
Setelah sekian lama mendapatkan pesugihan dari tuyul peliharaan nya, Devi menjadi seorang wanita yang kaya raya. Seluruh tetangga heran melihat perubahan yang terjadi pada Devi karena dirinya kaya mendadak.
Gosip mulai beredar di kalangan ibu-ibu tetangga devi. Terutama ibu-ibu tetangga yang sering kehilangan uang.
"Eh, akhir-akhir ini, aku sering kehilangan uang"
"Tapi, anehnya uangku gak hilang semua" ucap pedagang kecil di dekat rumah devi
"Lah, kok sama"
"Uangku juga sering hilang"
"Di laci awalnya sembilan ratus sepuluh ribu"
"Eh tiba-tiba ilang dua ratus sepuluh ribu"
"Kalau emang maling, kan diambil semua ya?" tanya ibu rusdi, pedagang sayur yang ada di sekitar komplek rumah devi
"Entahlah"
"Aku tak tahu"
"Mungkin uang itu dipinjam suamiku"
"Sekarang, aku belum ketemu suamiku, jadi aku belum tanya kemana uangku yang hilang" ujar bu rusdi.
Semua ibu-ibu komplek mulai berhamburan ke rumah masing-masing. Biasanya mereka bergosip setelah pengajian di kampung.
Saat itu, mereka semua baru saja selesai pengajian sehingga ada kesempatan bagi mereka untuk bergosip
Saat itu, di kota dimana devi tinggal, belum ada istilah tuyul karena memang tuyul adalah sejenis jin pendatang baru bagi mereka. Mereka hanya mengenal pesugihan lainnya seperti pesugihan yang dilakukan oleh Toni.
__ADS_1
Di rumah Devi, tampak Devi sedang menyusui bayi tuyul nya. Tuyul milik devi sudah melakukan pembelahan diri.
Total tuyul milik devi adalah dua orang.
"Aduh, aku mempunyai dua tuyul"
"Walaupun aku tambah kaya, tubuhku semakin lemas saja" gumam devi dalam hati.
Tiap malam jumat kliwon sudah menjadi kebiasaan devi menyusui bayinya.
Selesai menyusui, devi tidur dan baru bisa bangun besok pagi. Untuk anaknya, suami devi yang merawat nya.
Anak devi kini diberi susu formula, bukan asi lagi. Karena air susu devi telah dihabiskan oleh tuyul peliharaannya.
Keesokan harinya, Devi pergi berbelanja di rumah bu rusdi salah satu tetangga devi yang menjual sayuran
"Eh, bu devi"
"Oh ya bu rusdi"
"Sekarang aku sibuk nih" ujar devi pendek
"Oh, sibuk apa bu?" tanya bu rusdi semakin penasaran
"Aku sibuk menjual barang dagangan aku kirim ke luar kota" ujar devi berbohong
"Barang apa emangnya bu devi?"
"Kok gak diperjual belikan disini juga?"
"Biar tambah maju bisnisnya" ujar bu rusdi memberi masukan
__ADS_1
"Enggak lah bu"
"Barangnya semacam desain perhiasan aja"
"Tiap pagi, suamiku yang mengantarnya" ucap Devi
"Oh ya bu rusdi, aku beli sayur terongnya" ujar devi mengalihkan pembicaraannya
"Oh ya bu devi" jawab bu rusdi sambil membungkus terong untuk diberikan nya pada Devi
Setelah mendapatkan sayur terong, devi memberikan uang lembaran seratus ribuan
"Bu devi, apa bu devi tidak punya uang kecil?" tanya bu rusdi pada devi karena saat itu masih pagi dan bu rusdi belum mempunyai kembaliannya
"Tidak ada bu rusdi, " jawab devi pendek
"Kalau tidak ada kembalian nya, ambil saja dah"
"Kalau saya belanja lagi, saya gak perli bayar bu, gimana?" tanya devi memberikan solusi
"Wah, begitu juga baik"
"Makasih banyak hu devi, semoga bu devi banyak rejekinya" ucap bu rusdi senang.
Setelah selesai membayar, devi pulang kembali ke rumahnya.
Bu rusdi bergumam dalam hati
"Bu devi kok aneh ya?"
"Wajahnya sangat pucat sekali"
__ADS_1
"Apa dia sakit?" gumam bu rusdi penasaran