
Teman-teman yang belum baca episode sebelumnya (keadaan Rudi) baca lagi ya, karena ada penambahan kata biar gak bingung..Aku lengkapi sampai 1000 kata.
"Cincin nya bagus nek"
"Boleh aku pakai?" tanya Tumini sambil melihat cincin itu terus menerus
"Boleh Tumini"
Cincin itu mempunyai kristal berwarna merah dan sangat indah jika dipandang
Setelah memperoleh ijin dari nenek jin, Tumini mulai memakai cincin itu.
Rupanya, saat cincin itu dipakai oleh Tumini, kuburan tempat dimana jin mata merah berada mulai bergoyang seperti ada gempa.
Jin mata merah merasakan getaran itu, begitu juga dengan juru kunci yang ada di sana
"Oh, ada apa ini?"
"Mengapa tanah di makam ini terasa bergetar?" gumam jin mata merah dan penjaga makam keheranan.
Sambil menerawang jauh, jin mata merah tersenyum senang. Sosok Tumini yang dia kagumi mau memakai cincin pemberian nya. Dengan begitu, jin mata merah mempunyai majikan baru.
Selama ini, jin mata merah telah kehilangan majikan dan mengungsi di tanah makam pekuburan untuk mencari beberapa manusia yang mencari pesugihan.
Setelah Tumini memakai cincin pemberian nya, maka Tumini yang akan menjadi majikan jin mata merah untuk seterusnya sampai Tumini melepas cincin itu.
Sementara itu, Tumini dan Rita mulai melaksanakan ritual paku jiwa untuk memantapkan jiwa nya agar bersatu di dunia jin.
Tubuh manusia mereka yang renta telah dikubur oleh nenek jin di dalam sebuah peti yang sudah diberi mantra. Kedua cucu nenek jin yang mengantarkan peti itu ke laut selatan dimana disitulah pusat kerajaan jin berada.
"Tumini, Rita, peti yang berisi jasad kalian telah aman".
"Saat ini, peti itu berada di laut selatan"
"Kalian boleh mengunjungi nya setiap bulan purnama" ucap nenek jin kepada Tumini dan Rita
"Baiklah nek" jawab Tumini singkat
Akhirnya mereka memulai ritual paku jiwa itu.
Jiwa Tumini dan Rita mulai bergetar karena energi perekat jiwa mulai masuk ke dalam tubuh mereka berdua.
Jika dihitung dengan waktu dunia, ritual paku jiwa membutuhkan 50 tahun waktu dunia, 10 hari waktu di negeri jin.
__ADS_1
Lambat laun, tubuh mereka telah menyatu dengan bangsa jin dan pada saat itu juga, Tumini dan Rita telah menjadi bangsa jin yang mempunyai identitas.
"Tumini, Rita, kalian telah resmi menjadi bangsa jin"
"Jangan sampai mutiara yang ada di kepala kalian terlepas"
"Sekarang, kau boleh ikut kompetisi untuk menjadi ratu jin di negeri ini" ucap nenek jin memberi semangat kepada Tumini.
"Baiklah nenek, aku akan berusaha menjadi ratu di negeri ini" ucap Tumini bersemangat
Akhirnya, Tumini ditemani Rita pergi ke tempat kerajaan Jin yang kala itu berada di laut selatan.
Laut selatan terkenal dengan ombak yang sangat besar. Banyak manusia yang mati tenggelam di sana akibat terkena ombak. Beberapa manusia yang mati tenggelam dan dalam keadaan tak suci, akan menjadi budak para jin yang ada di situ.
Berbagai macam kalangan jin berada di sana dan tiap jin wanita maupun laki-laki mempunyai sifat yang hampir sama dengan manusia di bumi yaitu saling menjatuhkan iri dan dengki.
Dalam perjalanan menuju ke sana, rupanya Tumini secara tidak sengaja mengelus cincin yang dipakainya.
Dengan seketika, muncullah jin mata merah tepat dihadapannya.
"Tuanku, ada yang bisa saya bantu?" ucap jin mata merah menunduk di depan Tumini
"Oh, siapa kau?" tanya Tumini penasaran
"Oh, jadi kau bersedia menjadi hambaku selamanya?" tanya Tumini penasaran
"Siap tuan ku Tumini".
"Aku akan mengabdikan hidup hamba untuk Tuan ku"
"Sekarang, aku akan memanggil mu nyi ratu" ucap jin mata merah memberikan hormat
Rita yang ada di samping Tumini tersenyum senang melihat kemajuan yang dialami oleh teman baiknya itu.
Sambil berbisik, Rita mengatakan kepada Tumini
"Hei, Tumini"
"Sepertinya, jin mata merah bisa kita manfaatkan"
"Selama ini, kita tak punya teman bangsa jin yang bisa seenaknya kita suruh"
"Sekarang, dia telah menjadi milikmu"
__ADS_1
"Alangkah baiknya, terima saja penawaran darinya" ucap Rita memberi saran
"Baiklah Rita, aku akan mencobanya" ucao Tumini sambil menganggukkan kepalanya ke arah jin mata merah.
Jin mata merah yang tahu jika Tumini memberikan sinyal setuju kepadanya langsung tersenyum senang. Dirinya mulai berkata
"Nyai Ratu, saya akan bersemayam dalam permata merah merah itu"
"Jika butuh bantuan ku, nyi Ratu bisa mengelus permata merah yang nyi ratu pakai" ucap jin mata merah.
Setelah perbincangan antara dirinya dan jin mata merah telah selesai, Tumini segera kembali melakukan perjalanan menuju ke arah dimana sang raja jin mengadakan sayembara.
Sementara itu, kebo ijo yang sangat dendam mulai memulihkan tenaganya. Dirinya ingin membalaskan dendam nya kepada Tumini dan mencari anaknya yang disembunyikan oleh kyai yusuf.
Anakku pasti masih hidup, aku akan berusaha mencarinya sampai dapat. Rupanya keinginan yang ada di hati kebo ijo terasa di tempat kyai yusuf. Energinya nya membuat botol yang ada di ruang penyimpanan benda keramat milik kyai yusuf terguncang.
Kyai yusuf segera masuk ke ruang penyimpanan dan mempertahankam botol yang berisi anak dedemit itu agar tidak terjatuh dari tempatnya.
"energi nya sangat kuat sekali"
"aku harus memendam nya di negeri jin, agar bayi dedemit ini tak bisa keluar lagi" gumam kyai yusuf sambil melihat botol yang mulai bergerak-gerak dan gerakannya makin keras saja.
Di tempat lain, Sandra dan Doni mulai sedikit lega karena terbebas dari tekanan mistis yang sempat mengganggu mereka.
Sebulan lagi, mereka berdua akan melangsungkan pernikahan sesuai dengan amanah dari kyai yusuf.
"Sandra, apakah kau sudah siap?" tanya Doni tersenyum senang
"Ya Doni, aku sudah siap menikah dengan kamu" jawab Sandra sambil menggenggam tangan Doni
Saat Doni dan Sandra bersenda gurau di rumah Doni, tampak sosok bayangan hitam berada di kamar mereka. Ternyata itu adalah sosok arwah Indah yang belum sempurna
Pemakaman yang dilakukan oleh kyao yusuf rupanya tak membuat arwah Indah meninggal dengan sempurna karena Indah tak dikuburkan semestinya seperti manusia biasa.
Arwah Indah bersembunyi di rumah Doni dan belum pergi ke alam roh.
Indah juga berusaha mencari anak dedemit nya hasil dari benih kebo ijo.
"Dimana mereka meletakkan anakku?" gumam indah sambil melihat ke sekeliling
Indah berusaha menggapai tubuh Doni dan Sandra namun tak bisa.
"kak Doni, kak Sandra, anakku dimana?" ucap Indah sambil terus berusaha menggapai tubuh mereka berdua.
__ADS_1
Karena tak bisa menggapai tubuh mereka, Arwah indah terus mengikuti kemanapun Sandra dan Doni pergi.