Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Kelahiran bayi dedemit


__ADS_3

Kebo ijo rupanya merasakan hawa manusia hampir sampai di tempat tinggalnya


"Apakah sosok kyai itu datang mengejarku sampai kemari?" gumam kebo ijo sambil mengintip di balik jendela gubuknya


Tampak wajah kebo ijo tak tenang karena dirinya tahu siapa yang akan dia hadapi. Seorang kyai yang dekat dengan Yang Maha Kuasa.


"Bayi ini harus lahir karena aku berharap banyak dengan nya" ucap kebo ijo sambil menahan nafas dalam-dalam guna menenangkan hatinya.


Hingga suatu saat, Indah terbangun dari pingsan nya karena merasakan sakit yang luar biasa dalam perutnya.


"Ah, sakit"


"Kak Doni, kak Sandra kau ada dimana" teriak Indah meronta-ronta menahan sakit.


Indah berusaha melihat ke sekeliling dan merasakan situasi yang berbeda dari biasanya.


"Dimanakah aku?"


"Mengapa situasi di sini berubah menjadi sangat menyeramkan?" gumam Indah dalam hati


Tak ada Sandra dan Doni saat itu sehingga membuat Indah semakin ketakutan.


"Aku dimana?" Indah mulai berteriak bagai orang linglung dan nafasnya mulai naik turun tak menentu karena menahan sakit yang sudah sampai di ubun-ubun.


Di tempat lain, Kyai yusuf Sandra dan Doni rupanya sudah sampai di tempat kediaman kebo ijo. Mereka melihat Indah menahan kesakitan yang amat sangat.


janin yang ada di dalam perut Indah rupanya sudah berputar-putar tiada henti seperti ingin mencari jalan keluar. Hingga suatu saat Janin kebo ijo sampai pada titik puncak kekuatannya


Rahim Indah robek sedikit demi sedikit hingga terjadi perdarahan yang sangat banyak.


Saat situasi mencekam, kyai yusuf sampai juga di tempat dimana kebo ijo dan Indah berada


"Kebo ijo, kau sungguh sangat keterlaluan"


"Kau tega menculik Indah, seorang manusia yang tak berdosa" ucap kyai yusuf menahan amarah yang makin memuncak.


Kebo ijo tak tinggal diam. Dirinya berusaha melawan kyai yusuf yang saat itu berada tepat di depannya


"Kyai, kau sudah terlambat"


"Anakku sebentar lagi lahir dan kau tak bisa menghalanginya" ucap kebo ijo dengan tatapan sinis.


Sandra dan Doni sangat ketakutan melihat apa yang telah terjadi tepat di depan mata mereka.


"Hah, itu wajah kebo ijo dedemit terkutuk?"


"Wajahnya sangat gemuk dan menyeramkan sekali"

__ADS_1


"Air liurnya juga banyak"


"Berarti, bau yang menyengat sepanjang perjalanan menuju ke rumah kyai yusuf adalah bau dedemit kebo ijo" ucap Sandra merinding.


"Iya Sandra"


"Lihatlah air liurnya yang menetes tak karuan"


"Kalau kita kembali ke alam dunia, mobil kita harus segera di cuci, setelah itu akan aku jual saja"


"Sepertinya bau kebo ijo akan menempel di sana selamanya" ucap Doni jengkel


Kyai Yusuf pun segera membaca doa diikuti Sandra dan Doni yang mengaminkan Doa tersebut. Hal itu membuat kebo ijo merasakan panas yang luar biasa.


"Panas kyai" teriak kebo ijo dan karena tak kuat menahan panas, kebo ijo langsung kabur meninggalkan tempat itu.


Dirinya berlari terseok-seok dengan sisa tenaganya yang telah terkuras habis karena baru saja melawan doa yang dipanjatkan oleh kyai Yusuf.


Kebo ijo berlari hingga berkilometer jauhnya dan berendam di air sungai jin yang ada di perbatasan negeri jin dan manusia.


"Uh, sial sekali aku"


"Anakku telah dikuasai oleh kyai sialan itu"


"Jika aku tetap mempertahankan mereka, aku akan mati dengan hawa panas doa yang dipanjatkan"


Sejak lahir menjadi dedemit, kebo ijo hanya berendam beberapa kali di dalam air. Dirinya sangat membenci air dan malas mandi. Namun, karena hawa panas doa dari kyai yusuf, dirinya terpaksa menceburkan diri ke sungai agar hawa panas doa itu segera hilang.


Sementara itu, Janin yang ada di perut Indah bergerak makin keras dan tanpa di sadari oleh semua orang di sana, janin Indah lahir dan keluar melewati perut Indah, bukan melewati jalan lahir seperti manusia pada umumnya.


Perut Indah telah robek akibat ulah janin. Tubuh Indah lemas seketika dan lunglai tak berdaya.


Janin Indah dan kebo ijo telah lahir. Bentuknya sangat aneh sekali. Kepalanya berbentuk manusia, perut nya buncit dan mempunyai ekor panjang.


Sandra menjerit dengan sangat keras dan langsung menuju ke arah Indah yang terbujur lemah kaku tak berdaya, begitu juga dengan Doni.


Sedangkan kyai yusuf, berusaha menangkap janin bayi Indah yang meloncat ke sana kemari tak tentu arah. Air liur bayi kebo ijo menetes dan giginya juga bertaring panjang.


Dengan ilmu yang dimiliki, kyai Yusuf mengeluarkan sebuah botol dan dengan doa khusus, akhirnya janin kebo ijo ikut tersedot dalam botol itu.


"Ya, berhasil" ucap kyai Yusuf sambil menutup botol yang didalamnya ada janin haram perpaduan antara dedemit dan manusia.


Sandra dan Doni akhirnya menoleh ke arah Kayi yusuf


"Bagaimana kyai?"


"Apakah kau berhasil menangkap janin itu?" tanya Sandra penasaran

__ADS_1


Sandra dan Doni tak sempat melihat aksi kyai Yusuf menangkap janin karena dirinya dan Doni sedang fokus melihat keadaan Indah yang terluka parah.


"Sandra, aku telah berhasil menangkap bayi kebo ijo dan menyimpannya dalam sebuah botol"


"Aku akan menguburkan janin ini agar tak ada orang yang tahu"


"Karena, jika sampai banyak yang tahu, bayi ini akan menjadi rebutan baik dari kalangan jin maupun dari kalangan manusia" ucap kyai yusuf.


"Iya kyai"


."Lihatlah kondisi Indah kyai"


"Tubuhnya telah kaku"


"Sepertinya, dia telah meninggal dunia" ucap Sandra sambil meneteskan air mata.


Rasa sedih terpancar di wajah Sandra, begitu juga dengan Doni.


"Sandra, kau tak perlu kawatir"


"Lebih baik, jenazah Sandra kita kuburkan di negeri dedemit ini, agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari"


"Doni, waktu kita tinggal sedikit"


"Ayo kau gali kuburan, untuk menguburkan jenazah Indah di sini"


"Dia telah tenang di alam sana* ucap kyai yusuf


"Baik kyai" jawab Doni


Doni segera menggali sebuah kuburan sederhana untuk Indah dan setelah dirasa cukup, Doni dan kyai yusuf menguburkan tubuh Indah.


Mereka bertiga pun akhirnya berdoa bersama mendoakan jenazah Indah agar diampuni segala dosanya.


Sandra menangis melihat Indah yang baru saja dikenalnya harus meninggal karena ulah manusia yang tak bertanggung jawab.


"Sudahlah Sandra"


"Jangan menangis lagi"


"Waktu kita tidak banyak"


"Sekarang, kita cepat keluar dari alam dedemit ini, karena jiwa kita mempunyai batas waktu" ucap kyai yusuf mengajak Sandra dan Doni untuk kembali ke alam dunia.


"Baiklah kyai" jawab Sandra dan Doni bersamaan.


Mereka bertiga akhirnya kembali ke alam dunia, dengan membawa sebuah botol berisikan janin dedemit kebo ijo yang masih hidup

__ADS_1


Untuk sementara waktu, janin dedemit anak kebo ijo aman bersama kyai yusuf karena telah di letakkan di dalam sebuah botol yang diisi dengan doa, sehingga bayi jadi-jadian itu sulit untuk keluar tanpa bantuan orang lain.


__ADS_2