
Di dunia manusia, Devi yang sejak tadi membaca mantra agar bisa bertemu Tumini pun mulai terwujud. Tumini yang saat itu telah menjadi penguasa kerajaan jin bagian selatan mulai mendatangi Devi untuk memberikan sesuatu pada Devi.
"Oh, nyi ratu, terimakasih kau telah datang" ucap Devi sambil menunjukkan mimik wajah yang terlihat senang.
"Devi, apa yang kau ingin kan lagi?"
"Bukankah kau telah menelentarkan pengikut ku?" tanya Tumini
Wajah Tumini memperlihatkan kemarahan pada Devi. Melihat wajah Tumini yang begitu menakutkan, Devi menjadi begidik ketakutan
"Nyai Ratu, maafkan aku"
"Aku tak bermaksud menelantarkan pengikut mu"
"Kalau boleh, apa aku bisa menjadi kaya lagi dengan bantuan tuyul peliharaan mu?" tanya Devi berusaha merayu Tumini agar dirinya bisa memperoleh kekayaan lagi seperti sebelumnya.
"Ha ha ha"
"Tidak Devi"
"Aku tak akan memberikan kembali sang tuyul kepadamu"
"Penduduk di sini, telah mengetahui keberadaan tuyul milikku"
"Aku tak ingin mengorban kan mereka"
"Sekarang, hiduplah apa adanya"
"Aku memberikan pesan kepadamu"
"Kau termasuk manusia yang beruntung karena telah selamat dari perjanjian kami"
"Sekarang, pulanglah"
__ADS_1
"Kau tak kan bisa menemui ku lagi" ucap Tumini pada Devi
"Aku tak ingin hidup miskin lagi nyai ratu"
"Berilah aku cara supaya aku bisa kaya tanpa bantuan tuyul lagi" ucap devi pada Tumini
Tumini pun mulai mempertimbangkan permintaan Devi dan beberapa lama kemudian Tumini menemukan sesuatu hal yang menenangkan hatinya.
"Devi, kau bisa kaya dengan satu syarat" ucap Tumini pendek.
"Apa syarat nya nyi ratu?" tanya devi penasaran
"Kau akan menerima segala kekayaan di dunia ini, dan usia mu juga akan panjang"
"Asal, setahun sekali, kau pulang ke negeriku unuk membersihkan sepatuku" ucap Tumini pendek.
Syarat yang diberikan Tumini cukup mudah karena Devi tak memberika tumbal apapun selain memberikan tenaga nya.
Tanpa pikir panjang, devi langsung menerima tawaran dari Tumini.
"Aku akan menuruti semua permintaan mu"
"Sekarang, berilah aku kekayaan" ucap Devi memohon pada Tumini.
Tumini segera mengambil sisik yang ada dalam tubuh nya dan memberikan nya pada Devi.
"Devi, jual saja sisik pemberian ku"
"Sisik ini akan menghasilkan uang yang berlimpah"
"Tapi ingat satu hal"
"Jika kau tak menepati janjimu, aku akan mengambil tubuh mu dan menjadikan jiwa mu sebagai tanaman yang tumbuh di halaman depan istanaku"
__ADS_1
"Kau akan memberikan sari pati energi jiwamu pada makhluk peliharaan ku" ucap Tumini memberi peringatan pada Devi
"baik nyi ratu"
"Aku akan mematuhi semua syarat yang kau berikan" ucap Devi pada Tumini
Setelah melakukan perjanjian itu, Tumini pergi meninggalkan devi dan kembali ke kerajaan Jin. Sementara, Devi menghentikan ritual nya dan mulai membuka matanya
"Mas, sebentar lagi kita akan kaya"
"Aku akan memberikan kekayaan yang tanpa syarat untuk mu" ucap devi girang
Devi mulai pergi menuju ke toko mas dan menjual sisik emas milik Tumini.
Sesuai dengan harapan, Sisik itu terjual dengan harga yang fantastis dan keluarga devi menjadi kaya raya sesuai dengan apa yang diharapkan nya.
Hingga tak terasa, setahun sudah devi menikmati kekayaan yang berasal dari hasil pesugihan. Waktunya devi bekerja untuk Tumini yaitu pergi ke negeri jin untuk membersihkan sepatu Tumini.
Sebelum pergi ke negeri jin, Devi meminta ijin terlebih dahulu pada suami dan anak nya
"Mas, aku pergi sebentar saja ya?"
"Nanti, aku akan kembali" ucap devi pada suaminya.
"Dik, mau pergi ke mana?" tanya suami devi penasaran
"Sudahlah mas"
"Jaga anak kita"
"Aku pergi mungkin hanys sehari saja kok" jawab devi
"Oh ya sudah"
__ADS_1
"Hati-hati di jalan ya dik?" suami devi akhirnya mengantarkan kepergian devi sampai depan pintu rumah saja.
Selanjutnya, devi berjalan sendiri menuju ke hutan dimana dirinya telah berjanji pada Tumini akan menuju ke hutan perbatasan antara negeri jin dan negeri manusia itu.