
Devi tertunduk lesu ketika suaminya mulai membangun rumah lagi. Tapi kali ini rumah yang di bangun di tanah milik nya tak semegah dulu. Hanya gubuk reot yang mudah ditiup angin kencang.
"Mas, ini rumah kita?" tanya Devi seakan tak percaya
"Ya, dik"
"Masuklah"
"Aku sudah membangun rumah ini dengan susah payah" ujar Suami devi sambil membopong tubuh devi yang terlihat masih lemah.
Devi akhirnya masuk ke dalam rumah itu dan terlihat suasana rumah yang terlhat jauh lebih sederhana dari rumah sebelum nya.
Berminggu-minggu devi tinggal di gubuk tua bersama suami dan anaknya. Bu rusdi dan tetangga lain mulai merasakan perubahan yang drastis pada hidup devi.
"Di toko sayurnya, bu rusdi mulai bercerita pada tetangga yang lain bahwa semenjak devi jatuh miskin, tak ada lagi warga yang kehilangan uang nya. Berita ini sudah menyebar di seluruh kompleks perumahan sehingga devi menjadi semakin dijauhi oleh tetangganya.
Saat hendak membeli sayur, beberapa tetangga devi mulai menyindir mengenai kehidupan pribadi nya yang sungguh amat sial.
"Hei, ibu-ibu"
"Uang kita sekarang gak ilang lagi ya?"
"Pencuri nya sudah miskin sekarang" ucap bu tini sambil memilih sayur segar yang ada di toko bu rusdi.
Begitulah segelintir omongan tetangga yang membuat telinga devi semakin panas saja.
Devi dengan penuh amarah dan dendam tak terima dengan segala omelan yang selalu dilontarkan warga kepadanya.
Dengan langkah gontai, devi kembali ke rumahnya. Air mata mulai menetes.
"Aku harus balas dendam dengan kelakuan tetanggaku"
__ADS_1
"Jika ini dibiarkan, keluargaku tak ada harga dirinya lagi di mata mereka" gumam devi dalam hati.
Karena tak tahan dengan omongan tetangga, Devi pergi ke tempat dimana dia menyusui tuyul peliharaan nya itu.
Tempat itu berada di suatu tempat yang ada di dalam rumahnya. Walau tempat itu telah rata dan sudah dibuat dapur oleh suaminya, tapi devi ingat betul bahwa disitulah tempat dia menyusui sang tuyul.
"Aku harus segera menemui sang ratu untuk meminta tuyul ku kembali" gumam devi dalam hati.
Devi mulai duduk di tempat dimana dirinya dulu menyusui sang tuyul. Mulut nya komat-kamit seakan membaca mantra yang diingatnya.
Kegiatan itu dilakukan Rutin oleh devi setiap hari hingga membuat suaminya tak betah melihatnya.
Di tempat lain, yaitu di negeri jin, pengumaman sayembara menjadi ratu mulai di sampaikan oleh raja jin.
"Aku akan menyampaikan siapa yang akan mendampingiku memimpin kerajaan jin sampai periode yang tak ditentukan"
Raja jin mulai melihat ke arah Tumini yang saat itu sedang mengenakan selendang ijo milik nya.
"Kau, majulah" pinta raja jin menunjuk Tumini agar dirinya maju menghadap sang raja.
Dengan perasaan senang, Tumini maju ke depan dan diiringi lagu gamelan yang telah dipersiapkan oleh beberapa penabuh gamelan di istana jin.
"Dia akan menjadi ratu ku di bagian laut selatan mulai saat ini"
"Kalian bangsa jin, harus tunduk dan patuh terhadap perintah dari sang ratu" ujar sang raja jin pada seluruh penduduk jin yang menyaksikan sayembara itu
"Ratuku, aku perintahkan memimpin bagian pantai selatan pulau jawa"
"Untuk Ratuku yang lain, aku akan mengumumkan nya di hari kemudian"
"Aku akan memberikan nama nyi roro kidul" ujar sang raja jin dengan tersenyum senang
__ADS_1
Setelah dinobatkan menjadi ratu kidul, Tumini diberi pakaian berwarna hijau, dan tubuh setengah ular Tumini mulai tampak.
Rita yang melihat temannya sukses menjadi ratu kidul terlihat ikut senang dan bangga.
"Wah, sebentar lagi, aku akan menjadi orang kepercayaan Tumini untuk melakukan sesuatu" gumam Rita tersenyum senang.
Setelah dinobatkan menjadi ratu kidul, tumini segera mendapar bagian kekuasaan oleh sang raja jin, yaitu memimpin negeri jin bagian selatan. Tumini juga telah mempunyai abdi dalem baik dari bangsa jin maupun bangsa manusia.
"Tumini, aku akan pergi ke istana utara, untuk menemui istri pertamaku"
"Kau akan menjadi ratuku, dan tiap malam bulan purnama, aku akan ke istana selatan untuk menemuimu" ujar sang raja jin pada Tumini.
"Aku akan memberikan sebuah mutiara"
"Ini adalah mutiara bangsa jin"
"Jika kau dalam bahaya, mutiara ini yang akan memanggilku agar datang menemuimu" ucap raja jin pada Tumini.
"Baiklah tuan ku" jawab Tumini
Tumini menunduk hormat sampai raja jin pergi meninggalkannya.
Setelah sang raja jin pergi, dan acara penobatan nya untuk menjadi ratu telah selesai, Tumini langsung menempati istana yang telah disediakan oleh sang raja jin. Tentunya, Tumini membawa Rita sebagaii pengikut pertamanya.
"Rita, kau telah menjadi teman ku yang baik"
"Sekarang, aku telah menjadi penguasa di pantai bagian selatan, kau akan aku angkat menjadi nyi blorong, yang tugas nya sebagai panglima perang ku jika nanti ada sesuatu yang mengusik kita" ujar Tumini pada Rita.
Rita mengangguk senang dengan apa yang diberikan Tumini kepadanya.
Teman teman sebentar lagi cerita ini akan tamat, tunggu episode selanjutnya. Penulis akan menceritakan nasib dari masing masing peran biar lengkap
__ADS_1