Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Episode 9 (Perasaan aneh)


__ADS_3

Setelah meletakkan selendang ijo miliknya, Tumini menuju ke kamar nya. Tubuh Tumini sedikit gerah pada malam itu.


Sesampai di dalam kamar, terlihat Ririn sang adik, tidur dalam keadaan memakai selimut. Tumini merasa heran melihat adiknya karena menurut nya cuaca hari ini sangat panas.


"Aneh"


"Ririn memakai selimut setebal itu dan aku tak melihat ada keringat di wajahnya"


"Mengapa aku sangat gerah hari ini?"


"Ah, kalau begitu aku mandi saja"


"Siapa tau, dengan aku mandi, tubuhku bisa segar kembali" gumam Tumini dalam hati.


Tumini segera menuju ke kamar mandi dan segera membasuh tubuh indahnya yang penuh dengan keringat.


"Ah, segar sekali malam ini"


"Aku bisa sedikit lega" ucap Tumini sambil membasuhkan air ke seluruh tubuhnya tak terkecuali rambut indahnya juga dia siram.


Rupanya, suara kemercik air dari dalam kamar mandi membuat Ririn terbangun. Wajar saja karena kamar mandi mereka tak jauh dari kamar tidur Tumini dan Ririn.


"Hem, apa yang dilakukan kak Tumini?"


"Apakah dia sedang mandi?"

__ADS_1


"Bukankah cuaca hari ini sangat dingin?" gumam Ririn dalam hati


Setengah tak percaya apa yang di dengarnya malam itu, Ririn segera menuju ke kamar mandi dimana Tumini sedang mandi saat itu.


"Kak Tumini, apakah kau ada di dalam kamar mandi?" tanya Ririn penasaran


Rupanya, Tumini tak mendengar panggilan Ririn karena tertutupi oleh suara kran air yang sedang mengalir di bak mandi.


Karena masih penasaran, Ririn mencoba mengetuk kamar mandi dan setelah mengetuk kamar mandi, barulah Tumini mendengar jika adik nya Ririn datang untuk memanggilnya.


"Ada apa Ririn?" tanya Tumini sembari mematikan kran air kamar mandi


"kak, kenapa kak Tumini mandi malam-malam?"


"Apakah kak Tumini tidak dingin?"


"Dan sekarang memasuki musim dingin" ucap Ririn sambil mengintip dari balik pintu karena penasaran apa yang dilakukan kakak nya Tumini di dalam kamar mandi.


"Ririn, entah mengapa malam ini tubuhku rasanya panas sekali"


"Seperti terbakar matahari di siang hari"


"Mungkin ,aku kurang enak badan" jawab Tumini sembari mengenakan pakaian nya kembali.


Ririn tetap memantau gerak gerik kakak nya di balik pintu kamar mandi untuk memastikan kakak nya Tumini sedaang baik-baik saja.

__ADS_1


Saat mengintip dari luar, dirinya tak sengaja melihat punggung kakak nya terdapat dua titik hitam yang sedikit terlihat jelas.


Ririn merasa ada hal aneh yang terjadi pada kakak nya.


"Setahuku, kak Tumini tak memiliki tanda hitam apapun di punggung nya"


"Mengapa ada tanda hitam yang sangat jelas aku lihat?" gumam Ririn dalam hati.


Rasa heran Ririn ditepiskan nya karena tak mau Tumini tersinggung dengan praduga nya.


Ririn langsung pergi menuju ke kamar nya kembali sambil terus berpikir hal aneh yang terus menerus menimpa kakak nya itu.


Sambil menatap ke ata, Ririn berkata


"Oh Tuhan, semoga kakak ku baik-baik saja"


"Aku tak ingin kakak ku mengalami hal yang membuat dirinya terjatuh lagi"


"Apa aku harus mengatakan keanehan ini apsa pak amin?" gumam Ririn dalam hati


"Hem, sebaiknya, aku harus segera bertanya kepada pak Amin besok pagi-pagi sekali"


"Mungkin saja pak Amin tahu bagaimana cara mengatasi hal in'' gumam Ririn dalam hati.


Tumini yang sejak tadi berada dalam kamar mandi rupanya telah menyelesaikan aktivitasnya.

__ADS_1


"Hem, tubuh ku rasanya mulai segar setelah ku basuh dengan air"


"Sepertinya, aku terlalu kecapekan saja" ucap Tumini sambil berjalan menuju ke kamarnya.


__ADS_2