Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Berkunjung


__ADS_3

Setelah selesai berkunjung ke supermarket dan membeli barang yang diinginkan, bu rusdi segera menghubungi teman teman nya.


"Bu, saya udah membeli barang yang akan dipakai untuk berkunjung ke rumah bu devi"


"Kita berangkat sore ya?" ajak Bu devi pada salah satu temannya


"Oh ya"


"Baiklah"


"Sekarang, kita lakukan pekerjaan rumah kita terlebih dahulu" ucap bu rusdi.


Setelah berkata demikian bu rusdi pulang ke rumahnya dan meletakkan oleh-oleh itu di ruang tamu.


Sekitar jam 3 sore, ibu-ibu berkumpul di rumah bu rusdi. Tujuan nya hanya satu yaitu menjenguk devi.


Setelah seluruh personel lengkap, bu rusdi dan kawan-kawan berjalan menuju rumah bu devi yang tak jauh dari rumahnya


"Tok tok tok" panggil bu rusdi mengetuk pintu megah milik Devi


Devi yang ada di dalam segera membukakan pintu rumahnya


"Eh, bu rusdi"


"Kok tumben datang ke rumah?" tanya devi penasaran


"Oh gak apa-apa"


"Kami semua ingin menjenguk bu devi"


"Aku lihat kemarin itu, bu devi wajahnya sangat pucat"


"Saya takut terjadi apa-apa pada ibu" ujar bu rusdi berbasa-basi

__ADS_1


Dengan tersenyum, devi menganggukkan kepalanya.


"Ayo ibu-ibu silahkan duduk" ujar devi mempersilahkan para tetangga nya itu duduk


Semua ibu-ibu komplek perumahan duduk di kursi yang sangat megah.


"Wah, rumah bu devi besar banget ya?" ujar bu rusdi sambil melihat-lihat ke sekeliling ruangan rumah.


Kursi yang mereka tempati juga sangat besar dan empuk.


"Jadi orang kaya memang enak sekali"


"kehidupan tenang dan damai" salah satu waga berkata demikian.


Devi tersenyum mendengar ucapan dari teman-temannya itu


Saat mereka asyik berbincang, Devi ijin ke dapur karena hendak memberikan makanan untuk para tamunya.


"Oh ya bu ibu"


"Oh ya bu devi" ujar bu rusdi


Sebelum devi melangkahkan kakinya menuju ke dapur, bu rusdi berkata


"Bu devi, apa boleh aku lihat-lihat isi rumah bu devi?"


"aku ingin mencontoh desainnya" ucap bu rusdi penasaran


"Ya boleh bu, silahkan" ujar devi memberikan ijin pada teman-teman kompek nya.


Akhirnya bu rusdi berjalan di rumah devi yang sangat besar itu diikuti ibu-ibu yang lain.


"Wah, bagus ya?"

__ADS_1


"Sepertinya butuh waktu yang lama membangun rumah sebessr ini"


"Ngomong-ngomong, katanya bu devi punya perusahaan di dalam rumahnya"


"Tapi mana?"


"Sepanjang perjalanan kita melihat kondisi rumah, tak ada sama sekali tanda ada kegiatan di rumah ini" ujar bu rusdi penuh penasaran


"Iya bu, aku juga penasaran makanya aku melihat-lihat kondisi rumah"


"Disini, bu devi tak memakai jasa pembantu"


"Dia hanya sendirian saja"


"Yaudah bu ayo kita lanjutkan perjalanan melihat-lihat"ajak rusmini yang juga sangat penasaran dengan kondisi rumah devi.


Kamar Devi sangat banyak dan megah, membuat ibu ibu komplek kagum dibuatnya.


Hingga pada akhirnya mereka melihat suatu kamar yang ditutup. Berbeda dengan kamar yang lain yang selalu terbuka. Di kamar itu tertulis larangan untuk masuk.


"Dilarang masuk ke dalam kamar ini"


Larangan itu ditulis sangat besar dan siapapun bisa melihatnya.


"Bu, lihatlah"


"Kok aneh ya"


"Pintu kamar juga berbeda dengan kamar yang lain" ucap bu rusdi penasaran


"Eh, mumpung devi masih di dapur, apa kita intip aja?"


"Kita kan hanya mengintip saja, tidak masuk ke dalam kamar" ucap bu rusdi memberikan ide.

__ADS_1


Rusmini dan teman yang lain saling pandang mendengar usulan bu rusdi


__ADS_2