"
"Kapan kalian akan menikah?" tanya ibu Sandra sambil membelai rambut putrinya.
"tenang bu"
"Perjalanan ku masih panjang"
"Aku ingin mengungkap tentang nenek ku dulu, setelah semua selesai, aku akan menikah dengan Doni" ucap Sandra tersenyum.
"Oh iya nak"
"Doni membawakan sesuatu untuk ibu"
"Makanan yang kalian dapat dari pesta semalam ?"
"Oh iya bu"
"Buka saja"
"Kata Doni sih enak, hanya saja aku belum sempat makan karena aku merasa tidak enak aja, makan di tempat asing" ucap Sandra sambil membantu ibunya membuka makanan pemberian dari Doni.
Saat semua makanan terbuka, ibu Sandra terkejut.
Seketika itu, ibu Sandra dan Sandra muntah karena tak kuat melihat pemandangan yang ada di depannya.
Tampak kepala ular, dan babi yang masih berlumuran darah ada di depan mereka.
Cacing yang masih bergerak juga ada dalam bungkusan itu. Bau amis mulai tercium.
"Oh, makanan apa ini?"
"Mengapa Doni membawa nya kemari" ucap Ibu Sandra sambil menutup hidungnya.
__ADS_1
Sandra sangat terkejut melihat pemandangan yang terjadi.
"Ibu, padahal aku melihat dengan jelas, semalam makanan itu berupa nasi daging dan mie"
"Wanginya harum sekali" ucap Sandra mencoba meyakinkan ibunya.
"Sandra, sudah jelas makanan seperti ini sangat berbeda dengan yang kau katakan barusan" ucap ibu Sandra sambil mengambil sapu untuk membuang makanan itu.
Doni yang mendengar ada suara keributan mencoba mandi lebih cepat dari biasanya.
Dengan masih memakai handuk dan celana pendek, Doni bertanya kepada Sandra apa yang sebenarnya terjadi.
"Sandra, kenapa Sandra?"
"Kamu muntah?" tanya Doni kepada Sandra.
Sandra dan Ibunya terdiam. Mereka menatap ke arah Doni dengan tatapan aneh.
Doni pun merasa bingung dengan sikap Sandra dan ibunya yang melihat dirinya berbeda dari biasanya.
Mata Doni tertuju pada makanan yang berceceran di lantai. Makanan itu berbau busuk dan masih belum di olah seluruh nya
Terdapat kepala ular dan babi yang terlihat jelas. Darah berceceran di lantai. Ulat-ulat yang masih hidup terus berjalan menuju kaki Doni, Sandra dan ibunya.
"Kok ada hewan aneh di rumah ibu?"
"Siapakah yang membawa?" tanya Doni penasaran
Tampaknya, Doni masih belum paham tentang apa yang dilihatnya. Isi kepala Doni masih belum sampai ke arah dimana dirinyalah yang membawa makanan aneh itu.
"Doni"
"Isinya sangat aneh"
"Ada kepala ular, cacing dan kepala babi" ucap Ibu Sandra sambil muntah untuk kedua kalinya.
"Hah, benarkah bu?"
Tubuh Doni seketika menjadi lemas tak berdaya. Dirinya tak menyangka jika makanan yang dimakannya semalam berisi makanan yang tak layak untuk dimakan oleh manusia seperti dia
"Jadi, isi perutku sekarang berisikan makanan busuk itu?" teriak Doni sambil memegang perut nya
Doni pun berusaha memuntahkan apa yang dimakannya semalam.
Saat Doni mulai muntah, keluar daging busuk dari mulut Doni. Sandra dan ibu nya yang melihat kejadian itu berusaha memalingkan mukanya dan menutup hidungnya karena merasa tak kuat dengan apa yang mereka lihat saat itu
"Doni, keluarkan semuanya"
"Makanan yang kau makan semalam tak layak"
"Apakah kalian semalam tersesat di kampung dedemit?" tanya ibu Sandra penasaran
Doni dengan wajah lunglai tak menjawab apa-apa. Dirinya masih tak percaya dengan apa yang telah terjadi padanya.
Sandra yang berada di samping Doni sedikit demi sedikit mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Ibu, kami tak tahu kalau kami berada di alam lain"
"Setahu kami, tak ada hal aneh dalam pesta itu"
"Suasana terasa ramai dan makanan yang dihidangkan sangat berbeda dengan yang sekarang dibawa Doni" ucap Sandra gugup.
Ibu Sandra tampak terdiam sejenak, dan beberapa menit kemudian dirinya tersadar bahwa yang dialami anaknya dan calon menantunya merupakan masalah serius.
"Sandra, ceritanya nanti saja"
"Sekarang, kau panggilkan ustad terdekat, mungkin dia bisa menyembuhkan Doni yang masih syok" ucap ibu Sandra sambil membuang bekas makanan busuk yang masih berserakan di lantai.
Sandra akhirnya berlari menuju tempat dimana ustadz terdekat berada.
Tak membutuhkan waktu lama, Sandra tiba ke rumahnya kembali dengan membawa ustadz yang bernama ustadz Rosi.
Tampak ustadz Rosi membacakan doa untuk kesembuhan Doni.
Doni terlihat syok, dan memandang dengan tatapan kosong.
Sebagian jiwa Doni rupanya terbelenggu oleh aura mistis yang dia bawa saat berada di pesta para dedemit semalam.
Alam Pikirannya menerawang jauh, dan tak menghiraukan sekitarnya lagi. Jika dilihat oleh mata normal, Doni bisa dibilang sedikit gila.
"Ustadz, bagaimana?" tanya Sandra dengan wajah yang menunjukkan ketidaksabaran
"Tenang, aku akan berusaha mendoakan Doni agar dia cepat sadar seperti semula" ucap ustadz Rosi sambil membaca ayat suci alqur" an.
Tiba-tiba, muncul suara dentuman keras,
"Prang.."
dan kaca depan rumah Sandra tiba-tiba pecah tanpa ada sebabnya.
Sandra menjerit begitu juga dengan ibunya.
"Ustadz Rosi tampaknya terus memanjatkan doanya dan di akhir doa, Doni mendadak lemas dan jatuh pingsan.
"Doni..."
"Bangun nak" panggil ibu Sandra sambil menggoyang-goyangkan tubuh Doni.
"Bu, sabar dulu"
"Jiwa Doni masih dibawa oleh dedemit penunggu hutan di seberang jalan itu"
"Butuh waktu tujuh hari untuk memanggil jiwa itu kembali"
"Sebenarnya, Doni sosok lelaki yang kuat akan hal mistis"
"Berhubung tadi Doni dalam kondisi kelelahan dan melihat hal aneh, Doni kehilangan keseimbangannya sehingga tak bisa mengontrol raganya.
Sandra pergi menghampiri tubuh Doni yang masih lemas sambil membisikkan beberapa kata ditelinga Doni
"Kamu yang kuat Doni"
__ADS_1
"Aku akan menolong mu bersama ustadz Rosi dan kyai yusuf.
Sementara itu di negeri dedemit, Rita dan Tumini tetap memberikan pelayanan terbaik mereka. Tanpa singgah di negeri itu, tubuh mereka tak kan kuat menghadapi penuaan yang semakin menggerogoti mereka.