
"Maaf bu, hari ini aku tidak dapat uang" ucap tuyul peliharaan devi jujur
"Hah, tidak dapat uang?"
"Trus aku harus bagaimana?"
"Uang ku sudah hampir habis"
"Kamu belum juga mendapakan uang untukku" ucap devi sedikit kesal
"Ya bu, maaf"
"Besok, aku akan mencari uang lebih banyak lagi" ucap Tuyul itu sambil menundukkan kepalanya
Devi segera masuk ke kamar karena kesal melihat tuyul gagal mencuri uang untuk pertama kalinya.
"Karena kamu gagal mencuri uang, aku tidak akan menyusui mu" ucap Devi sambil meninggalkan tuyul itu seorang diri.
Tuyul peliharaan devi terlihat sedih mendengar ucapan devi.
"Jangan ibu"
"Aku akan berusaha mencari uang lebih banyak lagi" ujar tuyul peliharaan devi.
Namun, Devi seperti tak peduli lagi. Dirinya pergi meninggalkan tuyul kecil itu dna melemparkan nya ke dalam kamar rahasia.
Sementara itu, saudara kembar tuyul kecil ternyata telah berada di alam jin dimana Tumini berada
__ADS_1
Tuyul itu diletakkan oleh Tumini di suatu ruangan khusus dan siap menunggu tuan barunya. Begitu seterusnya. Setiap tuyul peliharaan devi menyusu pada Devi, akan muncul tuyul yang lain dan tuyul itu pergi ke tempat asal yaitu tempat dimana Tumini berada.
Tepat malam jumat kliwon, Devi benar-benar tak menyusui tuyul peliharaannya. Tuyul peliharaan devi menangia meraung-raung dan tangisan nya terdengar sampai ke telinga Tumini
"Ada apa dengan tuyul ku?"
"Sepertinya majikan barunya telah menelantarkannya" gumam Tumini sambil melihat dengan menggunakan ilmu yang dimilikinya.
"Oh, rupanya dia tak menuruti kemauan Devi"
"Baiklah, untuk saat ini bisa dimaafkan" gumam Tumini dalam hati.
Tumini pun kembali melaksanakan aktifitas nya yaitu pergi ke istana raja jin yang ada di laut selatan. Akan ada pengumuman besar yang disampaikan di sana.
Malam jumat kliwon sudah berlalu. Tak ada tanda-tanda apapun di rumah Devi. Situasi seperti biasa saja.
"Oh, hari ini aku masih ngantuk aja"
"Badanku sedikit segar hari ini"
"Apa karena aku tak menyusui tuyul itu?" gumam Devi dalam hati.
Devi pun melihat perubahan yang terjadi pada tubuh dan rumah nya. Tak ada pertanda apapun. Situasi berjalan dengan normal seperti sedia kala.
"Lebih baik, aku melihat keberadaan tuyul itu" gumam devi sambil pergi ke kamar rahasia miliknya.
Hingga suatu saat, Devi telah tiba di kamar rahasia itu.
__ADS_1
Dia melihat ke sekitar dan ternyata tuyul peliharaannya duduk di teras kamar itu.
"Tuyul, kenapa kau diam saja"
"Ayo kerja" ucap Devi sedikit kasar
"Baiklah bu" jawab tuyul bodoh itu.
Akhirnya dengan langkah gontal, tuyul peliharaan devi melangkah keluar dari kamar.
Sedangkan devi, seperti biasa dirinya menghidupkan lilin dan meletakkan berbagai macam bunga di sisi kanan dan kiri lilin.
Tuyul mulai mengelilingi rumah warga. Kali ini sasaran nya adalah tetangga Devi yaitu bu Naya.
Rupanya, tuyul peliharaan Devi berhasil melancarkan aksinya. Pencurian sukses dan tuyul peliharaan devi segera kembali ke rumah devi ketika pagi telah menjelang
"Ibu, aku berhasil mencuri uang tetangga sebelah" ujar tuyul itu sambil menyodorkan sejumlah uang pada Devi
"Baguslah"
"Kau memang tuyul ku yang pintar""
"Sekarang, istirahatlah"
"Besok, kau harus bekerja lagi" ujar Devi mengingatkan si tuyul.
Di tempat lain, Ustadz Janu belum juga bisa pergi memenuhi panggilan bu rusdi untuk pergi ke komplek perumahan mereka.
__ADS_1
Banyaknya yang meminta bantuan membuat ustadz Janu lebih mendahulukan yang kasus berat terlebih dahulu