Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Orang kaya baru


__ADS_3

Toni akhirnya dipertemukan kembali dengan orang tuanya yang sudah lama menunggunya.


"Ayah, ibu Toni pulang" Wajah Toni sangat ceria karena dirinya bisa bertemu dengan orang tuanya lagi.


"Maafkan aku bu, aku tak cepat pulang ke rumah" ucap Toni sambil meneteskan air matanya.


"Gak apa-apa nak"


"Ibu senang, asal kamu selamat saja ibu sudah senang" begitu ucapan ibu Toni yang sangat melegakan hatinya.


"Oh ya bu, dimana adikku?" tanya Toni penasaran


"Sejak tadi adikku tak datang menyambutku" ucap Toni sambil melihat ke kiri ke kanan dengan harapan adik nya ada di depannya saat itu juga.


"Nak, adikmu meninggal sudah seminggu yang lalu"


"Sejak kepergian mu waktu itu, adikmu tiba-tiba saja meninggal mendadak"


"Matanya berdarah, entah apa penyebabnya" ucap ibunya panjang lebar


"Apa bu?" mati mendadak?"


"Kenapa bisa seperti itu bu?" Toni menangis tiada henti karena adik nya itu adalah adik perempuan satu-satunya dan merupakan adik kesayangannya.


"Entahlah nak" ibu Toni mulai memeluk Toni dengan hangat. Hingga akhirnya Toni masuk ke dalam kamar pribadinya.


Setelah semua penduduk desa yang mengantar Toni pulang, Toni memberanikan diri membuka kantong bajunya lagi dan ternyata emas permata itu masih ada di dalam kantong nya.


"Wah, masih ada emas nya"


"Apa yang akan aku lakukan dengan emas ini?"


"Apa aku jual ke kota saja?" muncul ide Toni yang cukup bagus


Akhirnya keesokan harinya, Toni meminta ijin pada ibunya untuk pergi ke kota merantau dan mencari pekerjaan.


Alasan Toni untuk bekerja di kota hanya untuk menutupi jika dirinya agar tak ketahuan tetangga jika dirinya memperoleh harta yang instan


Ibu Toni tampaknya mengizinkan Toni dan dengan berbekal seadanya, Toni pergi ke kota untuk menjual emas permata hasil pemberian dari jin yang ditemui nya di laut selatan.


Sementara itu, jiwa adik Toni yang bernama Rini tertahan di tempat jin mata merah. Rupanya jin mata merah mengambil saripati energi perawan Rini karena Toni telah mengadakan perjanjian padanya.


Toni tak tahu jika saat dirinya meminta kekayaan pada Tumini, secara otomatis Toni telah membuat perjanjian dengan jin mata merah yang merupakan salah satu pengikut tumini.


Yang Toni tahu, Tumini telah berbaik hati padanya memberikan kekayaan berupa emas dan permata.


Energi Rini rupanya disalurkan pada Tumini, sehingga Tumini tampak semakin cantik dan awet muda.


"Tumini, seperti nya setelah kau memberi kekayaan pada Toni, wajahmu makin awet muda saja" puji Rita pada Tumini

__ADS_1


"Ya, Rita"


"Toni telah menyerahkan adik nya padaku" jawab Tumini tersenyum senang


"Benarkah?"


"Kau letakkan dimana adiknya?" tanya Rita penasaran


Tumini pun menjawab


"Jiwa Wanita muda itu sekarang ada di tempat tinggal jin mata merah"


"Sudahlah"


"Ayo kita pulang"


"Kita beri kabar pada nenek jin kalau kita sudah ikut sayembara dan tinggal menunggu pengumuman resmi" ujar Tumini sambil melangkah pergi


Dari kejauhan, sosok kebo ijo mulai mengejar Tumini. Rasa ingin tahunya sangat besar. Air liur kebo ijo tumpah kemana-mana sehingga membuat sepanjang perjalanan yang dilalui nya sangat licin.


"Mau kemana Tumini dan Rita?"


"Gara-gara dia aku kehilangan tempat tinggal nyaman ku"


"Jika saja selendang ijo milikku tak diambil alih oleh mereka, aku mempunyai tempat tinggal yang nyaman yaitu bersembunyi di balik selendang ijo itu" gumam Kebo ijo dalam hati.


Saat mengikuti langkah Tumini, kebo ijo melihat sosok anak dedemit dengan kepala plontos gundul mulai mengejar Tumini.


"Mengapa anak sekecil itu berlari sangat cepat?" gumam kebo ijo mengamati sosok bocah dedemit itu.


"Ibu, ibu..."


"Tunggu....." bocah aneh itu memanggil Tumini dari kejauhan.


Tumini dan Rita mulai menoleh dan mencari ke arah sumber suara.


Tumini dan Rita akhirnya menghentikan langkahnya. pandangannya tertuju pada bocah aneh itu.


"Mengapa bocah dedemit itu memanggil mu ibu?" Tanya Rita pada Tunini


"Entahlah Rita"


"Kita diamkan saja"


"Mungkin disini ada kesalah pahaman" ucap Tumini sambil terus memperhatikan gerakan bocah itu


Bocah dedemit itu akhirnya berhasil mengejar Tumini dan sampailah dia di depan Tumini.


"Ibu, apakah kau ingat aku?" tanya bayi kebo ijo sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Wajah bayi kebo ijo sangat aneh dan membuat Tumini dan Rita ingin muntah Namun ditahan oleh mereka berdua


Dengan wajah manis, Tumini berusaha menghargai bayi dedemit itu walau di hatinya ingin cepat pergi dari tempat itu.


"Nak, kau berasal dari mana?" tanya Tumini sambil membelai rambut bayi kebo ijo


"Siapa namamu nak?" tanya Tumini lagi.


"Aku tak punya nama bu"


"Aku anakmu"


"Ketika aku membuka mataku, ada tubuh mu di samping ku" ucap anak dedemit kebo ijo itu


Tumini menganggukkan kepalanya. Dalam pikirannya alangkah baiknya dia membawa bayi dedemit itu ke rumah nenek jin. Pasti nenek jin tahu asal usul bayi itu.


"Baiklah nak"


"Ikut aku" ajak Tumini pada anak dedemit kebo ijo itu.


Anak itu akhirnya mengikuti Tumini. Rita yang ada di samping Tumini berbisik pada teman nya itu mengapa dirinya bisa selunak itu


"Tumini, apa yang kau lakukan?"


"Mengapa kau pura-pura mengenalnya?" tanya Rita sambil berbisik


Rita merasa heran melihat sikap Tumini yang sangat baik, padahal bayi dedemit itu mempunyai rupa yang menjijikkan.


"Rita, semakin kita banyak pengikut, semakin kita mempunyai kekuasaan lebih di negeri jin ini"


"Apakah kau tahu, banyak jin yang sudah mau menjadi pengikutku" ucap Tumini tersenyum tipis.


"Sekarang, kita pergi ke rumah nenek jin sambil menunggu pengumuman sayembara"


"Jika aku nanti menjadi ratu jin, aku ingin membalas dendam pada orang yang menjerumuskan ku, maupun jin dedemit yang telah mengurung kita di masa yang lampau" ucap Tumini.


Mata Tumini makin beringas ketika berkata demikian. Rita yang mulai mengerti maksud Tumini tertawa lepas. Sementara itu kebo ijo yang merupakan ayah kandung bayi dedemit mencoba mencari tahu siapa sebenarnya bayi itu.


"Siapakah bayi itu?"


"Mengapa bau badannya hampir mirip dengan bau badanku?" gumam Kebo


Kebo ijo akhirnya mengikuti dan bayi dedemit itu. Kebo ijo masih tak tahu jika bayi dedemit itu adalah anak kandungnya sendiri


Dia menyangka, anak kandung nya masih tersimpan di dalam botol dan kini disembunyikan oleh kyai yusuf.


Di tempat lain, Toni berhasil menjual emas nya dan menjadi orang kaya mendadak. Toni baru pulang ke kampung nya setelah dua bulan dia pergi.


Di kampung, Toni membeli tanah berhektar-hektar dan mulai bercocok tanam. Kegiatan nelayan nya sudah di tinggalkan dan dalam beberapa hari ke depan, Toni merencanakan menikah dengan pacar nya yang merupakan anak kepala desa.

__ADS_1


Beberapa tetangga Toni ada yang suka dan tidak suka. Mereka bergosip sesuai dengan alibi mereka masing-masing


__ADS_2