
Hari telah berlalu, tuyul peliharaan Devi sukses memberi uang yang banyak pada Devi. Tiba saat nya malam jumat kliwon waktunya devi memberu jatah air susu ibu pada tuyul kecil itu.
"Malas banget"
"Hari ini aku harus menyusui tuyul sialan itu"
"Bagaimana caranya aku bisa menghindari nya ya?" gumam Devi dalam hati.
Devi berusaha mencari cara agar dirinya tak menyusui si tuyul untuk yang kedua kalinya.
"Bagaimana caraku agar aku tak sampai menyusui si tuyul sialan itu?"
"Malam jumat kemarin, sepertinya tidak ada hal apapun"
"Berati, aku bisa bersantai tanpa memberi air susu ku pada tuyul bodoh itu" gumam devi terus berpikir keras
Dirinya tak mau mempunyai tubuh yang pucat seperti dulu. Kalau awal dia mendapatkan pesugihan dari tuyul, wajahnya tak segar karena energinya telah disedot oleh tuyul.
Sekarang, karena seminggu sudah tak menyusui tuyul peliharaannya lagi, tubuh Devi mulai pulih lagi seperti sedia kala. Devi terlihat lumayan cantik dibandingkan seminggu yang lalu.
"Baguslah"
"Aku punya cara jitu sekarang" gumam Devi sambil pergi ke tempat dimana tuyul peliharaannya berada.
__ADS_1
"Ibu, aku ingin menyusu"
"Bukankah sekarang waktunya engkau memberikan air susu kepadamu?" tanya tuyul kecil itu
"Anakku, ibu masih lemas"
"Bagaimana kalau malam jumat depan ibu menyusui mu"
"Uang mu tak cukup untuk keperluan ibu sehari-hari"
"Uang ibu sudah habis untuk membeli semua keperluan hidup ibu"
"Sekarang, barang yang ibu beli sangat mahal sekali"
"Apa bu?"
"Bukankah aku telah berhasil mencuri uang untuk ibu?"
"Harusnya malam ini, ibu memberiku air susu itu" ucap Tuyul bersikeras ingin menyusu
Devi dengan sejuta alasannya terus memberikan kata-kata manis hingga devi terbebas dari tanggung jawab nya yaitu menyusui si tuyul.
Devi mulai mengganti air susunya dengan susu formula yang dibelinya di swalayan dekat rumahnya.
__ADS_1
"Asyik kalau begini"
"Aku tak perlu repot lagi menyusui tuyul sialan itu"
"Kalau tahu sejak awal bisa begini, aku kan gak perlu capek-capek menyusui nya dan membuang seluruh tenagaku untuk menyusui nya tiap malam jumat kliwon" gumam devi dalam hati.
Untuk sejenak tampak nya devi sediki aman dari kemarahan si tuyul karena saat itu Tumino sedang sibuk mengikuti sayembara di negeri jin.
Hal ini terjadi berkali-kali hingga suatu saat sang tuyul peliharaan Devi makin gerah
"Ibuku sepertinya sedang mengerjai ku"
"Aku tak mendapatkan hak ku sama sekali"
"Jika di alam ku, aku bisa setiap hari menikmati pohon peliharaan ibuku"
"Energiku tetap terjaga jika aku bermain di situ"
"Namun sekarang, hal itu tidak aku dapatkan lagi"
"Aku harus membuat perhitungan dengan ibu" gumam tuyul itu geram
Tuyul itu berubah menjadi ganas. Darah manusia yang mengalir ke tubuhnya sedikit demi sedikit makin berkurang, sehingga nafsu liar nya mulai tumbuh lagi.
__ADS_1
Sebelumnya, tuyul peliharaan devi luluh dan penurut karena setiap minggu, tuyul itu meminum asi milik devi. Asi devi berasal dari darah devi yang diolah menjadi asi. karena terus meminum darah manusia, sifat liar si tuyul menjadi tak agresif. Namun, karena lama tak menyusu, efek dari darah itu makin menghilang. Tuyul merasa tak aman dan kelaparan